Untuk Alamanda, Separuh Jepang, Separuh Belanda, dan Sedikit Indonesia Yang Membuatku Tergila-gila

Untuk Alamanda,
Yang Sampai Saat Ini Tidak Pernah Bisa Benar-Benar Aku Lupakan…

 

Aku mencintaimu sejak dulu Alamanda. Sejak kutemukan sosokmu dalam sebuah buku tebal dengan ribuan huruf kecil tercetak di dalamnya. Lalu aku mengenalmu, mengetahui kisahmu, dan mencintaimu lebih dari yang lain.

Lebih dari Ibumu yang selalu jadi primadona, lebih dari Kamerad si komunis yang cerdas dan mempesona, lebih dari Adinda yang berwajah lebih barat, lebih dari Maya Dewi saudaramu yang paling cantik, lebih dari Nurul Aini yang manis dan pendiam, lebih dari Krisan yang tampan, lebih dari Rengganis yang cantik dan naif.

Aku mencintaimu lebih dari itu Alamanda, lebih dari cinta Sudanco, lebih dari cinta Kamerad, lebih dari cinta lainnya. Banyak yang mencintai tanpa sebab Alamanda, tapi aku mencintaimu dengan sebab. Sebab kamu tidak nyata. Kamu bisa katakan jika aku gila, aku tidak waras, atau mungkin aku hanya cinta. Cinta yang diluar batas logika, cinta yang membuat gila, cinta yang selalu menghangat ketika kureka lagi sosokmu dalam kepala dan hatiku.

Sebab kamu tidak nyata Alamanda. Sebab kamu tidak ada, sebab kamu terperangkap disana, dalam ribuan kata di buku tebal bersampul merah tua dengan gambar wanita tercakar di depannya. Aku mencintaimu karena kamu tidak nyata, karena kamu tidak ada, dan karena itu kamu tidak akan menyakiti, meski kamu menyakiti banyak hati yang mencintaimu dalam cerita tentangmu. Aku tidak peduli Alamanda.

Aku mencintaimu dengan sebab, namun sebab itu menjadikan cintaku lebih tulus dari cinta yang lainnya. Aku mencintaimu tanpa mengharap. Aku mencintaimu tanpa hasrat membara. Aku hanya mencintaimu. Itu saja.

Alamanda, ini surat cinta keduapuluh yang aku tulis. Surat ini untuk kamu Alamanda, karena cintaku hangat abadi. Seabadi sosokmu yang selalu terpatri dalam kepalaku. Sosokmu yang begitu mempesona, sosokmu yang begitu membuatku tergila-gila. Aku mencintaimu Alamanda. Cinta yang sebesar cinta itu sendiri. Cinta yang tidak nyata. Cinta yang menembus batas khayal dan imaji.

 

 

Peluk Hangat

 

-Nina-

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s