INA THOMAS ; BOHO STYLE?, AS ALWAYS I SAW HER….

Ina Thomas dan Bohemian Style, udah kayak amplop sama perangko

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada Rabu sore, teman saya mengirimi saya pesan singkat tentang jadwal Fashion Shownya di keesokan sore. Saat menerima pesan singkat itu saya segera bertekad untuk hadir ke acara tersebut karena jujur, saya memang sangat ingin bertemu dengan dia dan melanjutkan obrolan saya dengan dia. Obrolan yang sangat-sangat menarik tentang profesinya sebagai model. Jadilah di Kamis sore(14/07) sepulang sekolah, saya buru-buru beres-beres semua yang harus saya bereskan.

Ya ganti baju seragam, ya taro tas, ya keluarin si Whiki alias laptop kesayangan saya dari tas sekolah dan saya pindahkan ke tas yang biasa saya pakai untuk kabur(istilah saya saat harus pergi keluar rumah atau ada liputan), mandi, siap-siap, ya semuanya deh sebelum saya siap lagi untuk langsung pergi keluar rumah. Dengan kecepatan ekstra saya segera menyelesaikan semua persiapan dan cauuu menuju Plaza Indonesia. Disana ada acara dari majalah InStyle, nama acaranya InStyle Soiree.

Saya sebenernya nggak terlalu jelas, acara itu diadakan dalam rangka apa. Tapi dugaan kuat dari saya sih acara itu dalam rangka perayaan Ultahnya majalah InStyle yang pertama. Tujuan utama saya kesana sebenarnya untuk bertemu dengan teman saya ini, bukan sengaja-sengaja untuk liputan seperti biasa, karena juju raja saya masih terlalu ribet dengan jadwal sekolah yang sekarang ini.

Tapi ternyata saya nggak tahan untuk akhirnya menuliskan ini juga, memang bukan di web seperti biasa, melainkan di blog ini. Karena apa?, karena saya baru bisa menuliskannya sekarang, dan kalau untuk ukuran web saya, berita ini sudah sangat basi, karena peraturan ketat deadline disana yang harus mengirimkan berita paling lambat 1 X 24 jam, sementara sekarang ini sudah lewat 3 kali lipat dari waktu deadline…Zzzzz.

InStyle Soiree diadakan di Function Room Plaza Indonesia, acaranya sih ya simple. Seperti perayaan-perayaan majalah mode lainnya, apalagi kalau bukan rangkaian Fashion Show. Di InStyle Soiree ada 2 kali Fashion Show di 2 jam berbeda. Pertama, pada jam 14.30 WIB ada peragaan busana dari Ardistia New York, Designer yang udah lama menetap di New York. Nah Fashion Show ini diadakan juga dalam rangka “pulang kampung” nya Ardistia ke Indonesia, ini juga diadakan untuk perkenalan rancangan-rancangannya yang dari desainnya lebih ke ready to wear yang simple.

Di jam kedua, sekitar pukul 19.30 WIB, barulah para tamu yang hadir disuguhkan 50 koleksi rancangan terbaru dari Ina Thomas yang nggak lain nggak bukan adalah istri dari aktor yang sekarang banting stir jadi pengusaha, Jeremy Thomas.

Kalau biasanya Ina Thomas lebih dikenal dengan signature line atau lini busana utama “INA THOMAS” yang koleksi-koleksinya selalu memiliki nuansa bohemian yang kental. Dalam acara ini Ina Thomas memperkenalkan lini-lini lainnya disamping lini “INA THOMAS” yang sudah jadi signature line dari mantan model ini. Ada 3 lini busana lain yang rancangannya menjadi bagian kompilasi ke 50 busana yang dipamerkan pada malam itu. Lini-lini tersebut adalah, “ROCKING DARLING”, “NYAI”, dan “PATIH”.

Pada peragaan busana malam itu, koleksi pertama yang ditampilkan adalah koleksi-koleksi dari sang lini utama, “INA THOMAS”. Seperti yang sudah-sudah, dalam koleksinya kali ini, Ina Thomas tetap mempertahankan gaya khasnya, yakni Bohemian Style atau yang lebih enak disebut sebagai Boho Style. Dalam koleksinya untuk lini “INA THOMAS”, designer satu ini menampilkan gaun-gaun panjang dengan warna-warna cerah seperti ungu, pink, merah, biru, serta motif-motif print abstrak dengan warna-warna kontras yang cerah. Sementara untuk tekstur busananya sendiri, seperti layaknya busana-busana bernuansa bohemian lainnya koleksi kali ini memiliki tekstur ringan, longgar dan melambai dibeberapa busana.

