Part 1 Untold Stories Batik Summit ; Curhat Belakang Panggung

Nunggu?, siapa takut?. Hmmmm…tapi jangan lama-lama bisa?.

 

Prolog:
Gala dinner dan fashion show sukses. Tamu undangan meninggalkan tempat acara dengan wajah senang dan perut kenyang. Mungkin beberapa diantaranya juga ada yang langsung berpikir serius untuk membeli satu, dua, atau beberapa rancangan yang mereka suka. Mungkin mereka jatuh cinta dengan motif indah, silluet cantik, atau kesempurnaan tampilan saat si rancangan itu dikenakan para model nan rupawan. Sementara itu, dua setengah jam berlalu membawa harapan besar bagi si penyelenggara. Mulai dari pengakuan dunia internasional terhadap batik Indonesia, sampai harapan semakin banyak investor asing atau siapa aja deh yang punya dana agar bisa ikut terlibat aktif dalam pelestarian budaya bangsa satu ini. Pelestarian budaya yang tentunya nggak makan dana sedikit, sehingga partisipasi dari mereka yang punya duit sangat diharapkan. Rupa serta pikiran tamu undangan yang datang sudah digambarkan, harapan dari si penyelenggara sudah direkakan, acarapun sudah usai diselenggarakan. Terus apa dong?, selesaikah ceritanya?. Tentu aja enggak, karena…

Mari kita putar waktu ke 11 jam sebelum acara Gala dinner dan fashion show dimulai. Mari kita fokuskan ke….Erhmmm ke Gue yang baru sampe tempat acara setelah berjuang melawan diare yang kambuh di malam sebelumnya.

Sampai tepat di depan pintu masuk JCC alias Jakarta Convention Center sekitar jam 08.30 bikin Gue merasa amat sangat bersalah karena seharusnya Gue sampai satu jam sebelumnya kalau memang disesuaikan dengan rencana awal. Namun apa daya saat itu memang salah Gue yang terlalu lelet dan  perut memang sedang susah diajak kompromi sejak malam sebelumnya. Gue kira, Gue udah jadi orang paling berdosa karena telat dari waktu semula, tapi ternyata Gue salah, karena para model yang akan terlibat di fashion show malamnya pun baru saja mendarat satu persatu. Itu cukup bikin Gue lega sedikit, karena seenggaknya Gue nggak kelewatan prosesi GR a.k.a Gladi Resik.

Ocha From JIM, “Ini kipas lumayan juga secara disini dingin-dingin gerah”

Yakub GR, “Ini shayah jhalannya udah betul belum yah?”

Setelah para crew selesai mempersiapkan ini itu, dan setelah para model telah mendarat semua ke TKP utama, yakni Cendrawasih Hall JCC, GR pun dimulai. Di belakang panggung, para model udah baris berbaris dengan cantiknya menunggu giliran keluar dan berlenggok diatas catwalk sembari mendengar arahan dari sang koreografer, Panca Makmun.

Finale GR at Batik Summit…”Ayo jangan sampe salah ya” :p

Setelah GR dimulai, tibalah saat dimana para model sesi couple menunaikan tugas GR nya. Dan di saat itu ada kejadian yang Gue inget banget. Setelah satu dua model couple a.k.a pasangan jalan di catwalk, tibalah saat pasangan yang ceweknya adalah salah satu model nomor satu di Indonesia. Tak tik tuk tik tak tik tuk mereka jalan berdua, sampai di 3/4 lintasan catwalk, terdengarlah suara,
“Yah kurang romantis, yang lebih romantis dong”.

Dominique&Holly Feriston “Kita romantis juga ya”…”Eyimmm…”

Si model cowok pun terlihat agak bingung mendengar ucapan itu. Dengan wajah “Gimana nih?”, dia pun liat-liatan sama si model cewek yang jadi pasangannya. Rupanya, si model cewek ini sadar banget kalau si model cowok yang jadi pasangannya kebingungan. Dan langsunglah dia bilang,
“Lahhh kan situ lakinya!. Gimana sih?”.
Hahahahaaa…LOL :p.

Cute Baby Girl yang guling-gulingan di Backstage😀. “Pap Papp Pappapapaaap…”

Di waktu lain saat prosesi GR masih berlangsung, ada hal yang justru menarik perhatian Gue dibelakang panggung, yakni seorang bayi perempuan berwajah bulat yang disaat para model tengah sibuk menanti giliran, si baby girl ini malah asik guling-gulingan dengan wajah menggemaskan. Usut punya usut, ternyata si baby girl ini adalah anak dari salah satu model cowok bule ganteng yang akhirnya setelah GR selesai di ruang make up sedikit curhat dengan logat yang khas kalau,
“Erghttt rephot bhawa dia. Rhewelll shekhali, mintha perhatian therhus. Khalau engghak, dhia nangis…OeeeOoeeee. Dhan dia ithu berat, shephuluh khilo!. Ughhttt berat, hmmm….thapi sudhah turun sih beratnya waktu dia shakit, jhadi 9 khilo”.

