Untuk Kak Chris, Si Kakak Yang Kadang Bikin Pusing Tujuh Keliling

Untuk Kak Chris,
Yang Saat Aku Tulis Surat Ini Pasti Sedang Bersama Dia…

 

“Kak, ada Christina nggak?. Liat dong fotonya”,

Umi sering banget bilang seperti itu ke aku, terutama setiap beliau tau aku baru saja datang ke sebuah fashion show. Umi selalu tanya hal yang sama tentang seorang model bernama Christina. Tadinya aku nggak “ngeh” Christina who?. Lalu akhirnya lama kelamaan aku tau itu kamu, Christina Borries. Awalnya nekat, aku coba kenalan sama kamu lewat FB, nothing to lose untuk aku. Aku hanya penasaran dengan Christina yang selalu Umi tanyakan. Christina yang selalu jadi model favorit beliau.

Batik Summit, aku bertatap muka dengan kamu, lebih lama, dan kita mulai berbicara. Singkat saja, dan mungkin masih sekadar basa basi yang agak basi. Tapi aku senang akhirnya bisa kenalan dan ngobrol langsung dengan kamu. Kamu menyenangkan dan ramah. Berbeda sekali dengan yang dulu ada di pikiranku kalau kamu itu angkuh.

Setelahnya banyak sekali moment yang semakin membuat aku kenal kamu lebih dalam. Banyak sekali rekaman ingatan yang akhirnya jadi sulit sekali untuk dilupakan, bahkan sempat sangat mengganggu pikiran. Cerita kamu tentang masa lalu, cerita kamu tentang hari ini, cerita kamu tentang masa depan yang akan datang. Cerita kamu, tentang semua.

Aku menghitung waktu, mundur kebelakang, memutar ingatan. Kita belum lama kenal, tapi harus aku akui kalau aku terlanjur sayang. Aku terlanjur sayang kamu, sayang sekali. Bagaimanapun kamu dengan sifatmu yang kadang bikin aku pusing tujuh keliling, bikin aku gemes, bikin aku bingung sendiri. Kamu yang sering bikin peran kita jadi tertukar, aku harusnya adik, aku jauh lebih kecil dari kamu, tapi semakin mengenalmu, aku justru yang semakin ingin melindungi. Aku ingin kamu selalu aman, aku ingin kamu terlindungi, aku ingin kamu selalu baik-baik saja sampai kapanpun juga. Aku ingin itu Kakak.

Kak, ini surat cinta ketigabelas yang aku tulis. Surat ini aku tulis untuk kamu. Kamu yang sampai detik ini udah aku anggap seperti Kakakku sendiri. Kakak yang terkadang merepotkan adiknya, meski mungkin aku ngelakuin hal yang sama ke kamu dua kali lipatnya, maaf ya. Tapi kamu harus tau kalau aku sayang kamu, and I will try my best to be a good young sister. I will try, as always.

 

Peluk Cium Nggak Lepas-Lepas

 

-Nina-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s