(X).S.M.L Annual Show 2012/2013; Selamat Datang di “Tomorrow Land” !

Tentang sebuah perjalanan. Tentang hidup dan kehidupan. Tentang interpretasi satu tempat impian rumah masa depan dimana kreatifitas, imajinitas serta dinamisnya hidup jadi komponen utama pembentuk kehidupan.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land” di Fairground SCBD

Saya masih ingat benar, dua tahun lalu, sekitar pertengahan tahun 2010, saya tergila-gila setengah mati dengan sebuah peragaan busana berupa Annual Show dari (X).S.M.L yang menyulap sebuah Bar&Resto di daerah Kuningan menjadi bunker ala militer lengkap dengan karung-karung goni, peti-peti kayu, jaring-jaring latihan, hingga jeep ala militer. Kala itu (X).S.M.L sukses besar membawa atmosfer ala militer pada peragaan busana koleksi teranyarnya.

Pada Annual Show nya itu semua terasa begitu menyatu, mulai dari tata artistik area peragaan busana, make up dan gaya rambut para model, sampai deretan busana siap pakai berorientasi pada detil-detil busana ala militer. Setelahnya, atau lebih tepatnya berhari-hari, bulan, bahkan tahun setelah lewat peragaan busana (X).S.M.L kala itu, di kepala saya masih terus terbayang-bayang semua detil yang ada pada malam itu. Saya merasa benar-benar jatuh cinta pada Annual Show (X).S.M.L dan pada busana-busana yang diperagakan pada saat itu.

Bagi saya, Annual Show (X).S.M.L pada tahun 2010 itu adalah salah satu peragaan busana siap pakai terbaik yang pernah ada dan pernah saya saksikan. Lalu di tahun 2012 ini setelah melewati 1 tahun tanpa Annual Show, (X).S.M.L kembali membuat saya terpukau dengan persembahan Annual Show yang ia selenggarakan.

Suasana sebelum show dimulai di dalam area utama

Pesawat “Tomorrow Land” mendarat di atas landasan

Ratusan orang datang pada malam itu, mengantre di depan sebuah gerbang yang masih ditutup, gerbang yang pada bagian atasnya tertulis rangkaian kata “Broading Time Tomorrow Land”. Mereka telah bersiap, membawa satu undangan serupa passport pesawat terbang. Ratusan orang, ratusan passport keberangkatan, tapi hanya satu tujuan. Sama seperti yang tertulis di atas gerbang keberangkatan, sama seperti yang tertulis pada passport masing-masing orang, tujuan hari itu hanya satu tempat, “Tomorrow Land”.

Kurang lebih seperti itulah gambaran yang terekam di ingatan saya pada Jumat malam (14/09) lalu. Ratusan orang yang sebagian besar patuh pada dresscode bertema “modern” memenuhi area Fairground SCBD atau yang dulu lebih dikenal dengan nama Bengkel Night Park. Ratusan orang, termasuk saya, pada malam itu terlihat begitu antusias dan bersemangat menunggu sebuah gerbang besar dibuka lebar, gerbang yang di atasnya terdapat teks hologram berjalanan bertuliskan “Boarding Time Tomorrow Land”.

Tapi jangan cepat salah sangka dengan kata-kata broading time, juga passport yang dipegang masing-masing orang, serta suasana sekitar yang tak ubahnya terminal keberangkatan di suatu bandar udara. Saya dan ratusan orang lainnya bukan hendak pergi menggunakan pesawat terbang ke tempat nun jauh disana, karena percayalah,  “Tomorrow Land” tidak benar-benar ada. “Tomorrow Land” hanyalah satu destinasi imajiner yang diciptakan oleh orang-orang “sinting” dibalik brand (X).S.M.L.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land” . Model: Kelly Tandiono

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: JRyan Karsten

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Renata

“Everybody deserve to have a different interpretation of place for them to live and have a life”, begitulah kata-kata yang tertulis sebagai tagline Annual Show (X).S.M.L 2012/2013. Interpretasi berbeda, ya, setiap orang memiliki interpretasi berbeda tentang segala hal, termasuk tempat dimana ia akan memiliki satu kehidupan. Interpretasi inilah yang kemudian diolah oleh (X).S.M.L sebagai ruh utama pada rangkaian koleksi teranyarnya.

