Untuk Buku, Teman Yang Baik Tidak Pernah Menyakiti

Untuk Buku
Di Lemari, Di Kamarku Yang Berantakkan

Aku tau kamu benda mati, kamu nggak punya hati, karena kamu mati. Jika kamu punya nyawa, ruh, dan hati, itu bukan milikmu tapi milik seseorang yang mengisi lembaran kertasmu. Tapi aku nggak peduli. Aku nggak peduli kamu itu mati, atau nggak punya hati, karena kamu nggak pernah menyakiti, dan kamu justru memberi, memberi banyak sekali.

Jujur, awalnya aku nggak suka sama kamu. Rasanya males banget harus menekuni kata demi kata dalam lembaranmu, tapi Umi dulu selalu bilang ke aku kalau menekuni lembar katamu itu candu, seru. Dan aku pun melakukannya, aku membacamu satu demi satu. Lalu aku tau jika aku jatuh cinta kepadamu, aku begitu mencintai kata demi kata dalam setiap lembar tubuhmu, dan kamu jadi temanku.

Disaat mereka yang ‘katanya’ teman atau mungkin hanya sekadar kusebut teman justru berkelakuan seperti setan yang mengejar dan mengganggu di mimpi malam, kamu yang diam justru terasa lebih memiliki arti dari mereka. Kamu lebih hidup dari mereka yang hidup. Aku cinta kamu teman yang tidak pernah menyakiti.

Peluk-peluk lemari buku

-Nina-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s