(Bukan) Catatan Kecil JFFF 2011 Bagian 1

Seminggu lebih sudah lewat sejak pertama kali saya terjebak bingung di kawasan Kelapa Gading. Bingung karena tempatnya yang jauh dari rumah saya, dan bingung apa yang harus saya lakukan ditengah-tengah menyemutnya orang-orang yang menunggu malam karnaval di hari itu. Yup, hari itu ada sebuah karnaval besar di kawasan Sentra Kelapa Gading. Malam Karnaval yang jadi pertanda dibukanya event tahunan Jakarta Fashion&Food Festival.
Disini, saya hanya ingin bercerita, cerita yang saya alami selama hampir seminggu penuh bolak-balik Cibubur-Kelapa Gading untuk turut merasakan jadi bagian dari event yang sudah 8 tahun dilaksanakan ini. Hmmm…sebelum saya teruskan mari kita ubah sedikit bahasa penuturan saya, ini kok terbacanya jadi terlalu resmi ya?. Seperti nulis artikel aja, padahal tulisan ini hanya iseng-iseng. Keisengan yang berawal dari obrolan saya bersama seorang teman baru di malam terakhir fashion show di JFFF 2011.
Teman saya itu, (yang nggak perlu saya sebutkan namanya, because you know who you are if you read this note :p) yang pertama kali nanya, “Lo, ada blog?”. Eng ing eng, kamu tau?, saya selalu bingung setiap kali ditanya seperti ini, “Punya blog?”, “Blog lo apa?”, atau juga saat setiap mendengar persuasive seperti, “Lo bikin blog dong”. Bingung. Pasti selalu bingung karena, blog sih sebenarnya ada, seperti yang kamu baca sekarang ini, tapi nggak aktif, jadi nggak pede aja setiap kali ada yang nanya seperti itu. Mau jawab punya, tapi kayak nggak punya, mau jawab nggak punya tapi ya sebenernya punya. Bingung kan. Jadi galau deh setiap kali ditanya punya blog atau nggak?. Rasanya mungkin nggak beda jauh sama kamu yang punya pacar tapi cueknya setengah mati…ehhhh*jleb*.
Back to topic, tahun ini adalah tahun pertama saya ngerasain langsung gimana sih event JFFF setelah tahun 2010 kemarin saya gatot a.k.a gagal total datang ke event ini karena ada kerjaan disepanjang penyelenggaraan JFFF yang mengharuskan saya lebih konsentrasi ke situ. Dan pertama kali saya coba-coba ikutan datang di JFFF ya di Malam Karnaval itu, Malam Karnaval yang berakhir dengan saya pulang lagi ke rumah sebelum karnaval mulai dan sukses nyasar muter-muter Kelapa Gading gara-gara jalan utama yang biasa saya lewati ditutup. Damn!.
Baiklah dan ini adalah catatan saya selama hampir seminggu butek di Hotel Harris Kelapa Gading, tempat Fashion Extravaganza berlangsung. Hmmm…sebelumnya saya ingin mengatakan bahwa apa yang saya tulis ini lebih kepada catatan saya pribadi, apa-apa yang memang saya rasakan dan alami selama mondar mandir di beberapa fashion show disana. Bagi saya ini bukan laporan, bukan artikel, bukan sesuatu yang terlalu serius. Ini hanya cerita, cerita dari saya karena saya suka cerita-cerita(baca: Bawel).

Day 1, Malam Karnaval Yang Riweuhhhh

Mulai saat ini saya akan mencatat ini baik-baik dalam kepala saya. Datang di Malam Karnaval pembukaan JFFF seorang diri adalah hal yang masuk dalam kategori, “Don’t Try This At Home”. Itu salah saudara-saudara. Salah banget memang kalau kamu nekat coba datang sendirian ke malam karnaval itu. Jika pertanyaannya adalah apa yang bikin itu salah?. Pertama, Kelapa Gading itu jauhhhh Sobbb (seenggaknya jauh dari rumah saya), terus kenapa kalau jauh?, ya karena itu berarti kamu harus siap-siap capek di jalan kalau kesana sendirian naik motor kayak saya atau kendaraan pribadi lainnya. Kedua, jalan utama di sekitar Sentra Kelapa Gading (deket-deket La Piaaza sampai MKG paling ujung) ditutup dan penuh sama kendaraan yang parkir, itu bikin macetcetcet parah dan stress bagi siapa saja yang bawa kendaraan pribadi sendirian. Ketiga, mungkin kamu akan ngerasain apa yang saya rasain, jadi kayak orang bego sendirian di tengah orang-orang yang semangat banget nunggu malam karnaval dan kamu sadar kalau kamu nggak sesemangat itu dan justru bingung apa yang harus dilakuin dan bertanya-tanya, “Ngapain ya gw kesini?”. Dan kamu tau?, bagi saya itu salah banget. Gila mendingan tidur deh dirumah…Zzzzz.

