“Mascarade Mystique”, Pesta Kelulusan Dengan Tema Menjanjikan

Sayangnya untuk eksekusi akhir masih banyak terdapat bagian yang “Miss” dan jadi terasa kentang alias “Kena Tanggung”.

Awalnya saya nggak terlalu tau banyak tentang sekolah fashion yang ada di Indonesia, ya yang paling saya tau dan familiar bagi saya hanya ESMOD. Sekolah mode franchaise dari Perancis yang konon adalah salah satu sekolah mode tertua di dunia. Seiring semakin bertambahnya jam jalan(Yeppp jam jalan, bukan jam terbang, karena saya nggak pernah terbang kalau dateng fashion show) akhirnya saya mulai tau satu persatu tentang sekolah mode lain yang bertebaran di Indonesia khususnya Jakarta. Jumlahnya memang nggak banyak, hmmmm atau mungkin lebih tepatnya saya tetep nggak banyak tau tentang sekolah mode disini. Saya hanya tau 4 sekolah mode, ESMOD, LaSalle, Raffles, dan Susan Budiardjo.

Kalau ESMOD memang sudah familiar bagi saya karena sudah 2 tahun saya selalu datang ke Graduation Night nya. Nah, saat tau kalau LaSalle akan mengadakan Graduation Night langsunglah saat itu juga saya penasaran banget gimana ya acaranya kira-kira?. Dan juga saya penasaran banget dengan gimana sih design-design anak-anak lulusan LaSalle?.

Karena itu, berangkatlah saya ke LaSalle Graduation’s Night dengan waktu yang sebenernya udah mepet banget gara-gara STNK motor saya nggak ada, dan walhasil menyebabkan saya menuju Balai Sarbini tempat berlangsungnya LaSalle Graduation’s Night tanpa STNK. Maafkan ya Pak Polisi…hiks.

“Mascarade Mystique” merupakan hasil kolaborasi siswa/siswi lulusan LaSalle periode 2011 dari seluruh program yang ada, yaitu : Fashion Design, Fashion Business, Digital Media Design, Interior Design, Photography, dan Artistic Make Up. Event ini diawali dengan pameran hasil karya siswa pada pukul 15.00 WIB yang meliputi Mini Boutique Bazaar, Movie Screening, Interior Installation, Photography Exhibition, dan Make Up Presentation yang kesemuanya skip bagi saya karena saya hanya menyaksikan acara puncak yakni fashion show. Karena ke skip an itu, saya nggak akan berkomentar apa-apa di acara awal ini.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Graduation Ceremony pada pukul 16.00 yang diikuti 93 mahasiswa dari 6 program study yang ada di LaSalle. Dari 93 orang tersebut kemudian dipilihlah 6 siswa dari perwakilan masing-masing progran study yang dianggap menjadi siswa-siswa terbaik pada tahun ini. Mereka ini kemudian berhak menerima hadiah berupa Blackberry Playbook dan hadiah-hadiah lainnya, enak betul ya dapet Blackberry Playbook, saya juga maoooo…:p.

Acara puncak, yakni fashion show, merupakan presentasi akhir dari program Fashion Design yang mempersembahkan mini collection mereka. Bagi saya, acara inilah yang paling menarik, karena memang saya hanya menyaksikan langsung yang ini…:p.

Awalnya saya sangat curious dengan Fashion Show para siswa LaSalle ini. Tema yang diangkat menarik, unik, dan spesifik mengacu pada satu hal, sehingga saya awalnya mengharapkan akan menemukan gimmick-gimmick yang menarik. Dibuka oleh rangkaian mini collection dari salah seorang siswa yang menampilkan dress-dress dengan warna merah menyala.

Di titik ini saya masih merasa excited dengan jalannya show, tapi ternyata setelah kemunculan dress-dress membara itu yang ditampilkan kemudian adalah baju-baju ready to wear yang bagi saya sendiri, nothing special. Rasanya saya sudah pernah melihat belasan kali baju-baju ready to wear yang memiliki cita rasa serupa tapi tak sama seperti itu.

Cutting, pemilihan warna, detail, silluet, nggak ada yang baru. Baju-baju pada sequens itu saya rasa memang baju-baju untuk “jualan”, dan ya memang rasa-rasanya baju-baju itu sangat bisa untuk dijual. Si designer terasa sangat mengikuti selera pasar yang sekarang sedang “in”. Tapi kalau baju-baju seperti itu sudah banyak, kenapa harus semakin diperbanyak lagi ya dengan rancangan-rancangan ini? :p.

