Koleksi Couture Ala Scrapbook Dari Mel Ahyar

Ketika tahu bahwa Mel Ahyar akan mengawinkan busana couture dengan inspirasi dari scrapbook saya berpikir bahwa koleksi kali ini akan menjadi sesuatu yang sangat rumit, tidak sederhana atau mungkin malah tidak wearable. Tetapi saya salah, koleksi dari Mel Ahyar memang tidak sederhana dan sangat detil, namun terlihat sangat wearable.

Mel Ahyar Couture di ESMOD Jakarta Fashion Festival 2012

Dulu saya sering membayangkan jika koleksi bernafas couture adalah koleksi yang “berat” dengan detil-detil rumit yang dikerjakan secara manual tanpa mesin. Namun seiring berjalannya waktu, saya tahu bahwa anggapan saya salah kaprah.

Couture bukan hanya jenis pakaian yang proses pengerjaannya lebih banyak menggunakan tangan secara manual tanpa melibatkan banyak campur tangan mesin. Couture pada perkembangannya merujuk pada busana siap pakai high end atau duluxe yang dibuat secara eksklusif dengan bahan berkualitas tinggi yang proses pengerjaannya dengan tangan 60% dan selebihnya bisa dengan mesin.

Couture haruslah wearable, itulah yang sangat diyakini Mel Ahyar dalam membuat koleksi-koleksi couture-nya. Begitu pula ketika ia mengkreasikan 20 set busana couture teranyar yang ditampilkan pada satu slot pagelaran busana di ESMOD Jakarta Fashion Festival 2012(12/07). Mel menyuguhkan koleksi busana couture yang terinspirasi dari buku berisi kumpulan aneka interpretasi imajinasi, kenangan, ekspresi, kreatifitas, dan krepribadian pemiliknya yang dibuat dari kumpulan foto-foto, tulisan, ataupun kerajinan tangan lainnya. Buku penuh kreatifitas yang biasa disebut scrapbook.

Mel Ahyar Couture

Mel Ahyar Couture

Mel Ahyar Couture

Bahan-bahan yang biasa dipakai untuk membuat scrapbook semisal kain flannel pun dipergunakan Mel Ahyar untuk menggenapi material lain yang ia aplikasikan dalam koleksi busananya seperti silk tweed.

Silk tweed yang memiliki tekstur layaknya bahan kertas daur ulang dipilih Mel Ahyar sebagai bahan yang paling banyak dipakai, hal ini dimaksudkan untuk lebih memunculkan nuansa scrapbook yang menjadi inspirasi utama koleksi busananya.

Dalam hal pemilihan warna, Mel Ahyar lebih banyak bermain dengan warna-warna pastel semisal putih gading, dan coklat muda, disamping warna hitam dan perak beberapa kali dimunculkannya.

Mel Ahyar Couture

Mel Ahyar Couture

Mel Ahyar Couture

Jika sekilas saja membaca deskripsi tentang rangkaian koleksi dari Mel Ahyar kali ini, mungkin yang terbayang oleh kita adalah tingkat kerumitan yang tinggi. Namun nyatanya, ketika menyaksikan secara keseluruhan koleksi yang ditampilkan, bayangan akan kerumitan busana akan memudar dengan sendirinya.

Mel Ahyar tidak menampilkan busana dengan garis potong rumit atau detil yang membuat kita mengernyitkan dahi berlebih, ia justru bermain-main dengan garis potong yang clean, simple, serta terlihat mengutamakan aspek kenyamanan busana. Detil busana yang crafty dan playfull pun tidak ia eksplorasi secara berlebihan. Mel Ahyar seolah mencukupkan detil tidak biasa pada beberapa bagian busana dan topeng penutup kepala sekaligus wajah para model pada pagelaran busananya.

Jika dirangkumkan, koleksi busana couture karya Mel Ahyar ini terasa menyenangkan. Paduan yang menarik antara aspek premis utama busana yang menginterpretasikan scrapbook mampu diwujudkan Mel Ahyar dalam deretan busana yang menghadirkan kesan modern, sleek, twisted edgy namun sangat wearable sekaligus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s