Jeidy Azahary ; The Unique Oriental Model

Mungkin Jeidy bukan tipikal model oriental cantik, tapi dia unik. Itu yang membuat dia kerap mencuri perhatian dalam setiap penampilannya. She’s Unique. She’s Stunning!

Model catwalk berwajah Oriental memang bukanlah hal baru dalam dunia fesyen Indonesia. Saya pun sudah berkali-kali melihat para model catwalk berwajah Oriental berseliweran di berbagai fashion show. Sebagian besar dari mereka memiliki tipikal kecantikan Oriental yang hampir serupa. Tubuh tinggi ramping, kulit putih sehalus porselen, rambut hitam tergerai indah, serta struktur wajah yang halus dengan kecantikan khas Oriental tipikal Michelle Yeoh atau Zhang Ziyi.


Lalu sampailah pada saat ketika saya mulai mengenal nama Jeidy Azahary. Seorang model berwajah Oriental yang membawa nuansa tersendiri. Tubuhnya memang terbilang memenuhi standar sebagai seorang model dengan tinggi 175cm dan berat 48kg. Namun ada beberapa hal berbeda yang ada pada model yang tergabung dalam B-Management ini. Rambutnya yang hitam dipangkas pendek sebatas leher, bahkan sempat benar-benar menyerupai jamur. Struktur wajahnya tidaklah sehalus model-model berwajah Oriental lainnya, Jeidy memiliki rahang persegi yang cukup menonjol, kedua matanya pun sangat sipit dan sayu. Jika dirangkumkan, atau dituliskan dalam satu kata Jeidy Azahary=Unik!.


Model kelahiran Jakarta, 18 November 1984 dan  masih memiliki garis keturunan Tionghoa dari sang Mama, memulai karirnya pada tahun 2004 dengan mengikuti sekolah modeling Flash kepunyaan designer Adjie Notonegoro. Kepindahannya ke Bangladesh pada tahun 2005 karena mengikuti sang Ayah yang ditugaskan disana tidak lantas membuat karirnya modelingnya terhenti, hal ini terbukti dengan keterlibatannya dalam Lakme Fashion Week di New Delhi India dan Fashion Show di KBRI Dhaka, Bangladesh di tahun 2005-2006 berkat ketekunan Jeidy dalam mencari link modeling di India.


Sekembalinya ke Indonesia, baru pada tahun 2009 Jeidy mulai merintis karirnya kembali dengan mengikuti ajang pemilihan wajah Femina dan terpilih sebagai salah satu dari keduapuluh finalis Wajah Femina 2009. Setelahnya berturut-turut sosok Jeidy Azahary semakin mudah dijumpai dalam berbagai fashion show designer ternama seperti Adjie Notonegoro, Eddy Betty, Adrian Gan, serta beberapa pekan mode prestisius seperti Jakarta Fashion Week dan Jakarta Fashion and Food Festival. Selain aktif sebagai model catwalk, sulung dari dua bersaudara ini juga telah membintangi beberapa iklan, belasan fashion photoshoot, serta masih tercatat sebagai siswi dari London School of Public Relations jurusan Mass Communication.

Teks: Armadina
Foto:
-Windy Sucipto
-Burhanudin Prawiradimulya
-Winda Halomoan

Darell Ferhostan ; The Androgyny Model Who Made Me Falling In Love

Maybe I don’t care with Andrej Pejic, but I really really care with Darell Ferhostan, he’s really awesome!

Apa yang terlintas saat kamu mendengar kata Androgini?. Bagi saya Androgini itu adalah mereka yang tidak mengenal keterikatan batas gender dalam berpenampilan. Androgini ibarat bunglon, mereka yang ada dalam garis androgini selalu bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Sekali waktu bisa berpenampilan selayaknya pria, namun di waktu lain bisa juga berperan sebagai wanita. Bisa juga, mereka yang disebut Androgini malahan sulit untuk dideskripsikan ataupun dikelompokkan dalam satu gender. Terlalu cantik jika dikategorikan pria, tapi juga terlalu memilki struktur tubuh maskulin bila dikategorikan wanita. Kurang lebih seperti itu, dan juga sebaliknya.