Ditengah-tengah show saya juga semakin menyadari, kalau jalur lintasan fashion show yang bukan berupa catwalk melainkan jalan yang melingkar ditengah-tengah area ternyata jadi cukup mengganggu karena sebuah pot bunga super besar yang diletakkan di tengah-tengahnya sehingga menghalangi arah pandangan ke panggung kecil yang berada di depan pot bunga super besar tersebut.

Panggung kecil yang menjadi salah satu titik utama dalam fashion show tersebut karena beberapa kali para model melakukan pose final disana. Selain itu lintasan fashion show yang demikian juga kurang memberikan kesan “fashion show sungguhan”, dan juga koreografi para model yang galau karena berbeda-beda tempat berhentinya serta sering kali terlalu cepat pergerakkannya bikin fotografer kerkadang bingung membidiknya karena lintasannya pun melingkar seperti itu.

Music sound yang kurang pas, dan ritme yang kadang terasa kejar-kejaran juga menjadi bagian dari fashion show graduate LaSalle ini.

Dengan tema yang menurut saya sangat menarik dan spesifik, seperti “Mascarade Mystique” ini sayang sekali ternyata eksekusi akhir di fashionnya kedodoran dan jadi kentang alias kena tanggung. Nuansa “mistik” yang terasa di pemilihan warna untuk area fashion dan dress code hitam-hitam bagi semua warga LaSalle yang terlibat di dalam acara itu, harus disayangkan karena ya hanya berhenti sampai disitu aja. Selebihnya, buat saya pribadi banyak bagian yang “miss”. Mulai dari rancangan para siswa yang sebagian masuk dalam kategori biasa aja walau memang ada yang keren-keren juga, masalah di music sound yang kurang pas dan kejar-kejaran ritme, sampai treatment show yang nothing special. Ya semua itu yang membuat saya bisa mengatakan kalau eksekusi akhir acara ini jadi kentang atau kena tanggung.

Overall, keseluruhan acara bagi saya sendiri nggak terlalu sampai yang bikin drop. Tetep ada moment-moment yang bisa saya ingat dengan baik, khususnya di sequens terakhir pada rancangan seorang siswi LaSalle bernama Bernanda Antony yang cukup eksperimental. Bernanda menghadirkan mini collection yang terbilang adibusana yang cukup menarik dengan dress berduri-duri besar.

Dan inilah akhir dari cerita saya dari LaSalle Graduation Night “Mascarade Mystique”.

Ps : #nomention #youknowwhoyouare You look so superbbbb at the show, happy to saw you there…J

Actually, I’m Just an Ordinary Girl Who Love To Tell You About Everything That I Love

No No No…I’m Not Fashion Blogger

Saya juga nggak mau kamu kenal saya as a Fashion Blogger. Itu rasanya terlalu berat bagi saya. Saya nggak sehatam itu mengetahui detail-detail tentang fashion. Kalau akhir-akhir ini kamu lihat postingan blog saya tentang fashion, itu bukan karena saya mengkhususkan diri untuk membahas segala sesuatu yang berkaitan dengan fashion. Saya menceritakan semua itu karena, ya karena saya memang ingin bercerita tentang hal itu. Saya tulis apa yang ingin saya tulis. Saya menceritakan apa yang ingin saya ceritakan ke kalian.

Saya lebih senang dikenal sebagai pencerita. Pencerita apa saja yang ingin saya ceritakan. Cerita itu kan tidak melulu hal-hal fiktif. Bagi saya cerita itu bisa berupa apa saja. Cerita bisa ada dimana saja. Cerita tidak pernah berbatas akan topik atau semacamnya. Cerita itu seperti udara, selalu melingkupi kita.

Jika saya banyak bercerita tentang fashion, itu tidak lain karena hal itulah yang akhir-akhir ini selalu berputar-putar disekitar saya. Frekuensi yang cukup sering wara wiri di acara fashion karena side job saya sebagai jurnalis online disalah satu portal online membuat saya punya banyak cerita tentang lingkup fashion. Bukan cerita mendetail tetang trend fashion terbaru, mix and match keren, hot items fashion yang sekarang sedang in, atau gaya berpakaian saya yang up to date bin fashionista abesss.

