Malam Final Gadis Sampul 2012 ; Mempertahankan Fesyen Sebagai Tema Besar

Sejujujurnya saya tidak memiliki banyak ekspetasi mengenai acara Malam Final Gadis Sampul 2012. Saya tidak ingin ekspetasi saya yang tinggi seperti tahun sebelumnya membuat saya kecewa. Maka saya hanya datang tanpa memikirkan apa-apa tentang bagaimana acara akan berlangsung, saya hanya berharap, semoga malam ini menyenangkan.

Sesi foto bersama antara pemenang dan para juri

Ada banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan tentang tentang Gadis Sampul. Bagi saya, tidak pernah absennya saya menghadiri acara ini sejak tiga tahun lalu memiliki alasan tersendiri yang mungkin terdengar sentimentil. Alasan yang pentingnya melebihi hanya sekadar datang dan meliput, alasan yang pentingnya melebihi datang dan menyaksikan penampilan dari bintang tamu, alasan yang pentingnya melebihi melihat bagaimana sosok keduapuluh finalis Gadis Sampul di atas panggung.

Alasan itu adalah, bagi saya Gadis Sampul merupakan titik balik yang membuat saya lebih hidup, membuat dunia saya jauh lebih berwarna. Bagi saya, Gadis Sampul menyimpan terlalu banyak kenangan yang rasanya ingin saya ulang. Kenangan yang sayangnya tidak akan saya ceritakan pada tulisan saya yang ini karena bagi saya itu terlalu personal. Mungkin saya akan menceritakannya pada satu tulisan di tag kategori “Personal Life”, mungkin.

Malam Final Gadis Sampul 2012 di Djakarta Theater

Sesi perkenalan diri

Maka seperti yang saya telah katakan tadi, saya tidak memiliki ekspetasi terlalu tinggi pada penyelenggaraan Malam Final Gadis Sampul tahun ini. Saya tidak mengharapkan opening act berupa unjuk bakat seperti tarian stick golf Marcella Pranovia(Gadis Sampul 2009) atau permainan keyboard oleh Gina Meidina(Finalis Gadis Sampul 2010) akan terlulang lagi, dan nyatanya, memang tidak ada yang seperti itu lagi di Malam Final Gadis Sampul.

Tidak ada opening act berupa unjuk bakat. Sepertinya unjuk bakat memang telah benar-benar tinggal sejarah pada Malam Final Gadis Sampul, bukan hanya ditiadakan pada tahun 2011 lalu. Dan sejujurnya, saya sangat menyayangkan itu, karena bagi saya pribadi melihat aksi ke-20 finalis dengan hal-hal yang berkaitan dengan “spesialisasi” mereka adalah hal yang sangat menyenangkan.

Dimulai sejak pukul 19.00 WIB, Malam Final Gadis Sampul 2012 coba memunculkan nuansa fashion week di lima kota mode terbesar di dunia dalam satu panggung yang sama. Kota-kota tersebut adalah Tokyo, Milan, New York, London dan tentunya Paris.

Kelsea Dressler. Finalis No. 8. Runner Up 2 Gadis Sampul 2012

Citragama Prameswari. Finalis Nomor Urut 9 Asal Surabaya. Runner Up 1 dan Gadis Sampul Favorit Penonton Gadis Sampul 2012.

Kevin Liliana. Finalis No Urut 20 Asal Bandung. Gadis Sampul Persahabatan Gadis Sampul 2012

Tidak hanya keduapuluh finalis Gadis Sampul 2012 yang menunjukkan aksi berlenggok di atas panggung, tetapi juga sembilan orang alumni Gadis Sampul(Ayu Fa, Filly Lovely, Annette, Hana, Andania Suri, Merdianti, Bunga Jelita, Nanda Nabila) dan enam orang model cowok(Fero Walandouw, Ilham “HiVi”, Denny Weller, Cody McClendon, Giorgino Abraham, Kevin Leonardho) turut mewarnai kemeriahan panggung Malam Final Gadis Sampul 2012. Dipandu oleh Ayushita dan VJ Rizky, Malam Final Gadis Sampul 2012 juga diwarnai oleh penampilan dari Adera, Raisa dan RAN.

Menghadirkan nama-nama kondang seperti Astrid Tiar(Gadis Sampul 2000, Presenter), Billy Tjong(Fashion Designer), Daniel Mananta(Presenter), Wiwied Muljana(Model Senior, Pengajar), dan Didin P. Ambardini(Pemimpin Redaksi Majalah Gadis), sebagai jajaran dewan juri final, ajang Gadis Sampul 2012 akhirnya menobatkan Anggis Dinda Pratiwi, finalis nomor urut 12 asal Jakarta sebagai Juara 1 Gadis Sampul 2012.

Sebagian alumni Gadis Sampul

Nona, Merdi, Mutia, Suri dan Sarah (ki-ka). Alumni Gadis Sampul 2010

Pemberian Gelar Gadis Sampul dari Dahlia Poland ke Anggis Dinda Pratiwi

“Serupa tapi tak sama”, rasanya itu adalah ungkapan yang pas untuk menggambarkan bagaimana Malam Final Gadis Sampul 2012. Jika yang jadi pertanyaan kemudian adalah “serupa tapi tak sama” dengan apa? Jawabannya sudah jelas, “serupa tapi tak sama” dengan Malam Final Gadis Sampul 2011. Saya masih ingat benar ketika tahun lalu, Gadis  memberi judul Malam Final Gadis Sampul dengan “Hit The Runway”.

Runway.

Fesyen.

Saya rasa ketika mendengar dua kata tersebut, kita sama-sama tahu bahwa kedua kata tersebut berasal dari “induk” yang sama, meski punya arti yang jauh berbeda.

Sementara itu, pada penyelenggaraan Malam Final Gadis Sampul tahun ini, Gadis memberinya nama “One Night Stage”, dengan tambahan nama lima kota mode terbesar di dunia (yang pada undangan Malam Final Gadis Sampul 2012 dicetak dengan font huruf lebih kecil pada bagian atas). Saya rasa, saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi dimana letak kesamaan yang ada pada dua kali penyelenggaraan Malam Final Gadis Sampul. Saya hanya perlu menyebutkan dua kata yang sudah merangkumkan semua, catwalk dan fesyen.

Tapi berhubung saya sudah mengatakan jika saya tidak memiliki ekspetasi berlebih terhadap pelaksanaan Malam Final Gadis Sampul 2012, saya jadi biasa-biasa saja ketika Malam Final Gadis Sampul 2012 ini “serupa tapi tak sama” dengan tahun lalu, dan sejujurnya, komentar saya hampir pun “serupa tapi tak sama” seperti tahun lalu.

Senyum khas Gadis Sampul yang menghilang .

Opening Act unjuk bakat yang ditiadakan.

Tidak ada lagi yang menyanyikan mars Gadis Sampul yang super legendaris.

Tetapi,

Video mapping yang keren.

Video komentar dari para alumni yang menarik.

Kolase foto dinding Gadis Sampul yang keren karena menampilkan kegiatan behind the scene aktivitas para finalis.

Oke, jadi bagi saya pribadi, hanya hal-hal itu saja yang ingin saya ceritakan tentang Malam Final Gadis Sampul 2012 secara “lumayan” formal karena berada pada tag kategori “Liputan”.

Terlepas dari berbagai kekurangan yang terdapat di Malam Final Gadis Sampul 2012, bagi saya, Malam Final Gadis Sampul tetap jadi salah satu acara tahunan paling ditunggu-tunggu, dan paling menyenangkan. Setidaknya, hingga sekarang :)