Part 1 Bazaar Fashion Celebration 2011. Bazaar Fashion Celebration 2011 “Langgam Tiga Hati” VS Bazaar Fashion Concerto 2010 “Fashiontech”

“Antara Bazaar Fashion Celebration 2011 “Langgam Tiga Hati” dan kenangan setahun lalu di Bazaar Fashion Concerto 2010 “Fashiontech” “

Saya nggak akan pernah lupa moment penting satu tahun lalu, sekitar awal Desember di tahun 2010. Saat itu saya benar-benar terpukau dengan sebuah pagelaran busana yang dikemas dengan live music yang begitu megah dan mengagumkan. Pagelaran busana itu bernama Bazaar Fashion Concerto “Fashiontech”. Sejak saat itu saya hampir tidak bisa menghilangkan kenangan dan rasa kagum yang mendalam tentang acara, yang akhirnya saya tahu, dihelat setahun sekali oleh majalah Bazaar. Sejak saat itu pula saya seolah menanti-nanti kapan Bazaar Fashion Concerto akan digelar lagi.

Selang setahun berlalu akhirnya saya mendapat kabar bahwa Bazaar Fashion Concerto akan kembali dilaksanakan. Tetapi acara akbar ini seolah berganti rupa, dan berganti nama. Tidak ada lagi Bazaar Fashion Concerto, kali ini judulnya adalah Bazaar Fashion Celebration 2011 “Langgam Tiga Hati”.

Sangat berbeda dengan Bazaar Fashion Concerto setahun lalu, Bazaar Fashion Celebration 2011 digelar dengan lebih sederhana. Jika pada tahun sebelumnya Bazaar Indonesia seperti “jor-jor-an” dalam hal tempat penyelenggaraan, tata panggung, musik pengiring, lighting, pengisi acara, juga para desainer yang berpartisipasi, pada tahun ini semua itu seolah diputarbalik nyaris habis-habisan.

Tempat penyelenggaraan, jika pada tahun sebelumnya Bazaar Fashion Concerto dilaksanakan di Planery Hall JCC yang sebegitu besarnya, kali ini Bazaar Fashion Celebration 2011 diselenggarakan di Grand Ballroom Ritz Carlton Pasfic Place yang jauh lebih sedikit kapasitas penontonnya dibandingkan dengan Planery Hall JCC.

Selain itu, perihal tata panggung, musik pengiring dan lighting juga tidak seheboh tahun lalu yang sarat akan unsur teknologi dan penuh kejutan,  Bazaar Fashion Celebration kali ini meski tetap mengawinkan duo jempolan Jay Subijakto sebagai show director, dan Erwin Gutawa sebagai music director, ditata dengan lebih sederhana.

Seperti misalnya, lintasan panggung untuk para model memang lebih panjang karena berbentuk lingkaran penuh dengan tiga titik sudut lintasan untuk berhenti, pose, dan diabadikan gambarnya oleh para media yang meliput. Tetapi tata panggungnya cenderung lebih sederhana, clean, dan tidak ada gimmick-gimmick seru seperti tahun lalu ketika pada pembukaan sequens parade busana Sally Koeswanto, Drina Ciputra menjadi first face yang bergaya ala alien yang keluar dari sebuah tempat persembunyian dengan koreografi yang super menawan.

Meski diselenggarakan dengan kesan lebih sederhana dan “tidak macam-macam”, bukan berarti Bazaar Fashion Celebration 2011 berlalu tanpa meninggalkan kesan berarti. Itu semua salah besar!. Memang jika perhatikan Bazaar Fashion Celebration 2011 diselenggarakan dengan lebih sederhana, desainer yang berpartisipasi pun hanya tiga orang, berbeda jauh dari tahun lalu yang melibatkan sepuluh orang desainer. Namun cenderung lebih sederhananya penyelenggaraan Bazaar Fashion Celebration dibandingkan Bazaar Fashion Concerto di tahun sebelumnya menghadirkan beberapa point plus. Seperti misalnya suasana lebih intim yang tercipta.

Atmosfer perayaan fesyen dari Bazaar kali ini memang bukan layaknya pesta besar-besaran ulangtahun televisi swasta, perayaan fesyen dari Bazaar kali ini seperti sebuah perayaan pesta hari jadi seseorang atau perayaan ulang tahun pernikahan, dimana yang hadir adalah sebuah keluarga besar, sahabat, dan handai taulan yang mempunyai ikatan perasaan satu sama lain.

Selain itu berkurangnya jumlah desainer yang berpartisipasi dari sepuluh desainer di tahun 2010, dan kini tiga orang desainer membuat koleksi busana yang ditampilkan menjadi lebih fokus. Meski tentunya koleksi yang ditampilkan para desainer berbeda tetapi benang merah yang merupakan pengikat utama dalam keseluruhan koleksi dan acara amat terasa pada setiap sekuens yang dihadirkan.

BIN HOUSE oleh Obin Komara

Nafas utama dalam terselenggaranya acara ini, yakni keroncong juga sangat terwakili dengan metode penyelenggaraan Bazaar Fashion Celebration yang lebih sederhana dan intim. Para tamu undangan yang hadir seolah diajak berkunjung ke dua suasana berbeda. Pada masa kejayaan musik keroncong yang membawa pada atmosfer nostalgia masa lalu, dan pada hari ini, dimana musik keroncong dimunculkan kembali dalam kemegahan tata musik orkestra modern yang memukau serta  alunan suara merdu dari para pengisi acara, Bunga Citra Lestari, Sammy Simorangkir, Sundari Soekotjo, dan penyanyi cilik (yang merupakan main cast musical Laskar Pelangi) Christoffer Nelwan, Kanya, Hilmi Faturrahman, dan Sheila Hasto. 

Dengan treatment yang lebih sederhana dan intim itu, semua orang yang menonton secara langsung jalannya acara Bazaar Fashion Celebration 2011 rasanya lebih bisa menikmati keseluruhan sajian Bazaar Fashion Celebration 2011.

EdBe oleh Eddy Betty

Hal lain yang bagi saya turut menjadi point plus Bazaar Fashion Celebration 2011 adalah space-space yang sediakan oleh penyelenggara untuk media yang meliput jauh lebih nyaman dibandingkan pada tahun sebelumnya. Jarak kursi khusus untuk media, serta jarak fotografer pit dengan panggung jauh lebih dekat, hal ini sangat memudahkan para jurnalis dan fotografer untuk mengabadikan moment berlangsungnya Bazaar Fashion Celebration 2011.

Dan tulisan part ini saya cukupkan sampai disini. Mari lanjut ke part 2. Enjoy!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s