Si model cowok bule yang gantengnya bikin meleleh itu pun cerita dengan semangatnya, dan Gue mendengar dengan setengah bingung, serta bertanya-tanya dalam hati, “Ini kenapa jadi sesi curhat ya?”.

“Show nya lhamaaa yaaa”…”Udah deh ih, sabar aja”

Nah, jangan sedih, sesi curhat belakang panggung nggak cuma milik si model bule yang ganteng itu. Masih dari ruang make up, ketika Gue sedang cari-cari objek foto dan clingak-clinguk kanan kiri, seorang model bule, kali ini cewek, pun berjalan cepat dengan muka kusut sambil menggerutu yang kurang lebih intinya gini,
“Ini gimana sih?, nggak bener ini, Gila!…Hrrrr…”.

Adegan ini sempet jadi slow motion di kepala Gue. Gue inget banget tuh gimana muka jutek dan nggak ngenakin si model. Tapi ya, Gue bingung juga sama itu model bule, perasaan Gue model yang lain anteng-anteng aja, kenapa doi kesel sendiri?. Dan Gue pun berpikir mungkin dia bete kali ya kelamaan nunggu antri buat make up, atau mungkin dia lagi PMS, jadi sensi deh.

Katya Talanova, “Hmmmm…saya make up sendiri aja deh, kece juga kan?”

Whulandari dan Dinda “Saling bantu ya…yiukkk”…”Yiukkk mari bantu dibantu” .Foto oleh Andreas Dwi

Ngobrol+main BB=Cara efektif membunuh waktu dikala nunggu, “Wah banyak BBM nih”

Lama nunggu, akhirnya sampe merem-merem sendiri :p

Karena banyaknya model dan terbatasnya tenaga make up artist, sekitar 1:3, para model pun diharuskan sabar menanti giliran make up dan hair do. Saat giliran menanti itulah, akhirnya beberapa model memutuskan untuk memberikan polesan dasar sendiri di wajahnya, yang nantinya akan semakin dipercantik oleh sang make up artist.

Saat menanti giliran itu juga, beberapa model lain mengkikis waktunya dengan berbagai cara, ada yang asik mainin iPad, ada yang ngerumpi bergerombol, ada juga yang cuma duduk manis sambil liat kanan kiri. Sementara Gue ikutan duduk manis sambil tetep clingukan tengok kanan kiri sembari berjaga-jaga kalau ada kejadian menarik. Disaat itulah tiba-tiba salah seorang model newcomer yang karirnya sedang kinclong di tahun ini berkata pada Gue,

“Aku mah nggak bisa tuh duduk manis kayak gitu”,
“Hmmmm…Kenapa?, bagus lagi, anteng. Kan R juga kayak gitu”, bales Gue sambil ngelirik ke arah yang dimaksud dengan sedang “duduk manis kayak gitu” itu.
“Tapi itu keliatan jaga imej banget, tuh liat cara duduknya, tangannya juga. Ya nggak apa-apa sih, tapi kalau aku mah nggak bisa. Pasti ngobrol-ngobrol…hehehe”,sambung teman ngobrol Gue sambil cengar cengir.

Gue pun semakin ngelirik si model yang sedang “duduk manis kayak gitu”, kebetulan si model yang sedang “duduk manis kayak gitu” itu adalah si model bule ganteng yang punya baby girl. Gue pun nyeletuk untuk terakhir kalinya ke temen ngobrol Gue,

“Ah, nggak apa-apa lah. Yang penting ganteng”.
“Yeeehhhhh dasarrrr Nina”, dan temen ngobrol Gue si newcomer itu pun melengos males denger celetukan terakhir Gue.

Setelah beberapa lama, akhirnya Gue pun meninggalkan ruang make up untuk ambil foto para pengisi acara yang terdiri dari anak-anak sekolah di luar. Gue seneng banget ambil foto anak-anak sekolah ini, mereka kelihatan semangat banget, meski Gue tau pasti capek juga udah dari pagi sampai malem ada di tempat itu.

Grup anak-anak sekolah bersama beberapa crew seusai tampil

Evaluasi dengan Tara Makmun setelah tampil

Nah, ngomongin anak-anak sekolah, ada juga nih kejadian lucu yang Gue denger dari temen Gue, tapi Gue lupa siapa yang cerita ya?. Jadi gini, dari grup anak-anak sekolah itu, dibagi 3 kategori, anak SD, SMP dan SMA. Disaat mereka sedang nunggu waktu tampil, duduk-duduk manis lah mereka di ruangan yang sudah disediakan khusus.

Gaya gokil Kimmy Jayanti from Look Inc, “Ngookkkk”

The Gorgeous Dominique Diyose, “Haiii Hallooo”.