Adalah Darell Ferhostan, seorang model cowok pendatang baru yang telah mencuri perhatian saya sejak pertemuan pertama. Darell sangat berbeda dari semua model cowok yang pernah saya tau. Rambutnya tergerai panjang melewati punggung, badannya tinggi semampai, ramping tanpa otot bertonjolan di lengan atau dada seperti yang sudah menjadi stereotipe model pria, kulitnya putih bersih dan raut wajahnya begitu lembut.
Kesimpulannya, Darell terlalu cantik sebagai cowok.


Dan itulah Darell, dia memang bukan seperti model cowok kebanyakkan. Jauh dari kesan macho dan maskulin. Jangan heran, karena Darell adalah model Androgini. Jenis model yang mengaburkan batasan gender pria dan wanita. Sekali waktu dia kelihatan ganteng dengan outfit cowok, tapi di waktu lain dia benar-benar cantik dengan outfit cewek.

Cowok kelahiran Jakarta, 16 November 1991 ini memulai karir modelingnya baru sejak Februari 2011, berawal dari beberapa photoshoot untuk produk fashion indie yang saat ini sedang menjamur. Setelahnya, baru pada pertengahan Mei 2011 ia menerima job pertamanya sebagai model catwalk. Tidak tanggung-tanggung, Darell langsung didapuk sebagai model pembuka atau first face dalam fashion show yang menampilkan karya designer Yossafat. Setelah itu Darell kembali tampil berturut-turut dalam fashion show koleksi EdBe by Eddy Betty, ESMOD Graduation, dan LaSalle Graduation.

Dengan tinggi 185 cm dan berat 63 kg ditambah segala keunikkan yang ia miliki, termasuk faktor Androgini didalamnya. Rasanya tidak berlebihan bila Darell menjadi salah satu dari sekian nama model newcommer paling menjanjikan.
Yeahhh at least, we can say Will See and Welcome Darell Ferhostan to our fashion industry!.

Teks: Armadina
Foto:
-Luki (lukimages.blogspot.com)
-Ejja Pahlevi
-Christina Phan
-Arselan Ganin for EdBe
More Photos about Darell: darellferhostan.tumblr.com

Ice Skateeee….

Oke mungkin ini norak, tapi ini pertama kalinya saya liat ice skate secara langsung :p

Sebenarnya hari Jum’at kemarin bagi saya termasuk dalam kategori bad day. Semuanya bikin saya stress. Yang paling-paling adalah miss communication yang terjadi antara saya, si Mas Editor dan PR salah satu Mall gede di Jakarta. Tapi itu bener-bener bikin saya bete dan nggak semangat seada-adanya.
Singkat cerita, berawal dari kebetean saya yang udah sampai di leher itu. Akhirnya saya muter-muter Mall dan menemukan pemandangan yang untuk pertama kalinya saya lihat…Iceee Skateee…hahahaa. Saya tau ini norak banget, karena itu hanya arena ice skate dadakan disalah satu mall itu. Jadi ya sebenernya arena Ice skate nya biasa aja dan nggak terlalu besar juga. Tapi tetep aja saya ngeliatnya excited banget, soalnya memang baru pertama kali lihat Ice Skate secara langsung…hahahaa.

Arena Ice Skate

SURPRISE!

More than you know, more than I knew.

Saya selalu suka dengan orang baru. Punya kenalan baru, punya teman baru, punya cerita-cerita baru. Itu semua bikin saya semakin kaya akan pengalaman baru dengan orang-orang baru disekitar saya. Sejak dulu saya selalu suka hal itu. Menyenangkan sekali rasanya saat saya mengenal orang-orang baru dengan macam-macam cerita berbeda. Mungkin itu juga salah satu sebabnya saya betah jadi tukang kuli tinta di dua tahun belakangan ini. Karena selalu ada saja orang-orang baru dan teman-teman baru yang saya temui.