Boho Style ini memang sejak pertama kemunculan lini “INA THOMAS” pada 2009 silam telah dijadikan andalan atau benang merah utama dalam setiap koleksi dari lini tersebut. Setiap kali saya lihat koleksi terbaru dari “INA THOMAS” selalu always, tidak pernah never pasti saya bergumam dalam hati, “Ini Ina Thomas banget”.

Yaaa…kata-kata itu memang yang saya rasa sangat cocok untuk menginterpretasikan rancangan dari Ina Thomas dengan gaya sehari-hari dia yang sejak pertama saya lihat. Gaya yang jadi andalan Ina Thomas  itu selalu terasa sangat glamor, wah, sometime agak heboh, dengan rambut highlight dan busana-busana yang selalu kental nuansa bohemiannya. Bohemian atau Boho Style memang nampaknya sudah jadi andalan Ina Thomas sejak dulu, bahkan sejak dia belum asyik dengan “mainan baru” sebagai designer.

Tapi melalui lini “ROCKING DARLING” yang jadi satu dari tiga “baby” nya Ina Thomas, dia memberikan sentuhan lain dari boho style yang biasa jadi andalannya. Di lini ini, sama seperti judulnya, Rocking, koleksi di lini ini lebih terasa nuansa rebel nya, seperti penyanyi-penyanyi rock yang selalu kental dengan imej, dark, strong, rebel, semaunya, dan apa ya?. Ya Rock and Roll lah pokoknya…:p.

Di koleksi ini, Ina Thomas menghadirkan busana-busana yang terasa lebih kuat pada konstruksi dan silluet yang sangat terasa untuk gaun-gaun pendeknya. Untuk warnanya sendiri, hitam memang sepertinya sudah sejak dulu jadi signature color untuk tema-tema yang berkaitan atau berbau Rocking, Rock and Roll, Rocker, or whatever about Rock. Dan kemudian warna hitam itu dipadupadankan dengan warna-warna yang lebih netral seperti gold and silver.

Sebenarnya yang bagi saya pribadi, yang lebih menarik perhatian adalah 2 lini lain dari Ina Thomas yang sejak awal diperkenalkan sebagai lini khususnya untuk busana-busana berbahan dasar kain batik. Ada lini “NYAI” yang dikhususkan untuk busana wanita, dan ada lini “PATIH” untuk busana pria. Rasa penasaran saya akan kedua lini tersebut lebih kepada, pertanyaan,
“Kira-kira Ina Thomas akan menampilkan batik dalam bentuk yang bagaimana lagi ya?”,
Yaaa… secara udah banyak banget designer, label, dan retail-retail lain yang sekarang lagi getol-getol nya mengolah kain batik. Dan ternyata untuk kedua lini batiknya ini, Ina Thomas tidak terlalu memayungi keduanya dengan nuansa Boho yang kental seperti biasa ia lakukan di signature line nya.

Lini “NYAI” hadir dengan dress-dress berpotongan simple, tanpa banyak detail, Ina Thomas juga banyak mengaplikasikan kain batiknya kedalam potongan busana bernuansa modern. Tapi sayangnya, bagi saya tidak ada yang baru dalam rancangannya. Saya seperti sudah melihat rancangan kain batik dengan rasa seperti ini berkali-kali sebelumnya.

Sedangkan lini “PATIH” menghadirkan kemeja-kemeja batik lengan panjang dan lengan pendek seperti kemeja-kemeja batik pada umumnya yang sering kita jumpai di banyak acara kondangan atau acara resmi lainnya. Tapi yang membuat kemeja-kemeja batik “PATIH” lebih enak diliat adalah pola slim fit yang diusung. Dengan potongan model slim fit ini, kemeja-kemeja batik itu jadi lebih enak dilihat dan membuat pemakainya kelihatan lebih gagah, karena tidak kedombrongan dan lebih pas di badan.

Itulah laporan pandangan mata saya dari Fashion Show 4 lini busana Ina Thomas di InStyle Soiree

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s