Kelly Tandiono ; Si Model Berajah “Made In Indonesia”

Bold. Beautiful. Fierce. A Bit Boyish. Saya sudah membaca lebih dari lima artikel tentangnya, tentang seorang model bernama Kelly Tandiono. Dan di lebih dari lima artikel yang saya baca itu, pasti selalu ada empat ungkapan yang saya tuliskan di awal paragraph tadi.

Kelly Tandiono. Look Book Koleksi Billy Tjong. Foto: Billy Tjong

Kelly Tandiono bukanlah nama asing di dunia mode Indonesia. Karirnya yang dimulai sejak beberapa tahun lalu sebagai seorang model catwalk kini semakin melesat tajam.

Puluhan pagelaran busana dari desainer ternama seperti Biyan, Sebastian Gunawan, Didi Budihardjo, Denny Wirawan hingga Billy Tjong hampir tak pernah absen menghadirkan sosoknya, laman-laman fashion spread majalah mode sekelas Amica, dan Dewi seakan tak pernah bosan memintanya sebagai objek foto, deretan look book koleksi teranyar milik desainer atau brand lokal berlomba menjadikannya sebagai peraga busana, ajang Jakarta Fashion and Food festival 2012 pun memilihnya sebagai Face Icon.

Maka bukanlah hal aneh bila sosok gadis berzodiak Scorpio ini terasa familiar bagi para penikmat, pemerhati, atau bagi mereka yang memang menggeluti dunia mode Indonesia.

Meski saat ini bisa dipastikan tidak ada seorang pun yang tak mengenal sosok Kelly Tandiono di dunia modeling dan fesyen Indonesia, namun nyatanya, berada di dunia fesyen bukanlah hal yang dicita-citakan model yang kini bernaung dibawah B-Management ini.

Sekuens Ghea Panggabean pada Bazaar Langgam Tiga Hati 2011

Biyan Annual Show 2011/2012 “The Orient Revisited”

Pekerjaan sang Ayah yang membuatnya sering berpergian ke berbagai negara di dunia, mau tak mau membuatnya akrab dengan kegiatan transportasi udara. Naik turun pesawat, duduk manis di kursi penumpang, dan melihat berbagai aktivitas di dalam pesawat, Kelly kecil begitu terpesona oleh para pramugari yang hilir mudik melayani para penumpang. Wajah yang cantik, gerakan yang lemah gemulai, serta tutur kata yang halus membuat ia kagum akan sosok mereka, sekaligus membuat Kelly kecil berkeinginan untuk menjadi seorang pramugari suatu saat nanti.

Namun Kelly kecil malahan tumbuh sebagai gadis berpenampilan tomboi, cuek, dan menggemari kegiatan olahraga fisik. Renang, basket, sampai golf adalah sebagian kecil jenis olahraga yang pernah ditekuni Kelly, tak ayal kesenangan Kelly akan olahraga sempat membuatnya berpikiran untuk menjadi seorang atlet.

Karen dan Kelly. Foto: Facebook Kelly

Kelly dan Orangtua Semasa di London. Foto: Facebook Kelly

Tetapi nasib berkata lain, pramugari dan atlet telah tertinggal jauh dalam angannya, pendidikan yang pernah ia tempuh pada fakultas International Hospitality Management di salah satu Universitas di Singapura pun belum sempat ia aplikasikan dalam pekerjaan yang ia tekuni, karena dunia modelinglah yang menjadi pilihannya saat ini. Dunia yang membesarkan namanya sebagai salah satu model yang paling diperhitungkan dalam peta modeling Indonesia.

Karakternya yang kuat, raut wajahnya yang unik dengan sepasang mata kucing dan bibir yang sensual, gayanya yang sedikit tomboi, serta pembawaannya yang terkesan cuek adalah sebagian daya tarik gadis yang memiliki tinggi badan 176cm ini.

Tapi bagi saya, hal yang tak pernah bisa saya lupakan dari sosok Kelly adalah baby poni, dan tattoo bertuliskan “Made In Indonesia” yang dirajah pada kakinya (disamping kekuatan perutnya untuk mencerna seporsi bubur ayam dan nasi uduk dipagi hari ketika saya pernah menjadi tukang antar sarapan dadakan pada Jakarta Fashion Week 2011-2012 lalu, hal yang tidak akan saya bicarakan lebih lanjut pada tulisan ini).