I want to tell you right now, I’m not fashionista. Jeans dan T-shirt, polo shirt, atau yaaa paling mentok kemeja, itulah satu-satunya gaya yang bisa kamu lihat dari saya. Tapi saya nyaman banget dengan gaya saya itu, seenggaknya untuk sekarang-sekarang ini. Jadi belum kepikiran banget untuk mengubah ke kasual an saya yang sangat jauh dari kesan fashionista, malah terkadang saya pikir cenderung nista :p.

 

Jadiiii….bagi saya ini adalah sebuah pengenalan yang rasanya cukup terlambat tentang saya. Yeaahhhh welcome to my world. I write what I want to write. I say what I want to say. I do what I want to do…Cheerssss….

 

-AAZ-

INA THOMAS ; BOHO STYLE?, AS ALWAYS I SAW HER….

Ina Thomas dan Bohemian Style, udah kayak amplop sama perangko

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada Rabu sore, teman saya mengirimi saya pesan singkat tentang jadwal Fashion Shownya di keesokan sore. Saat menerima pesan singkat itu saya segera bertekad untuk hadir ke acara tersebut karena jujur, saya memang sangat ingin bertemu dengan dia dan melanjutkan obrolan saya dengan dia. Obrolan yang sangat-sangat menarik tentang profesinya sebagai model. Jadilah di Kamis sore(14/07) sepulang sekolah, saya buru-buru beres-beres semua yang harus saya bereskan.

Ya ganti baju seragam, ya taro tas, ya keluarin si Whiki alias laptop kesayangan saya dari tas sekolah dan saya pindahkan ke tas yang biasa saya pakai untuk kabur(istilah saya saat harus pergi keluar rumah atau ada liputan), mandi, siap-siap, ya semuanya deh sebelum saya siap lagi untuk langsung pergi keluar rumah. Dengan kecepatan ekstra saya segera menyelesaikan semua persiapan dan cauuu menuju Plaza Indonesia. Disana ada acara dari majalah InStyle, nama acaranya InStyle Soiree.

Saya sebenernya nggak terlalu jelas, acara itu diadakan dalam rangka apa. Tapi dugaan kuat dari saya sih acara itu dalam rangka perayaan Ultahnya majalah InStyle yang pertama. Tujuan utama saya kesana sebenarnya untuk bertemu dengan teman saya ini, bukan sengaja-sengaja untuk liputan seperti biasa, karena juju raja saya masih terlalu ribet dengan jadwal sekolah yang sekarang ini.

Tapi ternyata saya nggak tahan untuk akhirnya menuliskan ini juga, memang bukan di web seperti biasa, melainkan di blog ini. Karena apa?, karena saya baru bisa menuliskannya sekarang, dan kalau untuk ukuran web saya, berita ini sudah sangat basi, karena peraturan ketat deadline disana yang harus mengirimkan berita paling lambat 1 X 24 jam, sementara sekarang ini sudah lewat 3 kali lipat dari waktu deadline…Zzzzz.

InStyle Soiree diadakan di Function Room Plaza Indonesia, acaranya sih ya simple. Seperti perayaan-perayaan majalah mode lainnya, apalagi kalau bukan rangkaian Fashion Show. Di InStyle Soiree ada 2 kali Fashion Show di 2 jam berbeda. Pertama, pada jam 14.30 WIB ada peragaan busana dari Ardistia New York, Designer yang udah lama menetap di New York. Nah Fashion Show ini diadakan juga dalam rangka “pulang kampung” nya Ardistia ke Indonesia, ini juga diadakan untuk perkenalan rancangan-rancangannya yang dari desainnya lebih ke ready to wear yang simple.

Di jam kedua, sekitar pukul 19.30 WIB, barulah para tamu yang hadir disuguhkan 50 koleksi rancangan terbaru dari Ina Thomas yang nggak lain nggak bukan adalah istri dari aktor yang sekarang banting stir jadi pengusaha, Jeremy Thomas.

Kalau biasanya Ina Thomas lebih dikenal dengan signature line atau lini busana utama “INA THOMAS” yang koleksi-koleksinya selalu memiliki nuansa bohemian yang kental. Dalam acara ini Ina Thomas memperkenalkan lini-lini lainnya disamping lini “INA THOMAS” yang sudah jadi signature line dari mantan model ini. Ada 3 lini busana lain yang rancangannya menjadi bagian kompilasi ke 50 busana yang dipamerkan pada malam itu. Lini-lini tersebut adalah, “ROCKING DARLING”, “NYAI”, dan “PATIH”.

