Had A Good Time With Me, My Self, and I

Saya rasa setiap orang pasti perlu menghabiskan waktu dengan dirinya sendiri.

Jangan tanya berapa kali sudah saya mengalami titik jenuh. Bosan. Capek. Bahkan eneg dengan semua aktivitas yang saya jalankan. Kadang terasa aneh memang, karena apa yang saya jalankan ini memang yang sudah menjadi pilihan saya. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya nggak bisa, atau mungkin belum bisa membendung saat rasa jenuh, capek, bosan, atau eneg itu datang.
Setiap orang punya cara berbeda untuk meredam semua perasan itu. Ada yang memilih liburan ke tempat sepi, memperbanyak istirahat di rumah, melakukan suatu perjalanan unpredictable, atau melakukan hobi atau apa saja yang menjadi kegemaran mereka. Dan saya pun sampai saat ini punya cara sendiri yang bagi saya menyenangkan, praktis, dan hemat, karena berhubung saya nggak akan ada budget untuk liburan.

Setiap kali saya sudah merasa mumet dengan semuanya, ada 2 cara yang biasa saya lakukan. Pertama, isitirahat dirumah, tidur. Yup saya suka sekali tidur. Buat saya itu menyenangkan dan menenangkan. Tapi kalau hanya tidur, saya nggak akan mencritakannya disini :p

Yang kedua adalah jalan-jalan keliling Jakarta. Yap!. Saya tau mungkin bagi sebagian dari kalian pasti akan mikir, “Ngapain juga jalan-jalan keliling Jakarta?, yang bener aja. Panas, macet, debu, polusi…Iuuhhhh”.
Hahahahaaa….Whatever, I don’t care. For sure until now, I must say like this,
“I Love Jakarta”.

Banyak tempat yang bagi saya sangat menarik. Dan saya sangat menikmatinya. Salah satunya adalah La Sagrada Familia made In Indonesia, alias Katedhral Jakarta….hahahaaa.

Kenapa saya bisa “nyasar” ke Katedhral?. Nah jawabannya adalah, saya memang sengaja jalan-jalan kesana seusai liputan acara jalan santai di Monas. Saya parkir motor di Lapangan Banteng, dan jalan kaki berkeliling sekitar Lapangan Banteng, Katedhral dan Masjid Istiqlal. Rasanya menyenangkan bisa jalan-jalan santai disana sendirian. Yaaappp…hanya sendirian. Itu membuat saya memiliki saat-saat menyenangkan seorang diri. Menikmati sekitar dan sibuk sendiri dengan Me, My Self, and I.

Puas jalan-jalan diseputaran Lapangan Banteng-Katedhral, dan Istiqlal pun saya melanjutkan acara jalan-jalan bersama diri saya sendiri menuju Blok M. Dan akhirnya had a fantastic dinner all you can eat di PIM. Saya rasa hari itu sangat menyenangkan, walau besoknya saya langsung sakit karena kecapean, but I don’t really care :p. LOL.

Ohiyaaa…Saya dapet 3 benda ini juga waktu di Blok M. 2 buku dan 1 USB Hub berbentuk coklat. Lucuuuuu! 😀

Cerita Cinta Di Konser 25 Tahun Kahitna

Sebuah persembahan manis bagi para Soulmate Kahitna, that’s so sooo sweet moment!

Sejujurnya, dan jujur sebenarnya saya nggak terlalu familiar dengan Kahitna. Meski lagu-lagu mereka sering saya dengar di berbagai kesempatan. Tapi berhubung saya tumbuh besar di era band dengan lagu melayu mendayu-dayu yang…hephhhh…I can’t say what I mean, lebih dikenal sekaligus lebih familiar dibandingkan lagu-lagu cinta nan romantis ala Kahitna, jadilah saya lebih banyak nggak terlalu hafal judul lagu-lagu Kahitna meski sering dengar lagu itu.

Tapi kan kalau begitu saya bukan termasuk golongan orang yang nggak tahu sama sekali tentang Kahitna, saya tau kok meski nggak terlalu fasih jika diminta menyebutkan A-Z tentang Band nya Mas Yovie Widyanto ini. Dan lagu terakhir dari Kahitna yang masih sering terdengar mengalun di dalam kepala saya sendiri adalah lagu Mantan Terindah. Bukan karena pengalaman pribadi saya yang kisahnya mirip dengan lagu itu,tapi karena lagu itu memang belum lama diliris ke pasaran kan?. Jadilah saya cukup hafal dan familiar dengan lagu yang sering bikin galau salah satu teman sekolah saya itu.

Sampai akhirnya beberapa bulan lalu saya mendengar kabar kalau Kahitna akan mengadakan konser ulang tahunnya yang ke 25 dari twitter seorang teman. Saat tau tentang hal itu saya pun langsung mikir,
“Waahhh Kahitna itu udah 25 tahun ya umurnya?. Gilaaa udah lama banget ya ternyata”.

Dari situlah akhirnya saya penasaran pengen nonton konser Kahitna, ya tapi tetep lah nggak mungkin cuma duduk manis dan nonton-nonton cantik konsernya tanpa “do something” alias sekalian liputan. Dan berangkatlah saya pada hari H, tepatnya Kamis 15 September 2011 ke JCC ditengah  siraman gerimis yang sudah cukup membuat saya basahhhh.

