Part 2 Untold Stories Batik Summit ; Tiga..Dua..Satu..Models!

Saat para model mulai berseliweran di atas catwalk, yang dibelakang panggung ngapain?

Para model yang sudah lengkap mengenakan rancangan Cossy Lattu. Foto oleh Andreas Dwi

Kamu yang mungkin lebih terbiasa menyaksikan sebuah fashion show dari depan panggung sembari duduk manis di kursi-kursi yang telah disediakan si empunya acara, atau kamu yang mungkin terbiasa menonton sebuah fashion show dari layar kaca di rumah, atau kamu yang mungkin terbiasa memandangi gaya para model yang tengah berjalan di atas catwalk di halaman-halaman majalah, mungkin melewati sisi lain yang tidak kalah pentingnya dalam subuah fashion show. Sisi lain dari bagian lain dalam sebuah fashion show. Sisi lain dari bagian belakang panggung.

Apa yang sedang terjadi dibelakang panggung saat para model satu persatu berjalan dengan anggun atau gagahnya di atas catwalk?. Dan, apa yang dilakukan para model itu sebelum melangkah dengan penuh gaya di lintasan catwalk?.

Mari kita putar lagi waktu seperti di cerita sebelumnya. Waktu disaat Gue…

Masih dengan mengalungkan tali kamera di leher, Gue pun memutuskan keluar dari ruangan model Grup A&D setelah sang queuer mengumumkan satu kalimat penting,
“Ayo model siap-siap!”.
Sebenernya, Gue punya pilihan untuk stay di dalem ruangan, tapi gimana ya?. Gue masih nggak enak aja ngeliatin model-model ribet ganti baju. Takut bikin tambah ribet juga kan dengan keberadaan Gue disitu, jadilah Gue keluar sebentar dan nunggu para model selesai ganti baju, atau seenggaknya sampai mereka sudah pakai baju inti.

“Mbak bantuin aku, ini susah make nya” … “Hephhh…mbok kamunya diem dulu,jangan gerak-gerak”

Setelah Gue yakin semua model sudah selesai ganti baju, seenggaknya baju inti, Gue pun kembali masuk ke dalam ruangan model Grup A&D. Dan ternyata disana masih sibukkk ini itu. Para model dibantu beberapa fitter sibuk mengenakan berbagai aksesoris pelengkap, dan juga bagian-bagian tambahan dari busana yang nantinya akan mereka bawakan di atas catwalk.

“Mas itu topi saya”…”Bukan Mas Itu topi saya”…”Eh salah, itu topi saya”…”Jangan pada rebutan deh, mending saya bawa pulang aja topinya!”

Tapi hal itu nggak memakan waktu terlalu lama, karena sebentar saja mereka sudah segera siap dengan busana lengkap. Dan memang proses ganti baju itu nggak boleh makan waktu lama, mereka harus memangkas waktu seminim mungkin untuk tampil kembali dengan outfit lain.

“Ini shephatu shayah bhukan sih?, kok shempit ya?”

Itu juga yang akhirnya memunculkan anggapan kalau model itu ganti baju dimana aja nggak peduli ada banyak orang disana. Ya padahal sih, bukan dimana aja juga, nggak mungkinlah para model itu asal ganti baju ditempat sembarangan. Mereka pasti ganti baju di ruang backstage yang sudah sejak awal disediakan untuk ganti baju para model.

“Aku udah cantik kan?, udah dong?, udah ya pastinya”

Dan kalau pun ada banyak orang disana, tentunya bukan orang-orang sembarangan yang main asal masuk, karena orang-orang yang masuk ke ruang itu pastilah orang-orang yang memang berkepentingan. Lagipula, nggak bisa sembarangan “orang asing” masuk backstage tanpa id pengenal. Gue sendiri pun sempet “kena” saat berniat melihat ke ruangan Grup model lain, belum apa-apa salah seorang crew langsung negur Gue,
“Lagi pada ganti baju Mbak!”. Dan Gue pun langsung menyingkir dari bagian itu tanpa babibu. Id Gue yang All Acsses nggak ngaruh ternyata.

Semua model cowok Grup A&D, “Kita udah ganteng semua nihhh…:D”. Foto oleh Andreas Dwi

Tebak, siapa yang pose nya paling hitz?. Desainernya dong!😀

Meski sudah pakai baju lengkap beserta aksesorisnya dan dapat dipastikan mereka sudah siap tampil, para model masih harus sedikit bersabar menunggu giliran sequens kemunculan. Sequens ini tergantung urutan baju desainer mana yang akan ditampilkan duluan. Disaat-saat menunggu ini, mereka amat sangat tidak disarankan untuk lengah dan bengong-bengong bingung.

Hendy Bramantyo, “Hmmm ini udah sampe mana ya?. Giliran Gue masih lama nggak ya?”

Para model diharuskan tetap berkonsentrasi dengan jalannya fashion show dan juga selalu mendengarkan setiap arahan sang queuer, Karena kalau sampai mereka tiba-tiba “blank”, jalannya fashion show dapat dipastikan langsung kacau. Nggak lucu kan misalnya ada model desainer sequens ke 4 yang tiba-tiba muncul di desainer sequens 2. Tapi memang untuk urusan satu ini diperlukan kerjasama yang klop dari queuer dan model, nggak bisa hanya membebankan ke salah satu pihak aja.

“Model!. Ayo model!”,

Adalah instruuksi pamungkas dari queuer yang langsung membuat para model bergegas keluar dari ruang grup mereka dan berbaris dengan rapinya sesuai urutan tepat di sisi tangga belakang panggung utama. Disana mereka masih harus menunggu sejenak sampai instruksi selanjutnya dari sang queuer yang kali ini menandakan giliran si model untuk tampil di atas catwalk tiba.

“Nih aku bilangin, kamu jangan tegang yaaa”…”Iya Mbak, aku nggak tegang kok, cuma deg-deg an”

Ditengah suasana tegang menunggu giliran tampil di catwalk, serta konsentrasi penuh menunggu instruksi queuer, para model teteuuppp langsung pasang pose kece saat lensa kamera Gue arahkan ke mereka.

“Meski tegang, yang penting harus tetap POSE!”. Foto oleh Andreas Dwi

Instruksi demi instruksi dari queuer terdengar, para model pun secara teratur melenggang di diatas catwalk sesuai giliran desainer masing-masing. Namun keribetan masih terus terjadi hingga di sequens terakhir. Para model harus segera berganti baju secepat kilat dan tampil kembali membawakan outfit selanjutnya. Ruang Grup model pun kembali ricuh, sibuk ambil ini itu, sibuk pasang ini itu, sibuk dan sibuk sambil terus pasang kuping mendengar arahan queuer.

“Ehhh udah giliran kita belum sih?”

Pada sequens terakhir, barulah mereka bisa sedikit lega, karena rangkaian fashion show akan segera selesai setelah parade puncak, The Finale!. The Finale adalah salah satu prosesi keramat yang paling ditunggu-tunggu oleh segenap crew dan seluruh model yang terlibat dalam sebuah fashion show. The Finale yang menandakan fashion show segera usai tentu sangat melegakan mereka yang sudah seharian menjalankan tugas. Yap!, The Finale adalah akhir dari sebuah fashion show. The Finale juga akhir dari pekerjaan para model untuk hari itu. Tapi The Finale adalah sebuah awal efek yang ditimbulkan saat sebuah fashion show usai.

-Tob Be Continue-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s