Pada peragaan busana malam itu, koleksi pertama yang ditampilkan adalah koleksi-koleksi dari sang lini utama, “INA THOMAS”. Seperti yang sudah-sudah, dalam koleksinya kali ini, Ina Thomas tetap mempertahankan gaya khasnya, yakni Bohemian Style atau yang lebih enak disebut sebagai Boho Style. Dalam koleksinya untuk lini “INA THOMAS”, designer satu ini menampilkan gaun-gaun panjang dengan warna-warna cerah seperti ungu, pink, merah, biru, serta motif-motif print abstrak dengan warna-warna kontras yang cerah. Sementara untuk tekstur busananya sendiri, seperti layaknya busana-busana bernuansa bohemian lainnya koleksi kali ini memiliki tekstur ringan, longgar dan melambai dibeberapa busana.

Boho Style ini memang sejak pertama kemunculan lini “INA THOMAS” pada 2009 silam telah dijadikan andalan atau benang merah utama dalam setiap koleksi dari lini tersebut. Setiap kali saya lihat koleksi terbaru dari “INA THOMAS” selalu always, tidak pernah never pasti saya bergumam dalam hati, “Ini Ina Thomas banget”.

Yaaa…kata-kata itu memang yang saya rasa sangat cocok untuk menginterpretasikan rancangan dari Ina Thomas dengan gaya sehari-hari dia yang sejak pertama saya lihat. Gaya yang jadi andalan Ina Thomas  itu selalu terasa sangat glamor, wah, sometime agak heboh, dengan rambut highlight dan busana-busana yang selalu kental nuansa bohemiannya. Bohemian atau Boho Style memang nampaknya sudah jadi andalan Ina Thomas sejak dulu, bahkan sejak dia belum asyik dengan “mainan baru” sebagai designer.

Tapi melalui lini “ROCKING DARLING” yang jadi satu dari tiga “baby” nya Ina Thomas, dia memberikan sentuhan lain dari boho style yang biasa jadi andalannya. Di lini ini, sama seperti judulnya, Rocking, koleksi di lini ini lebih terasa nuansa rebel nya, seperti penyanyi-penyanyi rock yang selalu kental dengan imej, dark, strong, rebel, semaunya, dan apa ya?. Ya Rock and Roll lah pokoknya…:p.

Di koleksi ini, Ina Thomas menghadirkan busana-busana yang terasa lebih kuat pada konstruksi dan silluet yang sangat terasa untuk gaun-gaun pendeknya. Untuk warnanya sendiri, hitam memang sepertinya sudah sejak dulu jadi signature color untuk tema-tema yang berkaitan atau berbau Rocking, Rock and Roll, Rocker, or whatever about Rock. Dan kemudian warna hitam itu dipadupadankan dengan warna-warna yang lebih netral seperti gold and silver.

Sebenarnya yang bagi saya pribadi, yang lebih menarik perhatian adalah 2 lini lain dari Ina Thomas yang sejak awal diperkenalkan sebagai lini khususnya untuk busana-busana berbahan dasar kain batik. Ada lini “NYAI” yang dikhususkan untuk busana wanita, dan ada lini “PATIH” untuk busana pria. Rasa penasaran saya akan kedua lini tersebut lebih kepada, pertanyaan,
“Kira-kira Ina Thomas akan menampilkan batik dalam bentuk yang bagaimana lagi ya?”,
Yaaa… secara udah banyak banget designer, label, dan retail-retail lain yang sekarang lagi getol-getol nya mengolah kain batik. Dan ternyata untuk kedua lini batiknya ini, Ina Thomas tidak terlalu memayungi keduanya dengan nuansa Boho yang kental seperti biasa ia lakukan di signature line nya.

Lini “NYAI” hadir dengan dress-dress berpotongan simple, tanpa banyak detail, Ina Thomas juga banyak mengaplikasikan kain batiknya kedalam potongan busana bernuansa modern. Tapi sayangnya, bagi saya tidak ada yang baru dalam rancangannya. Saya seperti sudah melihat rancangan kain batik dengan rasa seperti ini berkali-kali sebelumnya.

