Untuk Renata “Nyanya”, Malaikat?, Peri?, Alien?, atau Kelinci?

Untuk Nyanya Tersayang,
Yang Entah Sedang Berada Dimana,
Mungkin Di Suatu Tempat Di Belahan Dunia, atau,
Mungkin Sedang Berdiam Di Antara Gumpalan Awan…

Nyanya sayang, dua tahun aku kenal kamu dan pertanyaanku tetap satu,

“Manusiakah kamu Nyanya?”.

Oke…oke…aku tau saat aku tanyakan ini, pasti kamu langsung tertawa kecil,

“Hehehe…”.

Tawa khas kamu yang selalu aku bilang nanggung. Sering aku bertanya-tanya dalam hati dan langsung ke kamu juga,

“Apa Nyanya nggak bisa ketawa lebih lepas lagi?. Dari dulu ketawanya ‘hehehe’ aja”.

Lalu kamu bilang,

“Mau gimana lagi?. Memang sudah begitu darisananya”.

Nyanya, aku tau, mungkin pertanyaanku tentang, manusiakah kamu?, terdengar konyol dan lucu, karena masa iya Nyanya bukan manusia?.  Lalu kalau kamu bukan manusia, lantas apa?. Hmmm…iya, kalau kamu bukan manusia, lantas apa?.

Kamu pernah iseng bilang kalau kamu blasteran kelinci, saat disinggung kalau kelinci itu hewan, kamu kekeuh mempertahankan, katamu kelinci itu lucu jadi nggak apa-apa blasteran kelinci. Sedangkan aku, aku selalu bilang kamu itu innocent angel, wajahmu itu Nya, kayak malaikat yang nggak punya dosa. Kamu seperti bukan manusia karena manusia tempatnya dosa sementara kamu, kamu lebih mirip malaikat, angel, anggak punya dosa, innocent.

Kemudian pada lain waktu saat aku mendesakmu dengan pertanyaan,

“Nyanya sebenernya kamu itu siapa sih?. Kamu itu angel nyasar ke Bumi ya?. Hmmm…atau at least kamu pasti blasteran angel ya?”, dan kamu tertawa sambil berkata,

“Aku ini Alien Nin!”.

Jadi, Alienkah kamu?. Coba kasih tau aku, planet mana yang punya Alien secantik kamu Nya?…hahahaha. Atau benarkah dongengku tentang planet Fairythobunny?. Benarkah kamu salah satu Alien penghuni planet itu?…hahahaha.

Nyanya, kamu pasti sudah hafal banget kalau aku suka bercanda. Banyak hal konyol dan ada-ada aja yang lakuin, termasuk pertanyaan dan cerita iseng yang di atas itu. Kamu pasti sudah hatam dengan kekonyolan, cerita ngalor ngidul, dan nama-nama panggilan yang aku sering kasih ke kamu. Aku juga suka banget godain dan bercandain kamu, persis seperti anak kecil. Tapi aku memang masih kecil kan Nya?, apalagi kalau dibandingkan kamu, aku ini kayak adik kecilmu, adik kecil yang suka banget isengin Kakaknya…hahaha.

Nyanya, dua tahun lebih aku kenal kamu. Dari awal sampai sekarang kamu nggak pernah berubah dimata aku. Tetap sebagai Kakak yang baik, innocent angel, salah satu tempat curhat paling aman, dan penasehat yang selalu aku inget kata-katanya. Nyanya, bagi aku kamu itu penting sekali. Meski kamu sering keliatan cuek, adem ayem, dan biasa-biasa aja. Tapi aku tau kamu tetap perhatian dengan aku dan semua yang aku ceritakan.

Nyanya, ini surat cinta ketujuh yang aku tulis. Surat ketujuh ini aku tulis khusus untuk kamu. Aku sengaja simpan angka ini untuk kamu, karena kamu bilang kalau tujuh adalah angka favorit kamu. Jadi surat ketujuh ini spesial untuk kamu.

Nyanya, terimakasih ya untuk semuanya. Terimakasih untuk setiap waktu yang kamu kasih ke aku. Terimakasih untuk semua nasehat kamu. Terimakasih untuk semua-semuanya Nya, yang rasanya nggak perlu aku sebutin disini. Maaf juga ya Nya, aku sering ngerepotin kamu, juga sering bawel ke kamu.

Nyanya…aku sayang kamu….:’)

 

Peluk Erat-Erat Nggak Mau Lepas

 

-Nina-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s