Area Fairground yang biasa dijadikan tempat berlangsungnya konser band-band indie lokal dan mancanegara disulap serupa terminal keberangkatan pesawat terbang. Begitu pula ketika gerbang keberangkatan dibuka lebar dan para tetamu undangan dipersilakan masuk, mereka yang datang akan melihat satu panggung catwalk yang di rancang seperti lapangan landasan udara. Satu replika pesawat terbang pun dihadirkan di pangkal panggung catwalk, dan dari dalam pesawat itulah satu persatu model Annual Show (X).S.M.L memulai langkahnya di atas panggung catwalk.

Memamerkan 108 outfits, (X).S.M.L menyatukan konsep modern minimalism dengan sentuhan romantisme masa muda. Detil asimetris dan tiga dimensi yang selama ini jadi ciri khas (X).S.M.L kembali ditampilkan pada tiap potong busana. Silluet busana yang bermain-main dengan detil, volume, serta struktur ini pun di perlihatkan dalam bentuk rounded sleeves, oversized shapes, dan boxy shapes.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Ayu Faradilla

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Laura Basuki

Motif polkadot, segitiga, serta motif print lain yang unik dieksplorasi lebih dalam dan menghasilkan banyak motif abstrak yang menarik. Motif-motif ini lalu diwujudkan dalam kombinasi bahan-bahan khas busana siap pakai semisal katun, bahan rajutan, kulit sintetis, serta bahan-bahan bermaterial serat tipis nan halus lainnya yang sangat cocok dikenakan di negara tropis.

Sementara untuk palet warna, (X).S.M.L Fall/Winter 2012/2013 menyuguhkan warna-warna monokromatik semisal putih, putih gading, abu-abu, pink pupus, khaki, hitam, dan navy. Desain, bahan, motif, warna, detil, hingga cutting ke-108 outfits koleksi (X).S.M.L terasa sangat khas anak muda kota-kota metropolitan dewasa ini yang sangat gandrung busana berwarna monokrom, pastel, dengan garis rancang dipenuhi twist disana-sini.

Item standar busana siap pakai semisal jaket dipermainkan sedemikian rupa sehingga dapat dialihrupakan menjadi beberapa model yang sangat menarik. Pembubuhan detil semisal resleting dan kancing dibeberapa bagian pun turut jadi andil besar dalam aneka twist yang tercipta pada beberapa busana.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Renata

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Nico Christanto

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Kimberly

Keseluruhan tata artistik, koleksi busana, dan atmosfer yang tercipta pada Annual Show (X).S.M.L 2012/2013 juga semakin diperkuat oleh 24 model wanita dan 12 model laki-laki yang tampil memesona dengan make up dan hair do yang terasa pas, meski saya sedikit terganggu dengan model rambut klimis dengan “kelebihan” di bagian depan para model laki-laki.

Merangkum dua kali Annual Show (X).S.M.L yang saya datangi, rasanya konsep dari Annual Show itu sendiri memang jadi bagian utama yang tidak bisa dilepaskan. Tingkat kematangan konsep serta eksekusi yang begitu mengagumkan, membuat jajaran koleksi busana siap pakai yang dipamerkan jauh dari kata membosankan.

Secara keseluruhan Annual Show (X).S.M.L 2012/2013 “Tomorrow Land” berhasil membawa tamu undangan yang hadir mengikuti satu perjalanan menuju suatu destinasi imajiner yang terlampau menarik untuk dilewatkan. Destinasi imajiner yang mungkin suatu saat nanti akan bersama-sama kita tinggali esok hari, destinasi yang dilukiskan (X).S.M.L sebagai “Tomorrow Land”.

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Dominique Diyose

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Richard Fiando

(X).S.M.L Annual Show 2012/2013 “Tomorrow Land”. Model: Drina Ciputra

Jika setiap orang memiliki interpretasi tersendiri berbagai hal, maka saya mempunyai interpretasi tentang “Tomorrow Land”. “Tomorrow Land” adalah sesuatu yang lebih dari sekadar destinasi perjalanan. “Tomorrow Land” adalah sebuah proses pencarian tempat hidup dan berkehidupan. “Tomorrow Land” adalah satu perjalanan dalam hidup dimana dalam perjalanan itu mimpi akan masa depan yang jauh lebih baik berkembang secara dinamis mengikuti alur kehidupan. Ya, “Tomorrow Land” adalah proses dan perjalan”. Bagi saya. Tetapi bagi (X).S.M.L nampaknya “Tomorrow Land” adalah suatu proses pencapaian yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai brand busana siap pakai dalam negeri paling diperhitungkan dalam segala aspek, termasuk konsep serta aktualisasi diri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s