Sedangkan lini “PATIH” menghadirkan kemeja-kemeja batik lengan panjang dan lengan pendek seperti kemeja-kemeja batik pada umumnya yang sering kita jumpai di banyak acara kondangan atau acara resmi lainnya. Tapi yang membuat kemeja-kemeja batik “PATIH” lebih enak diliat adalah pola slim fit yang diusung. Dengan potongan model slim fit ini, kemeja-kemeja batik itu jadi lebih enak dilihat dan membuat pemakainya kelihatan lebih gagah, karena tidak kedombrongan dan lebih pas di badan.

Itulah laporan pandangan mata saya dari Fashion Show 4 lini busana Ina Thomas di InStyle Soiree

Cerita Dari Malam Final Gadis Sampul 2011

                                      Katanya sih ini Fashion Party ala Gadis

Berawal dari pertanyaan dan permintaan beberapa orang yang hampir semuanya berbunyi,
“Gimana malam final kemarin?, cerita donggg”, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan ini cerita ini. Karena saya pikir, kayaknya agak PR juga kalau harus menceritakan satu persatu ke masing-masing penanya, apalagi dalam bentuk mention di twitter atau sebatas pesan singkat tanpa ngobrol dan bertatap muka. Secara kalau harus bertemu pun susahnya setengah mati dan nggak jadi-jadi. Sementara kalau media ceritanya hanya pesan-pesan singkat atau 140 karakter di twitter kan lumayan repot dan pasti kurang puas ceritanya, secara singkat benerrrr.
Jadi, ini adalah cerita buat siapa aja yang penasaran gimana sih Malam Final Gadis Sampul 2011 yang dari jauh hari dikampanyekan dengan slogan, “Hit The Runway, It’s Fahion Party”.
Selamat membaca, jika ada yang kurang sreg di hati kalian, silakan tinggalkan komentar dan bertanya karena dalam cerita ini juga banyak terdapat rasa kurang sreg dari saya dengan acara yang pernah bikin saya terkesima sekitar 2 tahun lalu.

Kemanakah senyum-senyum ramah nan cantik para finalis Gadis Sampul?

Sekitar pukul 18.30 saya sampai ditempat acara, tepatnya di XXI Ballroom Djakarta Theater bersama seorang teman. Waktu itu keadaannya udah lumayan rame, udah banyak juga yang ngantri di pintu masuk. Tapi berhubung saya nggak pake undangan kayak yang lain, jadilah saya mampir ke meja registrasi khusus dan setelah itu dengan cueknya nerobos masuk. Niatnya sih untuk liat-liat keadaan di dalem dulu.
Sesampainya di dalam venue, ternyata pintu utama ke Ballroom belum dibuka, masih ditutup rapetpetpet, akhirnya saya keluar lagi dan clingak-clinguk siapa tau ada yang dikenal dan bisa diajak ngorbol. Emang udah sama temen sih, tapi kan ya mingle-mingle dikit harus dong…hehehee.
Udah selesai dan bosen mingle-mingle di luar akhirnya saya masuk lagi ke dalam setelah pintu utama Ballroom dibuka, buru-buru saya nge tag tempat yang disediain sama GADIS untuk media yang dateng, tapi acaranya belum mulai-mulai juga, jadilah saya mondar-mandir keluar masuk sampe temen saya bingung sendiri ngeliatnya, sorry ya bookkkk.
Saat keluar masuk itulah akhirnya saya baru sadar (maaf saya kadang memang suka terlambat nyadarin apa-apa) dengan foto-foto ke-20 finalis di billboard yang dipanjang di luar. Saya sempet ngeliatin aja itu foto-foto. Keren sih memang, dan foto-fotonya keliatan niat banget untuk dapetin feel tema utama malam itu, Runway. Tapi difoto-foto itu ke-20 finalisnya foto-fotonya muka nya serius semua, nggak ada senyum-senyumnya kayak biasa. Ya mungkin balik lagi ke tema utama, “Runway”, yang bagi saya juga identik dengan imej high fashion, atau fashion yang lebih serius lah gitu.
Tapi kenapa nggak ada foto-foto finalis dengan senyum-senyumnya yang cantik khas GADIS ya?, jujur jadi ngerasa “something miss” juga. Bagi saya, imej Gadis Sampul nya jadi agak berubah, jadi lebih serius semua. Serius dalam artian pose nya yang serius ya, kayak foto-foto di majalah remaja cewek sebelah yang belum lama ini nyelenggarain ajang pemilihan juga. Keren sih, tapi apa ya?. Tapi nggak GADIS. Apa mungkin karena saya belum terbiasa ngeliat foti-foto finalis semacam itu ya?. Hmmmmm….

