Untuk Umma Gina, Teman, Guru, dan Motivator Tersayang

Untuk Umma Gina,
Yang Baru Pulang Dari Jerman Saat Aku Tulis Ini…

 

Umma, dulu aku nggak pernah membayangkan bisa mengenal seseorang seperti kamu. Aku nggak pernah membayangkan bisa kenal dengan Ginatri S Noer, salah satu penulis scenario film paling keren yang aku tau saat itu, saat usiaku belum genap 15 tahun, saat aku masih tergila-gila dengan film dan segala yang berbau film, khususnya film Indonesia.

Dari yang tadinya hanya bisa lihat nama kamu di tittle sebuah film, dan sekarang jadi kenal baik dengan kamu, bahkan bisa dikatakan jadi “murid” kamu, semua itu rasanya aneh. Seperti sebuah proses yang terjadi tanpa pernah aku jalani, karena yang aku jalani itu kayak mimpi, kayak nggak nyata, dan nggak pernah terjadi.

Mengingat semua itu, mengingat aku sekarang bisa kenal baik dengan kamu, mengingat  saat-saat lalu, rasanya aneh. Aku cuma anak kecil biasa yang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, lalu bisa kenal seseorang macam kamu yang bagi aku hebat banget. Aku tau, mungkin kamu akan bilang gini,

“Ah, lebay Lo Dincuy!”.

Tapi beneran Umma, aku nggak pernah membayangkan bisa kenal baik dengan kamu sebelum-sebelumnya, apalagi dulu saat kita pertama kenal aku masih anak kecil banget. Anak kecil yang ngaku-ngaku udah gede…hahahaaa. Lucu ya?. Memang Umma, hidup ini lucu, Tuhan itu lucu, dan tentunya aku juga lucu…hahahaaa.

Umma, kenal kamu adalah suatu keberuntungan buat aku. Dari kamu aku belajar banyak, dan dari kamu aku tau lebih banyak dari sebelumnya tentang banyak hal. Kamu juga yang bikin aku semangat nulis dan semangat melakukan beberapa hal lain, bagi aku kamu salah satu motivator terbaik yang pernah ada di hidupku, itu sebabnya kenapa aku suka banget saat punya kesempatan untuk ngobrol sama kamu, karena itu priceless.

Umma, kamu itu lucu, aku selalu suka saat lihat kamu ketawa, rasanya lepas banget, seperti anak kecil. Tapi aku sedih saat lihat muka capek kamu yang sering banget muncul disaat-saat tertentu, dan tentunya bukan saat membicarakan Ryan Gosling, karena kalau ngomongin dia, kamu pasti langsung happy banget…hahahaaa.

Ini surat cinta ketujuhbelas yang aku tulis. Surat ini untuk kamu Umma. Terimakasih sudah menjadi teman, guru, dan motivator. Terimakasih sudah mengizinkan aku panggil kamu Umma, kamu memang seperti Umi ku, seperti Ibuku sendiri. Hmmm…tapi sebenarnya kamu jadi tua kalau aku panggil Umma, secara kita kan cuma beda sepuluh tahun ya?. :p

 

 

Peluk Sayang

 

-Nina-

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s