Antie Damayanti ; Totalitas Dua Panggung Berbeda, Catwalk dan Teater

Menjadi pusat perhatian diatas panggung peragaan busana mungkin jadi hal yang sangat biasa bagi mereka yang menekuni profesi sebagai model catwalk, namun menjadi pusat perhatian diatas panggung teater dan berakting sepenuh jiwa raga, tentu itu lain perkara. Tetapi model satu ini melakukan keduanya, ia menjadi pusat perhatian di keduanya, catwalk dan teater

Antie Damayanti. Foto: Andry Wibowo

Ada suatu keterikatan perasaan yang aneh antara saya dan sosok yang saya lihat pada panggung pagelaran Bazaar Fashion Celebration “Langgam Tiga Hati” yang dihelat pada Desember 2011 silam. Sosok yang saya lihat itu memiliki rambut hitam menjuntai panjang hampir menyapu lantai, wajahnya pucat, dan ia mengenakan gaun putih longgar yang membuat sosoknya seolah melayang di atas panggung Bazaar Fashion Celebration “Langgam Tiga Hati”.

Sosok itu adalah hantu. Hantu dari Putri Gula Oei Hui Lan. Hantu itu benar-benar membuat bulu kuduk saya meremang, bukan hanya karena perasaan tidak nyaman yang menggelayut di hati saya, tapi ada perasaan magis yang mengagumkan. Saya begitu terpesona oleh “hantu” itu, dia begitu nyata, serasa hantu sungguhan, walau saya tahu itu hanya peran pelengkap di sebuah pagelaran tahunan milik majalah Harpers Bazaar Indonesia.

Bagi saya saat itu, si hantu terlalu mempesona. Setiap gerakan yang ia pamerkan di atas panggung sana menyita seluruh perhatian saya, membuat saya terdiam lama, terpesona. Saya merasa terikat, meski hanya searah, tapi saya tahu hati saya sudah tertambat pada si hantu, dan terutama pada sosok asli dibalik si hantu, karena ia begitu sempurna memerankannya. Cukup lama saya mencarinya, dan kini saya tahu persis siapa sosok dibalik hantu Putri Gula Oei Hui Lan, dia adalah Antie Damayanti.

Antie sebagai Putri Gula Oei Hui Lan di Bazaar Fashion Celebration 2011 “Langgam Tiga Hati”

Lahir di Jakarta, 10 Juli 1983, Antie memulai karirnya dengan niatan mulia, membantu seorang teman yang baru saja akan memulai debutnya sebagai fashion designer. Berawal dari sana, ia memberanikan diri untuk mengikuti casting iklan, dan beruntung, ia mendapatkan job iklan pertamanya untuk sebuah produk kecantikan. Namun sayang karirnya harus terhenti karena kedua orangtuanya lebih menginginkan Antie untuk fokus di bangku sekolah, dan menyelesaikan pendidikannya.

Setelahnya, baru pada tahun 2006, Antie memutuskan untuk kembali menggeluti dunia modeling yang sempat ia tinggalkan. Dengan tinggi badan 174cm, dan berat 46 kg, Antie memang tergolong model yang memiliki postur tubuh lebih mungil jika dibandingkan dengan model catwalk lainnya. Tetapi ada satu hal yang sangat menarik dari Antie, yakni karakter wajahnya yang begitu kuat. Ia memiliki gurat oriental yang menarik. Wajahnya tirus dengan garis tulang pipi yang sangat kentara, dan itu yang membuat karakter wajahnya sangat kuat.

Antie oleh Nicoline Patricia Malina

Foto: Portfolio Antie oleh Damn-Inc Models

Sepanjang karir modelingnya Antie telah merasakan berbagai panggung peragaan busana milik desainer ternama Indonesia. Sebut saja nama Biyan, Denny Wirawan, Edward Hutabarat Sapto Djojokartiko, Barli Asmara hingga Ivan Gunawan yang pernah menggunakan jasanya sebagai model pada peragaan busana mereka. Namun mungkin tidak banyak yang tahu bahwa model lulusan D3 Public Relation Interstudy ini menekuni profesi lain sebagai pemain teater.

Peragaan Busana Karya Edward Hutabarat

Trend Show IPMI 2013

Pada tahun 2010 silam bakat terpendam Antie dalam berakting ditemukan oleh tim Teater Populer yang dikepalai aktor kawakan Slamet Rahardjo. Ketika itu, tim Teater Populer tengah menggelar audisi untuk Mercedez Benz yang menginginkan konsep teater pada peluncuran seri mobil terbarunya, dan Antie sebagai salah satu peserta audisi berhasil memikat tim Teater Populer dengan kepiwaiannya memainkan peran. Menjadi bagian dari Teater Populer dan memainkan sebuah peran pada pertunjukkan Mercedez Benz “The Journey” membuat Antie menemukan dunia barunya di atas panggung teater. Tiga bulan lamanya ia mengikuti kelas latihan rutin Teater Populer, dan mempelajari tentang seni peran serta teater.

Penampilan Antie dalam Teater Populer “Pinangan”. Foto: Dokumentasi Teater Populer

Antie dalam “Pinangan” . Foto: Dokumentasi Teater Populer

Banyak hal yang membuat Antie semakin jatuh hati dengan dunia teater, banyak hal yang ia pelajari disana. Teater tak hanya mengajarkannya tentang seni peran dan dunia teater itu sendiri, tapi juga tentang bagaimana melatih diri serta mengenali karakter diri sendiri lebih dalam lagi.

Berlanjut ke bulan Mei tahun 2011, model yang pernah mendapat gelar The Most Sensual Lady di tahun 2000 ini juga terlibat pada pementasan Teater Populer berjudul “Pinangan” yang digelar di Jakarta dan Surabaya. Hingga saat ini, ia masih tetap setia menjalani dua dunianya dengan penuh totalitas. Baginya, jujur terhadap diri sendiri dan bersungguh-sungguh terhadap apa yang dijalani merupakan kunci terpenting ketika ia tengah menekuni profesinya, baik sebagai model maupun pemain teater.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s