FOLIAGE ; Bayangan Keindahan Alam Ala Biyan

Biyan adalah salah satu legenda hidup dunia mode Indonesia. Setiap kali ia melansir koleksi busana teranyar, adalah wajib hukumnya bagi pecinta mode khususnya pengagum karya beliau, termasuk saya, untuk mengetahui apalagi yang ia persembahkan untuk dunia mode. Dan Biyan Annual Show 2012/2013 adalah satu hari yang telah saya tunggu sejak satu tahun lalu.

 

Biyan Annual Show “FOLIAGE”

Pertengahan tahun 2011 lalu adalah kali pertama saya menyaksikan secara langsung pagelaran busana karya Biyan Wanaatmadja atau yang lebih dikenal dengan nama Biyan. “The Orient Revisited” begitulah judul yang ia pilih untuk pagelaran busananya tahun lalu, judul yang hingga saat ini tidak pernah hilang dalam ingatan saya.

Saya masih ingat benar ketika setahun lalu saya berada di Grand Ballroom Hotel Mulia yang diterangi sinaran lampu temaram sebelum berubah terang dan seorang penari kontemporer mempertontonkan liukan tubuhnya sebagai pembuka pagelaran tunggal “The Orient Revisited”. Begitu pun dengan rak kayu super besar yang didalamnya berjejer guci-guci raksasa yang jadi dekorasi pada pangkal panggung lintasan catwalk.

Saya tidak akan lupa, tidak pernah lupa betapa menghanyutkannya suasana pada malam itu. Syahdu, megah, namun masih menyisakan kesan modern meski sekaligus seakan membawa saya bertamasya ke suatu tempat nun jauh disana. Tempat dimana saya menyaksikan geliat aktivitas masyarakat etnis Tionghoa dalam perpaduan tempoe doeloe dan modern.

Setahun berlalu dan kesan akan pagelaran tunggal Biyan atau yang biasa disebut Biyan Annual Show tidak bisa hilang. Setahun berlalu, dan dalam setahun itu pula saya menanti untuk bisa mengulang kesan mendalam ketika menyaksikan pagelaran tunggal milik Biyan.

Dekorasi panggung Biyan Annual Show “FOLIAGE”

 

Biyan Annual Show “FOLIAGE”

Saya melangkahkan kaki masuk ke area Grand Ballroom sekitar satu jam sebelum jadwal show seharusnya dimulai, dan saya merasa seperti tersesat di dalam hutan hujan tropis kala malam. Pepohonan yang tingginya lebih dari dua meter, dedaunan yang menguarkan bau khas, bunga-bunga kecil yang menyembul malu-malu dari sela sulur pohon, serta suasana sekitar yang masih gelap dan hanya sedikit terkena pencahayaan yang entah berasal dari mana. Seumur-umur, saya belum pernah merasakan sensasi memasuki ruangan tempat akan berlangsungnya sebuah pagelaran busana seperti saya ada disini. Di Ballroom tempat pagelaran busana Biyan akan berlangsung.

Suasana hutan tropis lengkap dengan pepohonan rimbun bercabang, daun-daun hijau hijau beraroma menenangkan seperti bau tanah sehabis hujan, dan kesyahduan cahaya temaram. Saya rasa saya tidak akan menyadari bahwa sesungguhnya saya berada di dalam sebuah Ballroom tempat akan berlangsungnya pagelaran busana jika saja sebuah lintasan catwalk berwarna putih bersih, kursi-kursi yang berjajar rapi dan bangku berundak di sisi kiri dan kanan ruang tidak menyapa saya beberapa saat kemudian, ketika saya sudah melewati bagian Ballroom yang di tata sedemikian rupa hingga tak ubahnya seperti hutan tropis.

Biyan Annual Show “FOLIAGE”

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Hege Wollan

“Represent life and its growth..Cerita kehidupan dengan pertumbuhan dan perkembangannya”,

itulah yang diucapkan sang maestro mengenai pagelaran busananya kali ini. Biyan seolah membayangkan berada diantara sekumpulan daun-daun hijau yang rimbun atau bentangan ladang yang luas dipenuhi bunga-bunga liar bermekaran, dan hembusan angin yang beralun ringan menyempurnakan bayangannya tentang sebuah “pelarian” yang indah dan menyejukkan.

Biyan lalu memilih “FOLIAGE” sebagai satu nama yang dirasa mampu mewakili semua yang ada dalam angannya. “FOLIAGE”, ia terjemahkan sebagai sekumpulan daun, interpretasi tentang hidup yang terus betumbuh.

