Gue Sedih. Mutlak Sedih. (Satu Potongan Surat Pertama Untuk Anka)

Apa lo pernah menghitung waktu?. Menghitung berapa banyak yang lewat. Menghitung berapa banyak yang berlalu. Menghitung berapa banyak yang lenyap tanpa kita sadari betul.

Gue nggak pernah ngitung berapa banyak yang lewat. Gue nggak pernah membuat tanda khusus di kalender kecil yang selalu ada di kamar gue tentang apa-apa saja yang sudah, atau akan gue lalui. Gue lebih senang membiarkannya berjalan sendiri.

Gue biarkan semua berjalan mengikuti skenario yang nggak pernah gue tahu. Gue biarkan apa-apa yang terjadi di hidup gue merangkak kadang pelan, kadang tergesa, kadang sejelas Gorilla di pusat primata Schmutzer, kadang juga samar-samar kayak semut rangrang yang gue intip lewat sedotan limun.

Gue punya skenario hidup gue sendiri, skenario yang berkali-kali gue tulis ulang, gue revisi. Bongkar pasang, bongkar pasang. Hapus, lalu tulis, lalu hapus, lalu tulis lagi, tulis ulang. Ya, gue punya skenario, gue punya rencana yang gue mau. Tapi yang gue tau cuma skenario versi gue. Skenario yang isinya semua ego gue. Skenario yang gue bikin cuma bagian-bagian besarnya aja, nggak lengkap dengan detil. Itu pun sering bongkar pasang. Satu waktu gue tulis yang isinya A, lalu di waktu lain berubah B, dan setelahnya jadi C atau kembali ke A lagi.

Skenario hidup gue, gue yang tulis. Gue yang bikin versi gue. Hahahaaa versi gue?. Agak konyol, emangnya gue ini siapa bisa bikin skenario hidup?. Ya tapi kan itu versi gue, versi yang isinya melulu ego gue, siapa peduli kalau ternyata Sang BIG BOSS sesungguhnya sudah menyiapkan satu rangkaian skenario misterius abadi yang disiapkan khusus untuk gue. Skenario yang Dia umpetin entah di lemari-Nya yang mana, lalu Dia jaga baik-baik dan enggan Dia bagi. Dan, jadilah skenario itu sebagai skenario yang nggak pernah gue tahu. Gue hanya akan tahu isi skenario itu setelah gue telah benar-benar menjalani babak demi babaknya.

Jadi, gue nggak pernah tau kalau gue akan bertemu dengan lo Bocah. Gue nggak pernah tau kalau di hari terakhir fashion show Plaza Indonesia Fashion Week gue akan kedatangan tamu yang ngomongnya kayak televisi bilingual semacam lo. Dan gue nggak pernah tau kalau seiring berjalannya waktu gue akan menasbihkan kalau lo adalah salah satu teman terbaik yang pernah gue punya, dan kalau lo adalah salah satu mahkluk yang berhasil bikin gue kayak anak kecil yang abis dipalakin preman kampung, nangis sesunggukkan.

Yeah, lo nggak salah baca Bocah(ehem, gue yakin lo baca), gue nangis. Bahkan saat gue nulis kalau gue nangis ini, mata gue masih merah, muka gue juga masih memble akut. Mata gue rasanya berat banget inget dalam waktu kurang dari 2 X 24 jam lo pergi nun jauh lintas samudra lintas benua. Iya gue tau gue cengeng. Biarin. Nggak peduli. Gue cuma peduli kalau gue emang beneran sedih dan mata gue selalu basah inget satu penerbangan ke Amerika hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012 jam 14.00 WIB kurang dari 2 X 24 jam ini.

Bocah, gue nggak pernah tau kalau gue akan ketemu lo, gue akan temenan sama lo, gue akan punya temen yang…yang apa ya?…temen yang bisa gue tangisin gara-gara mau ninggalin gue dan semua yang ada di Indonesia untuk mimpinya di Mizzouri sana.

Gue sebenernya ogah kayak gini. Gue pengennya bisa nemenin lo nggak pake sedih, nggak pake nangis, nggak pake mellow-mellow-an. Gue pengennya bisa nemenin lo sampai bener-bener ninggalin gue ribuan kilometer dengan santai, bercanda, ketawa, dan bego-begoan kayak biasa, tapi susah ternyata. Gue sedih. Mutlak sedih.

Dan lo tau nggak Bocah, sekarang ini gue lagi mikir. Gue lagi mikir gimana caranya gue besok bisa dateng ke depan muka lo, meluk lo erat-erat dan bilang gue jagoan dengan lancar. Gue nggak yakin gue bisa. Gue nggak yakin kalau gue akan tahan. Terserah deh kalau dibilang berlebihan, tapi kayak yang udah gue tulis tadi. Gue sedih. Mutlak sedih. Dan gue nggak peduli, gue cuma peduli kalau gue emang beneran sedih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s