Nggak ada Vierra, jadi sambutlah Bayu Rissa

Yuppp yoehhh saudara-saudara. Vierra batal tampil di Malam Final Gadis Sampul 2011, dan diganti dengan penyanyi pendatang baru Bayu Rissa. Cowok keren yang punya karakter suara unik yang juga belum lama ini jadi pengisi acara di ajang pemilihan majalah remaja sebelah itu tuh. Lupa juga sih berapa lagu yang dibawain Bayu Rissa, tapi buat saya oke lah dia sebagai opening. Di lagu terakhir yang Bayu Rissa nyanyiin, muncullah ke 7 alumni Gadis Sampul dari berberapa angkatan berbeda. Mereka itu Bunga Jelita(yang sekarang jadi tambah kurusan) , Thyzia, Ayu Fa, Sere, Nadia Ayesha, Siti Anissa, dan Dina Anjani yang perlu digaris bawahi kayak Barbieeeee. Seriusan deh, Dina Anjani bener-bener kayak Barbie, cantik dan lucu banget, but Damn! I have no picture…hephhh.
Oiya batalnya Vierra tampil di Malam Final ini juga menyebabkan beberapa jadwal acara berubah, tapi nggak terlalu ganggu sih perubahannya, dan nggak yang sampai gimana-gimana.

Acaranya cepet bangetttt….wuzzzzz

Saya juga bingung, kenapa acaranya kok kayaknya cepet banget ya?. Nggak kayak 2 tahun kemarin yang lumayan lama. Padahal acaranya kurang lebih sekitar 2 jam an, tapi asli deh acaranya tuh kerasa cepet banget, tau-tau udah baca nama-nama pemenang aja gitu. Saya sebenernya agak kecewa soalnya ada beberapa bagian yang biasanya ada di tahun-tahun sebelumnya tapi dihilangin begitu aja. Salah satunya adalah UNJUK BAKAT. Catet tuh, UNJUK BAKAT DITIADAKAN. Sayang banget asli sayang banget, padahal itu menghibur banget, ngeliat 20 cewek cantik dengan macam-macam bakat yang mereka punya, siapa juga yang nggak tambah amaze.
Saya nggak akan pernah lupa gaya keren Marcella Pranovia(Pemenang Gadis Sampul 2009) yang dance sambil mengayun-ayunkan stick golf. Saya nggak akan lupa gimana si lincah Puspa Wangi(Finalis Gadis Sampul 2009) yang nari jaipongan dengan pedenya dan gerakannya yang super luwes dan jempol banget. Saya nggak akan lupa aksi dance pake basket yang dilakuin beberapa Finalis Gadis Sampul 2010. Saya nggak akan lupa Gina Meidina Putri(Finalis Gadis Sampul 2010) yang main keyboard dengan muka penuh senyum. Saya nggak akan lupa suara Andania dan Farrah Achmedian yang nyanyiin mars Gadis Sampul yang legendaries itu. Tapi sayangnya, saya nggak akan pernah inget apa yang dilakuin para Finalis Gadis Sampul 2011 selain, perkenalan nama, umur, dan sekolah yang saya pun udah denger di Meet and Greet dan udah baca di majalah, situs, forum dan lain-lain yang berhubungan sama Gadis Sampul.
Hanya perkenalan itulah yang bikin saya kayak ngerasa asing dengan mereka, soalnya ya…nggak ada yang lebih selain perkenalan diri yang itu-itu lagi isinya, that’s it. Nggak ada unjuk bakat. Nggak ada yang nyanyi mars Gadis Sampul, sekali lagi catet, NGGAK ADA YANG NYANYI MAR GADIS SAMPUL :(. Nggak ada yang bisa nancep di otak selain kemunculan Andania diakhir acara yang langsung disambut bisik-bisik beberapa ABG disebelah saya,
“Andania cantik banget ya”.