Kelly untuk Majalah Dewi edisi Februari 2011

Kelly untuk DA Man oleh Nurulita

Yap, ketika hampir semua orang mengingat sosok Kelly dengan karakter, gaya atau pembawaannya, saya justru lebih mengingat Kelly karena baby poni yang sering mengingatkan saya pada baby poni kepunyaan Audrey Hepburn dan tattoo “Made In Indonesia” di kakinya, tattoo yang ternyata memiliki cerita menarik.

“Made In Indonesia”, tiga kata itulah yang ia ukir permanen pada punggung kakinya. Tiga kata yang membuat saya sempat berpikir jika gadis kelahiran Singapura 28 Oktober 1986 ini sangat berjiwa nasionalis. Saya pun sempat mengungkapkan hal itu padanya, dan ia hanya membalasnya dengan tawa sebelum menceritakan asal usul terciptanya tattoo tersebut.

“Made In China”, “Made In Tahiti”, atau “Made In Indonesia”, ia menimbang ketiga pilihan itu dengan seksama. Ia tak pernah, dan tak akan lupa dengan darah Tionghoa yang mengalir deras dalam dirinya, maka ia sempat terpikir bahwa “Made In China” adalah salah satu pilihan terkuat ketika ia akan merajah tattoo pada kakinya. Bagi Kelly, ungkapan “Made In Tahiti” diartikan secara harafiah, sebabnya ia memang “dibuat” di Pulau terbesar di Polinesia Perancis tersebut karena kedua orangtuanya sempat berbulan madu disana. Sedangkan “Made In Indonesia” yang muncul sebagai pilihan terakhir Kelly, ada karena sebuah perasaan keterikatan pada negeri ini.

Orangtuanya yang berkewarganegaraan Indonesia, ia yang juga berkewarganegaraan Indonesia, setiap kenangan mendalam yang ia pernah lalui di Indonesia dan perasaan yang membuatnya bahagia setiap kali mengingat tentang Indonesia, akhirnya membuat ia memutuskan “Made In Indonesia” sebagai pilihan akhir rajahan tattoo di tubuhnya.

Pada sela-sela obrolan antara saya dan Kelly, ia pun sempat berujar bahwa Indonesia membuatnya bahagia. Perjalanan yang pernah ia lalui ke berbagai negara di dunia tak pernah sekalipun menghapuskan kenangan akan Indonesia, baginya, selalu ada “sesuatu” yang membuatnya rindu pada Indonesia. Entah makanannya, senyum ramah orang-orangnya, teman-temannya, atau sekadar “sesuatu” yang bahkan ia sendiri sulit untuk definisikan.

Foto: Anton Johnsen

Foto: Giovanni Junius Rustanto untuk Harpers Bazaar Beauty April 2011

Banyak hal yang telah ia lalui, banyak hal yang pernah ia lakukan dalam hidupnya, namun Kelly masih menyimpan satu impian yang ingin sekali, tapi belum pernah ia lakukan, sky diving. Yap, terjun dari pesawat dengan ketinggian ratusan hingga beberapa ribu kaki dari permukaan tanah, melakukan beberapa gerakan semisal merentangkan tangan, berputar hingga salto, serta merasakan luapan adrenalin dari seluruh tubuhnya adalah hal yang sangat diimpikan pemilik prinsip hidup “You born as an original, don’t die as a fake one” ini.

Adrenalin, ya, adrenalin adalah salah satu kata kunci bagi Kelly. Merasakan adrenalin yang terpacu naik kala menyelesaikan satu tantangan atau hal baru yang diberikan padanya, merupakan hal yang sangat ia sukai, pun ketika ia menekuni pekerjaan sebagai model. Berjalan di atas catwalk dengan puluhan hingga ratusan pasang mata yang memandang, melakukan pose dramatis yang sulit, bereksplorasi dengan mimik serta gaya di depan kamera ketika melewati satu sesi pemotretan adalah bagian dari profesinya yang selalu membuat adrenalin Kelly terpompa keseluruh tubuh.

2 thoughts on “Kelly Tandiono ; Si Model Berajah “Made In Indonesia”

  1. Halo, kami dari Official Fan Club Kelly Tandiono, Mohon izin mengunakan tulisan kamu sebagai bahan untuk di twit di twiiter kami @tandioners ya. Terima kasih🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s