Day 2, Fashion Show Pertama, “Putri Tiongkok” by Anne Avantie. OMG 2 D!

Kalau yang jadi pertanyaan adalah, apa yang paling saya ingat dari show pertama di JFFF 2011?. Maka jawabannya adalah Drina Ciputra dan Dominique Diyose!.
Sejak pertama kali saya lihat secara langsung fashion show dari Anne Avantie di Jakarta Fashion Week 2009, sejak saat itu pulalah saya menobatkan diri sebagai salah satu fans berat kebaya-kebaya Anne Avantie. Beberapa kali saya datang show dia, dan saya semakin percaya kalau nggak ada satu perempuan pun yang nggak terlihat cantik saat mengenakan kebaya seorang Anne Avantie. Semua pasti cantik, mau sebenarnya model yang bawain punya wajah yang biasa-biasa aja, tapi kalau udah pakai kebaya nya Anne Avantie, asliii pasti cantik banget kelihatannya. Dan kamu tau?, malam itu saat fashion show Putri Tiongkok by Anne Avantie, saya terbengong-bengong sendiri dan mendadak tahan napas saat lihat Drina Ciputra dan Dominique Diyose bawain kebaya ala Putri Negeri Tirai Bambu nya Anne Avantie. Both Of them Totally Deadly Gorgeous, dan bikin saya percaya meraka beneran Putri dari dataran Cina sana.
Drina dan Dominique punya kecantikan oriental tersendiri. Drina yang karakter wajahnya terlihat keras, angkuh dan jutek, sementara Dominique yang cenderung lebih lembut dan anggun bikin dua orang model berwajah oriental ini seperti Yin dan Yang. They complete each other white their own color and different character. Perfectly Chinesse Models Match.

Day 3, I Love Carmanita Statement

“Saya bilang ke Panitianya kalau nggak usahlah kita undang designer dari Cina dan Malaysia. Sekarang gini deh, ngapain juga kita undang orang yang jelas-jelas kita sebelin dan bikin kesel”.
Seperti itulah kurang lebih kata-kata yang diucapkan Carmanita dengan tegas pada saat pers conf sebelum show IPMI “Etnic”. Statement yang bikin saya senyam senyum sendiri karena setuju berat dengan apa yang dikatakannya itu. Saya tau sih, kalau memang salah saya nggak mencatat itu dengan lebih detail, tapi saya inget banget kalau kata-kata itu yang saya dengar dari Carmanita saat ia bercerita tentang acara semacam konfrensi pelestarian Batik yang akan diselenggarakan di Jogja pada tahun ini.
Sama seperti Carmanita, saya pun lebih prefer kalau untuk acara seperti itu, mending undang designer dari Amerika atau Eropa yang benar-benar serius mau mengangkat kain-kain tradisional Indonesia deh, daripada undang-undang negara tetangga yang nggak tahu diri ngaku-ngaku hak milik seenaknya atau bajak sana sini sesuka hati…LOL.

Day 4, Hampir Terlewat

Di hari ke empat ini nggak ada yang terlalu berkesan bagi saya kecuali hampir nggak bertemu dia-yang-selalu-saya-temui-seusai-show. Tapi untungnya baru sampai taraf hampir, dan saya masih sempat bertemu dia, jadi sempet juga ngobrol-ngobrol sebentar as usual. Hmmm…apalagi ya?, nothing special for me from Hammy Culture “From Jambi to Bali” by Stephanus Hammy, oiya kecuali pada show ini Stephanus Hammy nggak pakai satu orang pun model bule!. Yeahhhh…*plokplokplok*. Tapi sayangnya, tetep aja si Nona Face Icon dikira bule. Hadehhh, si Nona Face Icon itu kan bukan bule. Biar nanti saya bahas deh lebih jauh tentang si Nona Face Icon ini.

Day 5, Big Thanks To Hengki Kawilarang

Saya nggak tahu harus bilang apa ke Hengki Kawilarang selain terimakasih sebesar-besarnya karena pada detik-detik terakhir akhirnya beliau bersedia untuk diintip proses GR dan Backstage nya oleh saya. It’s like a miracle, he’s look like an angel for me that day. Setelah sebelumnya panitia JFFF menolak memberikan izin untuk diperbolehkan mengintip backstage, tiba-tiba Hengki Kawilarang memberikan pernyataan bahwa dia nggak keberatan saya ada di GR dan Backstage. Kamu tau nggak?, rasanya hari itu saya pengen banget meluk Hengki, tapi sayangnya dia lagi ribet banget dan keliatan nggak konsen terhadap yang lain kecuali shownya itu.
Hmmm…saya nggak bisa cerita banyak tentang peristiwa backstage itu karena itu udah jadi pernyataan saya sejak awal kalau nggak akan nge publish gimana kejadian di backstage selain di My MP nantinya.

Note : What’s MP?. Sssttt masih rahasia :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s