Dan hari ini, sekitar 2 dini hari saya dikejutkan dengan pesan singkat salah seorang teman baru saya. Mungkin saya nggak akan sesurprise ini kalau saja teman saya ini datang dari background biasa saja, bukan “someone with something”. Tapi sayangnya, dan beruntungnya, teman saya ini adalah “someone with something”. Maksud saya, dia itu “someone”, someone dalam artian dia punya “nama” yang saya rasa sudah cukup besar/cukup dikenal dalam bidangnya. Dan “with something” karena dia punya “sesuatu” yang menarik. HmmHmmm…gimana ya jelasinnya?. Saya juga bingung.

Hmmm…singkatnya, dan yang jelas dia akan jadi tamu di blog ini. Dia akan nulis disini. Dia akan share, I wish, banyak hal menarik dari sudut pandang dia, sebagai dia apa adanya, bukan as a “long legs” yang selama ini orang-orang tau tentang dia. Mungkin kamu penasaran siapa dia, tapi saya rasa saya nggak perlu cerita. Nanti kamu juga tau siapa dia, I hope, tapi bukan dari penjelasan saya.
Kalau seandainya setelah kemunculan dia kamu nggak tau juga siapa dia, dan nggak bisa juga mengira-ngira siapa dia, atau sekadar membayangkan bagaimana dia. Kamu harus percaya sama saya, dia adalah seseorang yang sangatsangat menarik, kalau enggak, mana mungkin saya sampai sesurprise ini…:p.
Ini sebuah kejutan, surprise. Karena dia, ternyata lebih dari yang selama ini saya tau. Lebih dari yang mungkin kamu tau tentang dia.
More than I knew. More. More. More.

-AAZ-

Today I Meet Her

The First Model in my blog

Manusia tidak dilahirkan seorang diri. Ada banyak orang lain disekitar kita. Sendiri bukan takdir, tapi pilihan untuk menjadi. Setiap saat, setiap waktu, selalu ada orang lain. Dengan rupa berbeda. Dengan sudut pandang berbeda. Dengan cara berpikir berbeda. Dengan cerita yang berbeda. Dan hari ini adalah salah satu hari keberuntungan saya. Karena dari sekian banyak yang berbeda itu, saya bertemu dengan satu orang, atau mungkin tepatnya salah satu orang yang sedikit banyak memiliki kesamaan “cerita” dengan saya. It’s like de javu :p

Berbicara panjang lebar, as always I did with another person in another time and place, dengan dia. Ada satu waktu dimana saya speechless, bingung harus tanya dan ngomong apalagi. Ya, memang speechless seperti itu ditengah pembicaraan bukan kali pertama atau kedua saya alami. Tapi kali yang satu ini, kali yang sekarang ini beda kasus. Saya speechless bukan karena terkagum-kagum dengan jawaban dia yang mungkin berapi-api atau dengan semangat juang 45, bukan itu, dia jawab pertanyaan saya santai banget, seperti ngobrol biasa teman sama teman. Bukan juga karena terkagum-kagum dengan jawaban berbunga-bunga penuh quotes dan kata-kata super bijak, bukan itu, dia jawab pertanyaan saya apa adanya, jujur tanpa mengada-ada, saya tau itu.

Saya mendadak mengalami speechless, dan sempat menerawang beberapa saat karena apa yang dia pikirkan, apa yang jadi dasar pemikirannya, untoldstories nya, dan beberapa sifat dia ternyata mirip malah cenderung serupa dengan saya. Dari sekian orang yang pernah saya ajak ngobrol, wawancara, atau saya tanya ini itu, jujur baru satu kali ini saya bertemu dengan jawaban “mirror” seperti itu. Saat mendengar jawaban dia, mendengar ceritanya, saya sempat beberapa kali merasa, “Ini Gue kok kayak lagi ngaca ya?”.

Ya bukan ngaca dalam artian harafiah tentunya, bukan juga ngaca secara fisik karena itu lebih nggak mungkin lagi. Tapi ya seperti yang saya sempat katakan tadi, ada kemiripan atau kesamaan saya dan dia dalam beberapa hal yang saat mendengarnya bikin saya tarik napas dalam-dalam dan menarawang sedikit. Tapi saya nggak akan kasih tau disini apa kemiripan dan kesamaan itu secara spesifik, nggak disini, bukan disaat ini, mungkin nanti, entah kapan, disaat yang berbeda tentunya, dan mungkin di media yang berbeda. I hope. I hope, I can tell you what is. Someday.

