Balada Ching-Ching ; Sebuah Rangkaian Balada Keseharian

Balada Ching-Ching

Sebuah Rangkaian Balada Keseharian

Balada Ching-Ching adalah sebuah kumpulan cerpen karya Maggie Tiojakin yang untuk pertama kalinya diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya Maggie Tiojakin pernah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen bertajuk “Homecoming” yang kesemua cerpennya ia tulis dalam bahasa Inggris. Awalnya, cerpen-cerpen karya Maggie Tiojakin dalam Balada Ching-Ching ditulis dalam bahasa Inggris oleh Maggie, namun akhirnya semua cerpen-cerpen itu ia terjemahkan sendiri dalam bahasa Indonesia dengan harapan dapat lebih banyak menjangkau pembaca di Indonesia, seperti yang diungkapkannya pada saat peluncuran Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching beberapa waktu lalu bertempat di Fab Café Gramedia Grand Indonesia.
Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching terdiri atas 13 judul cerpen yang beberapa diantaranya pernah diterbitkan di beberapa media seperti Femina, Kompas dan The Jakarta Post. Sementara judul dari Kumpulan Cerpen ini yakni “Balada Ching-Ching” diambil dari Cerpen ke-5 dalam KumCer ini yang berjudul sama.
Beberapa hal yang menjadi garis besar dalam KumCer Balada Ching-Ching yang dapat saya ambil, cerita-cerita yang ada dalam cerpen-cerpen ini adalah sebuah rangkaian cerita keseharian yang cenderung sederhana dan sebenarnya bisa kita temui dalam kehidupan saya, kamu, atau orang-orang disekitar kita lainnya. Ide-ide cerita yang diusung dalam beberapa cerpen didalamnya terasa sangat sederhana, dengan potongan-potongan kejadian yang seperti saya katakan tadi, bisa terjadi pada siapapun disekitar kita. Namun tentu ada yang membuat Balada Ching-Ching begitu spesial sehingga Gramedia Pustaka Utama bersedia menerbitkannya.
Kekuatan penceritaan dalam sebuah keserdahanaan, saya rasa adalah salah satu hal yang membuat Balada Ching-Ching memiliki “nyawanya”. Maggie yang juga seorang jurnalis, terasa sangat pandai mengolah cerita sederhana dengan rangkaian kata yang tidak terlalu rumit menjadi satu rangkaian cerita. Tapi, sebuah Balada keseharian itu kadang terasa datar oleh kurangnya drama dan kejutan-kejutan di sepanjang rangkaian ceritanya, meski harus diakui, tidak kesemuanya seperti itu, namun ada saja yang terasa begitu.

Sinopsis Bagian Belakang Buku :

Tentang “Balada Ching-Ching”

Masing-masing dari 13 cerita dalam koleksi fiksi pendek ini merupakan sebuah vignette tentang apa artinya hidup yang kerap diselingi oleh dilemma sedih, senang, hidup, mati, gila, waras. Lebih dari itu, dunia fiksi yang dipersembahkan dalam koleksi ini juga mengekspresikan kegelisahan internal semua orang, di mana karakter-karakter tumbuh dewasa lewat kegagalan dan kekeliruan, obsesi dan pilihan, harapan dan keputusasaan.

Andari Maimar menyaksikan runtuhnya Menara Kembar WTC di New York, bertemu dengan Aysha seorang gadis asal Beirut yang menuntut simpatinya.

Liana menunggu ibunya yang tak kunjung pulang dari supermarket. Tak biasanya beliau telat berjam-jam seperti ini. Headline surat kabar mengabarkan kematian seorang pengemudi wanita karena ditabrak truk pengangkut bahan bakar.

Ching-Ching adalah seorang gadis keturunan. Ia selalu dijadikan bulan-bulanan di sekolah. Ayahnya seorang pedagang kwetiau pinggiran. Ini adalah baladanya.

Dua remaja memutuskan kawin lari. Pergi ke Las Vegas naik bus Greyhound. Separuh jalan, mereka sadar tak ada jalan kembali.

Aku Suka Balada Ching-Ching :

-Cerita Keseharian yang kadang sering luput dari pengamatan banyak yang menarik ya…J
-Nggak usah ribet cari ide cerita ternyata, apa saja kalau kita pinter ngolahnya bisa jadi cerita…uhuyyyJ
-Yeaayyy…Ternyata nggak masalah satu kalimat panjang banget sampe jadi satu paragraph…J
-Covernya keren, merah ada jendelanya…Katanya mau dibikin kaos, jadi nggak ya?…hehehe:-P

Aku Kurang Suka Balada Ching-Ching :

-Kadang di beberapa cerita terlalu sederhana, jadi pas selesai komentarnya… “Apasehhh?”(ehmmm…I meant apasih maksudnya?, jadi?, so…terus terus?)
-Kurang bikin degdeg serrrr…Kalau menurut istilah saya, panasnya lama, eh pas udah panas selesai ceritanya…
-Kalimatnya panjang-panjang jadi kadang bikin bingung banyak komanya(yeelah padahal sendirinya juga suka bikin kalimat kayak gitu:p)

Aku Nggakkk suka Balada Ching-Ching :

-Ehmmm…nggak ada tuh, Over All I Like It…

Bisa Dibeli Dimana ya Bukunya? :
Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching bisa didapatkan di Toko-Toko Buku Terdekat, dan juga di beberapa Toko Buku Online

Harganya Berapa Ya? :
Cukup dengan uang pass Rp 40.000; Balada Ching-Ching sudah akan duduk-duduk manis dipangkuan Anda…

Selamat Membaca…J

AAZ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s