Prinka Cassy, “Lihat!. Poni ku lucuuuu”.😀

Suatu ketika di grup anak-anak SD, tirai penutup ruangan terbuka, dan kebetulan ada beberapa yang sedang melihat ke luar tirai itu. Pas banget dia ngeliat ke luar, lewatlah satu persatu para model TOP. Dominique lewat…mereka bengong, Kimmy lewat…mereka makin bengong, Prinka Cassy lewat…mereka masih bengong ngeliatin, model-model cowok bule lewat…mereka semakin bengong dan tambah nggak kedip, sampai muncullah sebuah suara entah dari mana,
“Woiii biasa aja kali ngeliatnya!”.

Huahahahahahahahahaaaaa….

Haduuhhhh Gue jadi ngebayangin kalau seandainya Gue ada di posisi mereka, kayaknya Gue juga bakal terbengong-bengong ngeliatin para model dengan tampilan nyaris perfecto itu pada seliweran. Dan itu wajar banget, secara kan jarang-jarang bisa ngeliat model-model kece seliweran…heheheee.

Akhirnya dengan masih nenteng-nenteng kamera Gue pun balik lagi ke backstage sambil terus celingak-clinguk sana-sini sembari jaga-jaga siapa tau ada yang menarik untuk di foto. Gue sempet intip ke ruangannya Mas Tara Makmun, disana Gue liat beliau lagi sibuk membicarakan sesuatu sama salah satu crew dengan seriusnya.

Sibuk atur ini itu

Meski sibuk, tapi langsung pose begitu di foto😀

Nggak jauh beda dari ruang Mas Tara, di ruangan crew beberapa orang juga terlihat sibuk. Ada queuer model yang sibuk bacain jadwal, dan nampak pusing, ada crew yang bantuin ngeliatin jadwalnya juga ikut pusing, dan ada salah satu model yang lagi (sepertinya) betulin make up disana sini dengan sibuknya, intinya, di ruang crew ini tampak sibuk juga. Tapi saat Gue masuk sebentar untuk ambil foto, satu…dua…tiga…dan yakkk mereka semua langsung bergaya di depan kamera😀.

Crew penjaga di depan ruang model grup A&D

Pindah dari ruang crew, Gue masuk ke ruang model di Grup A&D. Disana para model sedang nunggu fashion show dimulai sambil ngobrol-ngobrol. Karena beberapa model sudah Gue kenal baik, ikutlah Gue nimbrung disitu, dengerin mereka ngobrol-ngobrol, sambil ikutan juga tentunya.

Ngobrol rame-rame ngilangin bosen

Menurut jadwal, seharusnya fashion show sudah dimulai, tapi kenyataan setelah berapa lama Gue ikutan nimbrung dan ngobrol-ngobrol, belum juga ada tanda-tanda fashion show akan dimulai, sampai-sampai ada salah seorang crew yang bilang,
“Itu tamunya udah pada kedinginan deh kayaknya, dinnernya belum dimulai”.

Gue dan para model yang sedang khusyuk menunggu pun bengong. Alamakkk dinner nya belum dimulai?. Lahhh apa kabar fashion show nya?. Soalnya fashion show nya itu dijadwalkan setelah dinner selesai. Memang sih “jam karet” memang tergolong biasa terjadi disaat seperti ini, tapi hal itu tetep aja bikin Gue dan salah satu model yang ada di ruangan itu yang kebetulan lumayan akrab sama Gue pun liat-liatan.

Tertawa-tawa ringan ditengah obrolan Grup A&D

“Kak, kayaknya kalau kamu pulang dulu ke BSD terus balik lagi kesini show nya belom mulai juga deh. Secara dinnernya aja belom mulai-mulai”, kata Gue dengan ekspresi jail.
“Nggaklah, kan macet, jadi pasti nggak keburu”, timpal salah satu model cewek berwajah Indoesia banget yang lagi ngantuk-ngantuknya nunggu. Tanpa banyak bersuara, si model yang liat-liatan sama Gue itu cuma ketawa kecil seperti biasa,
“Heheheee…”.

Para model cowok yang nyuri-nyuri tidur saat menunggu fashion show

Melinda yang udah ngantuk berat

Setelah para model cewek udah pada ngantuk kelas berat, sampai-sampai salah satu model udah bener-bener susah nyambung pas diajakin ngomong, terdengarlah suara yang seolah seperti dewa penyelamat yang menitahkan,
“Ayo model siap-siap!”.

Para model yang sudah siap-siap fashion show. Foto oleh Amby at art8amby

Yeaayyyy. Semua model pun langsung sigap bangun, termasuk si model cewek yang udah ngantuk kelas berat, dia mendadak jadi seger lagi. Mereka pun bersiap ganti baju pertanda fashion show akan segera dimulai dan mereka akan segera menunaikan tugas jalan di catwalk malam ini. Ditengah kesibukan itu, akhirnya Gue melangkah keluar ruangan, dan nunggu sampai mereka selesai ganti baju.

-To Be Continue-

3 thoughts on “Part 1 Untold Stories Batik Summit ; Curhat Belakang Panggung

  1. Thx u armadina .. seneng banget untuk tulisan dan liputannya🙂
    next time liput lagi ya hehehehehe

    Heheheee….Sama-sama Mas Tara…Aku juga seneng banget bisa ikutan ngerecokin di Batik Summit😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s