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Drina Ciputra

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Michelle Samantha

Jika di tahun sebelumnya dalam pagelaran “The Orient Revisited” Biyan meluncurkan 100 koleksi, pada “FOLIAGE” ia mengurangi jumlah menjadi 90 set busana. Pada rangkaian koleksinya kali ini pula, Biyan terlihat masih sangat nyaman bermain-main dengan eksplorasi keindahan alam yang ada di sekelilingnya dalam membuat motif, warna dan rasa pada koleksi busananya.

Ornamen payet yang dirangkaikan secara detil menjadi rangkaian bunga-bunga kecil serta dedaunan yang memenuhi beberapa bagian busana, disamping motif print bunga, dedaunan, rerumputan, pakis, kupu-kupu, hingga motif polkadot yang menyerupai stomata daun mewarnai kesembilanpuluh set busana yang disuguhkan pada malam itu.

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Sharlotta

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Ilmira

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Renata

Siluet busana seperti atasan yang ramping dan potongan bawah yang bervolume, ataupun sebaliknya seperti blus berstuktur kaku dengan bawahan yang ramping, jaket berstuktur kaku yang dipadankan dengan rok lebar bervolume ringan, kesemuanya itu menampilkan sisi feminin perempuan sesungguhnya, bersamaan dengan sisi maskulin, bahkan menyajikannya dengan aspek innocence secara berbarengan.

Sementara, dalam sisi pemilihan warna, Biyan menyelaraskan penggunaan warna dalam koleksinya dengan konsep keindahan alam yang dipilihnya, keindahan alam yang terkesan begitu lembut dan menyejukkan. Warna hijau dari rerumputan, biru langit, putih gading, abu-abu, hitam, merah dan orange pucat, serta emas adalah warna-warna yang dipilih Biyan dalam rangkaian koleksinya.

Biyan Annual Show “FOLIAGE”

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Katya Talanova

Biyan Annual Show “FOLIAGE”

90 set busana dibawakan dalam waktu kurang dari satu jam, dan selama itu saya merasa jika koleksi Biyan kali ini masih merupakan pengulangan koleksi terdahulu. Meski saya sangat menyukai keseluruhan koleksi, namun kesan De Javu tetap tak bisa dihilangkan. Motif-motif yang dihadirkan, juga siluet yang ada pada tiap set busana, terasa masih memiliki kesamaan yang begitu kental dengan koleksi “The Orient Revisited”.

Mungkin karena ciri khas siap pakai yang sudah terpatri erat pada garis rancang Biyan, atau mungkin memang Biyan masih ingin melanjutkan benang merah rangkaian koleksinya yang terdahulu. Atau, karena konsep mendasar yang ia usung tetaplah sama, mudah dipakai serta mudah dipadupadankan, nyaman namun tetap mengedepankan sisi gaya dan anggun sekaligus berkarakter kuat. Hal yang kemudian ia rekatkan menjadi satu kesatuan koleksi busana yang memiliki daya tarik tinggi meski terkesan sederhana dan santai.

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Advina Ratnaningsih

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Drina Ciputra

Biyan Annual Show “FOLIAGE”. Model: Reti Ragil Riani

Selain itu, tata artistik dekorasi panggung lintasan catwalk yang dibuat sedemikian rupa dipenuhi pepohonan rindang, tumbuhan merambat, dedaunan hijau yang member kesan rimbun, teduh, terpencil sekaligus megah sepintas mengingatkan pada nostalgia film Great Expectations yang merupakan adaptasi novel karya penulis Inggris, Charles Dickens, menjadi daya tarik tersendiri. Saya rasa, dekorasi ruang Ballroom dan panggung lintasan catwalk yang terkonsep sedemikian rupa serta nyaris sempurna menjadi suatu nilai tambah yang sangat besar pada pagelaran busana Biyan di tahun ini.

Seusai Finale Biyan Annual Show “FOLIAGE”

Dan jika pada tahun lalu saya menuliskan jika para model yang dipilih Biyan dalam memperagakan busana cukup “mengganggu” banyak diantaranya tak ubah zombie di atas catwalk sementara beberapa yang lainnya tak mampu menutupi raut wajah seperti menahan sakit, pada pagelaran busana nya kali ini hal tersebut jauh berkurang. Saya memang masih merasakan beberapa model berjalan seperti tak mempunyai “ruh”, tetapi tidak banyak, dan bisa dihitung jari. Raut wajah seperti menahan sakit pun tidak terasa sama sekali.

Secara keseluruhan, bagi saya, pagelaran busana Biyan kali ini nyaris sempurna terlepas dari kesan De Javu yang begitu melekat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s