 Tapi Mapping Video nya kerennnn

Yang paling saya inget dan saya acungi jempol adalah mapping video para finalis Gadis Sampul 2011 yang niattt banget kayaknya. Mapping Video itu adalah video para Finalis Gadis Sampul yang tampilin pose-pose dan profil mereka yang di shoot di atas gedung itu. Emang sih ala-ala ANTM(American Next Top Model) banget, tapi yasudahlah ya, itu emang keren dan bikin berasa high fashion. Keren lah itu. Dan foto-foto billboard mereka keren juga sih meski kurang berasa “GADIS”.

Kurang terasa Fashion sebenarnya

Ya buat saya jujur aja kurang terasa fashionnya, agak setengah-setengah pengangkatan tema “Runway” nya. Video mapping keren, foto oke dan terkesan high fashion banget, tapi tata panggungnya monoton, dan bikin saya mikir, kenapa nggak sekalian dibikin ala-ala catwalk beneran aja sih biar tambah terasa “Runway” nya. Dan nggak ada fashion show ya, adanya fashion dance. Nah untuk pemilihan label dan designer juga beda dari tahun kemarin, Billy Tjong udah nggak didapuk lagi sebagai designer untuk baju penobatan. Untuk fashion shownya juga bukan lagi Danjyo Hiyoji tapi RockInc dan EDBE by Eddy Betty.

Overall acara Malam Final Gadis Sampul 2011 bagi saya sendiri terasa kurang greget dibandingkan 2 tahun kemarin yang saya juga tonton langsung. Kalau tahun ini temanya adalah Runway yang secara otomatis selalu identik dengan fashion, malah kurang terasa. Kalau ditanya kurang terasa dibagian mananya, dengan jujur saya akan jawab semuanya. Karena balik lagi ke topik di atas sebelum ini, pengangkatan temanya setengah-setengah, menggantung dan nggak tuntas. Okey saya kembali bahas satu-satu unsur fashionnya :
– Fashion Show pengiring di lagu Bayu Rissa: Sebenernya itu udah oke, kemunculan 7 alumni langsung menyegarkan suasana, jadi ini skip lah.
-Fashion Dance: Kenapa fashion dance?, kenapa nggak fashion show aja sekalian?. Kenapa nuansa bajunya harus sama dengan baju yang dipake saat fashion show pengiring Bayu Rissa?. Di Bayu Rissa itu hanya pengiring loh, bukan sajian utama.
-Kemunculan ke 20 finalis dengan baju EDBE by Eddy Betty: Ini, atau mungkin ini dia fashion shownya?, tapi kurang terasa karena malah terkesan nggak serius. Dan EDBE ini lini ready to wear juga sama kayak RockInc yang dipake saat fashion show pengiring dan fashion dance. Okelah kalau memang pemilihan warnanya lebih soft dan nggak main di color blocking kayak RockInc, tapi ini nggak jauh beda sama nuansa baju penobatan yang black and white berpotongan cenderung simple dan kurang “wah”, lebih cantik dan wah tahun kemarin.
-Foto dan Video Mapping : Ini udah keren dan niat banget, walau sebenernya bisa lebih dimaksimalin lagi. Tapi saya harus akui, ini keren dan langsung bikin nuansa high fashion.

Dan inilah nama-nama pemenang Gadis Sampul 2011 :

-Gadis Sampul Favorit Pilihan Pembaca : Filly Lovely Tan nomor urut. 2 wakil dari Jakarta

-Gadis Sampul Pilihan Favorit Penonton : Olivia Pramaisella nomor urut. 3 wakil dari Jakarta

-Runner Up 2 Gadis Sampul 2010 : Marie Celia Myra nomor urut. 8 wakil dari Semarang

-Runner Up 1 Gadis Sampul 2010 : Claudia Marcia nomor urut. 20 wakil dari Jakarta

-Juara 1 Gadis Sampul 2010 : Dahlia Poland nomor urut. 3 wakil dari Bandung

Yaaa….untuk ulang tahun ke 25 Gadis Sampul, Malam Final Gadis Sampul 2011 ini sebenarnya terasa biasa aja. Nggak jauh beda dengan sebelum-sebelumnya, malah saya pribadi kurang puas. Semoga di tahun-tahun selanjutnya bisa lebih keren lagiiii…AminAminAminnnn….:D

Ya saya rasa segitu dulu lah yang bias saya ceritakan. Kurang lebihnya mohon maaf…
Tapi yang jelas….
Salam bahagia untuk Gadis Sampulllll….:D