Rangkaian Pertama Fase Gelap

Rangkaian Pertama Fase Gelap

Dan kutuliskan ini pada sepi…..
Pada sisa-sisa malam yang makin redup….
Kutuliskan ini pada nyata….
Pada malam yang meninggi aku terjaga….
Sering aku bertanya tentang semua….
Tentang hidup, tentang mati, tentang nasib, tentang takdir,
Tentang aku, tentang kamu, tentang apa yang akan terjadi sedetik lagi….

Aku terjaga pada malam saat semua terlelap dalam buaian mimpi….
Entah apa yang dimimpikan mereka sehingga terkadang mereka enggan untuk kembali ke nyata….
Aku disini disisa malam yang menanti hilang….
Aku disini, dalam ruang 3 X 4 seperti malam-malam sebelum ini….
Namun hingga subuh aku terjaga, bukan karena insomnia seperti mereka….
Aku terjaga karenamu….

Dalam sepi diantara manusia yang tengah terlelap aku melihat dirimu dalam bentuk yang lebih nyata dari biasa…..
Aku tak mau menyebutnya sebagai khayal, karena kuyakin kau ada….
Aku tak mau menyebutnya sebagai mimpi, karena kuyakin kau nyata….
Aku sadar pikiranmu tak selalu denganku, namun sayang, dirimu selalu mendapat tempat dalam rongga-rongga kepalaku, rongga hatiku….
Kita terpisah dalam semua, dalam waktu, dalam ruang, dalam bentuk, dalam cara pandang melihat sesuatu…..

Aku tak tau mengapa, tapi semua ada begitu saja….
Mungkin perbedaan yang membuat semuanya bertambah padu….
Aku rindu padamu, itu sudah berulang kunyatakan…bahkan kalau itu bisa disebut deklarasi atas kerinduan yang menumpuk dan hanya menunggu waktu untuk meledak….

Aku sering terjatuh dan merasa sendiri ditengah kegelapan yang paling pekat….
Tapi apa aku merasa benar-benar sendiri???
Itu lagi kupertanyakan,….dulu…ya…du

lu…dulu sekali aku sering merasa sendiri….
Namun kini lain cerita, seperti yang sering kuungkapkan padamu….
Aku sering membayangkan kau begitu nyata disampingku saat kesendirian jalang itu kembali datang….
Aku sering membayangkan kau mengulurkan tangan saat ku terjatuh….
Aku tau kita terpisah dalam semua….
Tapi aku selalu menjadikan kau nyata, di hatiku, di rongga-rongga kepalaku, bahkan di pembuluh-pembuluh darah terkecilku….
Karena kau, aku disini, tak terkoyak-koyak sepi…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s