Setelah membelah jalanan basah Jakarta, saya tiba di venue sekitar jam  8 malam, dan thank God konser belum dimulai. Konser dimulai sekitar jam 20.30 WIB, dengan penampilan acapela dari saya-nggak-tau-siapa-itu, dan setelahnya dilanjutkan dengan dialog cinta dari Anjasmara dan Dian Nitami yang bikin 4000 orang di Planery Hall JCC histeris karena isi dialog yang sangat romantis. Dialog yang diucapkan pasangan artis itu tidak lain dan tidak bukan adalah cuplikan dari syair-syair lagu Kahitna yang honestly, amat sangat romantis.

Secara keseluruhan, saya cukup menikmati konser itu, walau saya banyak nggak hapal lagu-lagu Kahitna. Tapi for sure saya sangat suka crowd yang tercipta disana, sangat intim, super ramai, dan hangat sekali antara Kahitna dan 4000 Soulmate yang memenuhi Planery Hall. Saya sendiri sejak awal sangat kagum dengan antusiasme seluruh penonton di konser Kahitna itu, hebat sekali, satu Planery Hall benar-benar penuhhhh, saya hampir tidak menemukan bagian-bagian kosong disana, dan memang menurut keterangan pihak penyelenggara, semua tiket sold out tak bersisa.

Dalam durasi  hampir 3 jam, Kahitna membawakan 25 lagu-lagu hits mereka, termasuk di dalamnya satu lagu baru berjudul “Suami Terbaik”. Lagu “Suami Terbaik” ini adalah lagu teranyar dari Kahitna untuk album terbarunya, dan serius, kalian harus denger lagu ini, liriknya bikin melelehlehlehhh. So sweet sekaliii lagunya.

Oiya lagu-lagu hits Kahitna yang dibawakan pada konser itu diantaranya adalah, Merenda Kasih, Aku Dirimu Dirinya, Andai Dia Tahu, Tak Mungkin Memiliki, Tak Akan Terganti, Enggak Ngerti, dan Cerita Cinta.
Jika adalah masalah yang cukup mengganggu pada konser itu adalah Sound yang sempat bermasalah dan penampilan dari para bintang tamu(The Groove, Maliq and D’Essential, dan RAN) yang sedikit memecah konsentrasi, walau nggak terlalu mengganggu juga sih sebenarnya, tapi lumayan jadi terpecah konsetrasinya.

Nico Christianto ; Streetballers Male Model

Tubuh tegap dengan pembentukkan otot-otot yang nyaris sempurna serta wajahnya yang maskulin khas pria Jawa menjadi ciri tersendiri bagi model pria satu ini.

Diantara sekian banyak model-model pria yang sering dijumpai pada pagelaran busana designer atau merek ternama, wajah model pria satu ini sudah tidak asing lagi. Berawal dari ajakan seorang teman untuk membuat foto composite, karir modelingnya perlahan mulai dilirik salah satu agency model ternama. Agency model yang kini telah secara resmi menaunginya, Jakarta International Management(JIM).

Memiliki nama lengkap, Andreas Nico Christianto, cowok kelahiran Jakarta 21 November ini baru memulai karir modelingnya di tahun 2009 silam, dan di tahun yang sama pula ia berhasil memperoleh juara 2 dalam ajang pemilihan Gading Model Search(GMS). Tidak hanya itu, Nico juga menjadi salah satu model pria yang mewakili Indonesia dalam ajang Asian Model Festival Awards 2011 yang diselenggarakan di Korea pada awal tahun 2011 lalu.

Dengan tinggi badan 188 cm dan berat 77kg Nico kini telah menempatkan dirinya dalam jajaran model pria yang patut untuk diperhitungkan. Deretan desainer terkemuka seperti Denny Wirawan, Raden Sirait, Sofie, serta merek-merek ternama layaknya Versace, XSML dan Batik Keris adalah sedikit dari sekian banyak nama lain yang pernah menggunakan jasa Nico sebagai model dalam peragaan busananya.

Apa yang menariknya dari sosok Nico?. Bagi saya, hal menarik dari seorang Nico Christianto tidak hanya terletak pada tubuh proporsional dengan bentukkan yang nyaris sempurna, tapi juga pada wajahnya yang sangat Njawani. Yup, Nico memiliki perwakan maskulin dengan raut wajah yang sering kali mengingatkan saya pada para lelaki Jawa. Wajahnya yang kental aroma Jawa ini pula yang membuat teman-teman dekatnya kerap kali menggoda Nico dengan sebutan “Jawir”.

Selain aktif di dunia modeling, cowok yang masih memiliki darah Tionghoa dari sang Mama ini juga masih aktif dalam dunia basket jalanan atau streetball yang telah sejak lama ia tekuni, jauh sebelum modeling. Kecintaannya akan streetball ia buktikan dengan mengantarkan team yang dibelanya memenangkan turnamen streetball tingkat nasional  4 kali berturut-turut. Saat ini Nico juga telah meraih posisi sebagai salah satu pemain streetball terbaik di kota Bandung.

Teks: Armadina
Foto:
-CLEO Bachelor
-XSML Show
-Doc Pribadi
-Nico Christianto’s FB