Ps to “you know who you are” : Nice to know, to meet, to share, to chit chat, to breakfasting. Thank You. Thanks for everything  🙂

 

-AAZ-

Prinka Cassy ; West Look Indonesian Model, The Newcomer!

For sure All, ajaklah dia berbicara bahasa Indonesia, dia bukan Bule.

Tidak banyak model pendatang baru alias newcomer yang memiliki karir cemerlang di tahun-tahun awal kemunculannya dalam jagad fesyen Indonesia. Dari belasan nama model newcomer yang ada, rasanya mereka yang memiliki karir mencorong jumlahnya bisa dihitung dengan jari disatu tangan. Tidak mengherankan memang hal seperti itu terjadi, terlebih jika kita melihat peta persaingan model catwalk yang sangat ketat, ditambah dengan ekspansi model-model import yang semakin menggila belakangan ini.
Lalu terdengarlah nama Prinka Cassy, seorang model berwajah Londo yang namanya sempat menjadi buah bibir atas segala pencapaiannya yang terbilang tidak biasa di dua tahun karirnya. Dua tahun karir yang segera melesatkan Prinka ke dalam jejeran model papan atas Indonesia.

Prinka Cassy Pertiwi adalah seorang model berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki darah campuran Manado-Sunda-Belanda. Kewarganergaraan Prinka saya rasa memang harus di bold seperti itu karena tidak hanya ada satu dua kasus orang-orang yang mengira bahwa model yang memiliki warna rambut dark brown ini adalah model import alias bule yang kini semakin marak berseliweran di panggung mode Indonesia. Padahal Prinka yang kerap menjadi model langganan desainer Ghea Panggabean ini sangatlah Indonesia dibalik wajah bule yang ia miliki, mulai dari cara dan gaya bicara, sampai attitude di atas catwalk.

Prinka memulai kariernya dengan mengikuti ajang pemilihan model “Gading Model Search” pada tahun 2009 dan memperoleh juara ketiga dalam ajang pemilihan tersebut. Sebagai model Indo, Prinka memiliki raut wajah yang unik serta berbeda dari para model berdarah campuran kebanyakkan. Hal tersebut menjadi salah satu kelebihan Prinka diantara para model lainnya, disamping tubuh proporsional dengan tinggi 179cm dan berat 53kg yang ia miliki. Dengan semua kelebihan yang ia miliki, tak heran bila sulung dari tiga bersaudara ini masuk dalam jejeran model pendatang baru alias newcomer yang patut diperhitungkan. Sosoknya kini sangat mudah dijumpai diberbagai pagelaran fashion para designer ternama seperti Biyan, Sebastian Gunawan, Priyo Oktaviano, dan Ghea Panggabean.

Desainer Ghea Panggabean yang terkenal akan rancangan-rancangan berbau etniknya bahkan sempat memboyong Prinka pada pagelaran fashionnya “The Splendor of Indonesia” di Milan, Italia pada Oktober 2010 lalu. Selain itu, gadis bermata sayu kelahiran Jakarta, 26 November 1991 ini juga terpilih sebagai Face Icon Jakarta Fashion and food Festival 2011. Dan yang terpenting adalah semua itu dicapainya dalam waktu kurang dari dua tahun karirnya dalam dunia modeling Indonesia!. Sebuah pencapaian yang terbilang sangat mengesankan untuk ukuran seorang model newcomer di Indonesia.

Disela-sela kesibukkannya sebagai model catwalk, serta aktivitas lainnya, Prinka masih menyempatkan diri untuk menekuni salah satu hobi favoritnya yakni membaca buku-buku yang berhubungan dengan sejarah dan biografi orang-orang terkenal.

Teks: Armadina
Foto :
-Windy Sucipto
-AMICA Indonesia
-Doc Pribadi
-Facebook Prinka Cassy