IPMI Trend Show 2012 Hari Kedua

Setelah sekian lama akhirnya part ini tersambung lagi. Kali ini ada Tuty Cholid, Era Soekamto dan Barli Asmara

Tidak ada yang lebih saya ingat pada IPMI Trend Show 2012 hari kedua selain ruang Assembly Hall yang kosong lebih dari sepertiganya disaat jadwal Fashion Show pertama telah berlalu sekitar 20 menit. Saat itu saya agak bingung, harus senang atau sedih. Senang karena ternyata saya tidak terlambat sama sekali padahal saya datang ketika seharusnya show telah berjalan selama 5 menit. Atau sedih karena ternyata penyelenggara tidak belajar dari pengalaman hari sebelumnya yang juga ngaret lumayan lama. Tapi yang jelas kekosongan ruang assembly ini sukses bikin saya cengok, karena,

“Ulalaaaa….20 menit ngaret dan boro-boro ada tanda-tanda di mulai, keisi tiga perempatnya aja belum!”.

Saya sebenarnya nggak ngerti juga kenapa bisa sampai seperti itu. Mungkin ada misscomunication diantara beberapa pihak penyelenggara, atau memang karena faktor X yang menyebabkan show itu telat. Bagi saya itu cukup luar biasa, ketika 20 menit jadwal show yang sebenarnya telah berlalu dan ternyata masih banyakkkk kursi kosong. Karena biasanya, meski terjadi keterlambatan jadwal show(dan itu sangat sering terjadi) kursi kosong di dalam ruang utama diselenggarakannya show tidak sampai sebanyak itu.

Setelah penantian cukup panjang yang saya isi dengan mendengarkan playlist di handphone saya dan membaca berulang-ulang rilis yang saya terima, akhirnya Fashion Show pertama dimulai pada entah menit keberapa lewat dari jadwal seharunya.

Diawali dengan koleksi busana dari Era Soekamto dan secara berturut-turut diikuti oleh penampilan koleksi terbaru dari Tuty Cholid dan Barli Asmara. Dan saya akan menceritakannya satu persatu.

Swargaloka by Era Soekamto

Pertama kali mengenal karya rancangan dari Era Soekamto sekitar 2 tahun lalu pada Jakarta Fashion Week 2009, saya segera mendapatkan kesan berani, rebel, dan sexy bahkan cenderung menantang dari setiap potong busana rancangannya.

Pada koleksi kali ini Era Soekamto terinspirasi dari kecantikan alami wanita Indonesia, khususnya kecantikan wanita Bugis dan Jawa. Memberi judul “Swargaloka” pada koleksinya kali ini Era membawa cerita tentang sebuah surga yang selalu berusaha diciptakan atau ditemukan oleh setiap wanita Indonesia dalam keberagaman budaya yang mereka miliki. Surga yang bagi Era sejatinya selalu ada dalam diri setiap wanita.

Lewat “Swargaloka”, Era Soekamto mengawinkan dua kebudayaan berbeda, yakni Bugis dan Jawa yang dihadirkan melalui percampuran teknik lilit khas kedua kebudayaan tersebut.

Menggunakan kain tenun Sulawesi Selatan, dengan amateri ATBM dan chiffon, Era Soekamto menampilkan beragam koleksi busana seperti gaun panjang dan gaun pendek yang memiliki silluet tradisional dalam busana khas ala Era Soekamto yang sexy, dan terkesan menabrak batas-batas dalam berbusana. Melalui koleksi rancangan ini, Era Soekamto membuat baju-baju yang tetap terasa sangat tradisional tampil lebih berani.

Baine Gammara by Tuty Cholid

Masih dengan mengambil inspirasi dari kecantikan alami wanita Sulawesi Selatan. Tuty Cholid menamai koleksinya “Baine Gammara” atau yang berarti wanita cantik dalam bahasa Sulawesi Selatan. Dan masih dengan mengusung kain tenun ikat, sungkit, dan ATBM Sulawesi Selatan, Tuty Cholid menghadirkan silluet busana tradisional baju bodo dari suku Bugis yang tidak lain adalah suku asli Sulawesi Selatan.

Jangan heran, mengapa Sulawesi Selatan kembali muncul di rancangan Tuty Cholid setelah sebelumnya muncul di rancangan Era Soekamto. Hal ini idak lain karena dua desainer ini adalah salah dua desainer yang dipilih bekerjasama dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan untuk turut mengeksplorasi kain tenun khas Sulawesi Selatan.

Namun jika pada rancangan Sulawesi Selatannya Era Soekamto lebih memilih warna-warna yang cenderung “aman”, Tuty Cholid mencoba sedikit bermain-main dengan warna-warna terang seperti shocking pink, bottle green, tosca, dan emas. Gaun panjang, gaun pendek, blazer, rok, celana panjang, dan kemeja yang sarat nuansa etnik pun menjadi andalan Tuty Cholid dalam rangkaian koleksi teranyarnya ini.

Natural Bond Beauty by Barli Asmara

Nude. Seolah satu kata itulah yang bagi saya menggambarkan koleksi busana dari Barli Asmara. Hal itu bukan tanpa alasan, karena desainer yang baru bergabung dengan IPMI pada tahun 2010 silam ini menyajikan semua busana yang dipamerkannya saat itu dalam warna-warna nude, atau warna yang menyerupai warna kulit coklat muda. Didapuk sebagai desainer penutup dalam rangkaian IPMI Trend Show 2012, Barli yang selama ini lebih dikenal dengan koleksi gaun-gaun cantiknya mengusung “Natural Bond Beauty” sebagai sebuah tema besar dalam koleksi teranyarnya.

Koleksi dari Barli Asmara ini mungkin akan terkesan membosankan jika saja Barli tidak bermain dengan dengan teknik Macrame, yakni sebuah teknik tali temali yang pengerjaannya memiliki tingkat kesulitan tinggi. Dan di teknik macramé inilah daya tarik paling besar dari koleksi Barli Asmara kali ini. Seru rasanya, saat kita memperhatikan satu persatu koleksi busana yang ditampilkan dan melihat secara seksama dan teliti setiap detail tali temali yang ada di dalamnya. Sebuah kerumitan yang sangat menarik.

Untuk materinya sendiri, Barli menggunakan benang pita untuk dijadikan tali temali yang kemudian di macramé secara handmade. Dalam koleksi ini, Barli juga memadukan kecantikan alam, eksotisme, serta nilai-nilai tradisional dan tentunya teknik pengerjaan dengan kesulitan tingkat tinggi. Gaun panjang, gaun pendek, gaun asimetris, gaun one shoulder yang selama ini kerap jadi andalan Barli, kembali ditampilkan dalam keindahan natural bersimpul-simpul yang unik dan rumit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s