Rangkuman Kabar Dari Jakarta Fashion Week 2013

Di tahun penyelenggaraannya yang kelima, saya kembali mendapat kesempatan untuk bisa menghadiri pekan mode paling dinanti penyelenggaraannya ini. Ada banyak kejadian tidak terduga, ada banyak cerita. Namun saya belum akan menceritakan semuanya secara detil, maka saya akan merangkumkannya terlebih dulu.

Malam Pembukaan JFW 2013 di Fashion Tent

Malam Pembukaan JFW 2013 di Fashion Tent

Jakarta Fashion Week 2013(JFW 2013) pada awalnya direncanakan untuk terselenggara selama tujuh hari penuh, sejak tanggal 3 sampai 9 November 2012 dengan mengambil tempat di Plaza Senayan. Namun pada kenyataannya, JFW 2013 tidak bisa terselenggara selama tujuh hari, dan mengalami penambahan waktu menjadi sepuluh hari penyelenggaraan.

Mungkin sudah banyak yang mengetahui apa sebab JFW tahun ini mengalami perpanjangan waktu, tapi saya juga yakin sebagian lainnya masih belum tau kenapa JFW bisa sampai sepuluh hari. Dan sebenarnya saya juga yakin, mereka yang mengetahui sebab kenapa JFW mengalami perpanjangan waktu, terbagi lagi menjadi 3 kelompok.

Kelompok pertama, adalah kelompok yang memang mengetahui secara detil. Kelompok kedua, adalah kelompok yang mengetahui tetapi tidak secara langsung. Dan kelompok ketiga, adalah kelompok yang mengetahui secara simpang siur.

Saya akan menceritakan sedikit, kenapa JFW 2013 mengalami pertambahan waktu. Hal ini disebabkan oleh insiden yang sering saya katakan “insiden tenda”. Singkatnya, karena cuaca buruk yang terjadi kala penyelenggaraan JFW 2013, tenda utama tempat berlangsungnya fashion show di JFW 2013 mengalami masalah yang cukup serius sehingga seluruh kegiatan yang dijadwalkan akan berlangsung disana mengalami relokasi tempat. Tetapi, saya tidak akan menceritakan detil kejadiannya sekarang, saya akan menuliskannya nanti.

Dan inilah rangkuman JFW 2013 yang sempat saya ikuti.

Hari Pertama (Sabtu, 3 November 2012):

After Finale Sebastian Gunawan at Opening JFW 2013. Model with The Designer: Michelle Samantha

After Finale Sebastian Gunawan at Opening JFW 2013. Model with The Designer: Michelle Samantha

Opening JFW 2013 by Sebastian Gunawan. Model: Laura Muljadi

Opening JFW 2013 by Sebastian Gunawan. Model: Laura Muljadi

20.00-21.00 WIB, Fashion Show Opening JFW 2013 “Indonesia Today, World Tomorrow” oleh Sebastian Gunawan dan Lie Sang Bong.
Pada hari pertama JFW 2013, acara berjalan lancar tanpa ada masalah berarti. Peragaan busana dari Sebastian Gunawan dan Lie Sang Bong, seorang desainer asal Korea Selatan yang memiliki basis di Paris, dimulai tepat waktu sekitar pukul 20.00 WIB. Pada hari pertama penyelenggaraan JFW 2013, lokasi utama adalah di sebuah tenda atau yang biasa disebut Fashion Tent yang dibangun di lapangan di sisi gedung Plaza Senayan, atau di depan Union.

Hari Kedua (Minggu, 4 November 2012):

Pada hari kedua JFW 2013, saya baru datang sekitar pukul 15.00. Pada hari itu sejak awal saya memang hanya ingin menyaksikan peragaan busana dari Ivan Gunawan, dan Anne Avantie. Tapi ketika saya sudah sampai venue acara, saya sedikit terkejut karena semua fotografer yang biasa mengambil posisi di dalam tenda sudah perpindah ke atrium. Mereka, dengan kamera berlensa besarnya sudah bergerombol di bagian depan lintasan catwalk yang dibangun di atrium Plaza Senayan.

Tenda bocor, begitu kata para fotografer. Maka hari itu semua jadwal acara JFW 2013 menjadi tidak pasti. Tidak ada satu pun pihak yang bisa memastikan apakah rangkaian busana yang sedianya akan dilangsungkan di dalam tenda akan dipindahkan ke atrium atau tidak. Lalu ketidakpastian itu berujung pada pemindahan tiga jadwal show yakni, “Dress Me Up Competition” oleh dr.m, Grazia Glitz and Glam, dan “Purana; Retro Batik” oleh Lia Chandra Foundation yang tadinya akan dilangsungkan di tenda menjadi di atrium Plaza Senayan. Sementara tiga jadwal pergaan busana lainnya yaitu, ESMOD “E-Craft”, Ivan Gunawan “Mysterious Regal”, dan Anne Avantie “Puspawarni”, ditambah Pia Alisjahbana Award mengalami penundaan sampai jadwal yang belum dapat ditentukan pada hari itu.

Hari Ketiga(Senin, 5 November 2012):

Pada hari ketiga JFW 2012 menurut jadwal hanya ada satu sesi peragaan busana yang akan berlangsung di atrium, yaitu peragaan busana dari Ted Baker, dan sisanya, ada delapan peragaan busana yang akan dilangsungkan di Fashion Tent. Meski sehari sebelumnya, tenda sempat bermasalah dan berujung pada penundaan beberapa jadwal peragaan busana, panitia JFW 2013 meyakinkan semua awak media dan tamu JFW jika jadwal peragaan busana pada hari itu akan berlangsung secara normal di Fashion Tent. Mereka mengatakan jika area Fashion Tent sudah aman untuk digunakan kembali karena kebocoran yang terjadi telah diperbaiki.

Hari itu saya datang seusai jam sekolah. Kira-kira pukul 18.00 saya baru sampai di Plaza Senayan, hari itu, peragaan busana yang sangat saya nantikan adalah “Globalization” oleh IPMI(Ikatan Perancang Mode Indonesia). Namun ketika saya tiba, saya melihat seorang teman yang termasuk model grup B ada di luar Green Room(ruangan khusus yang hanya boleh dimasuki orang-orang tertentu seperti model, panitia, crew dan sejenisnya) sambil asik mengisap rokok putihnya.

Dia bilang ke saya kalau hari itu semua peragaan busana mengalami keterlambatan, atau lebih tepatnya mundur satu jam dari yang sudah di jadwalkan. Itu sebabnya, dia masih santai-santai saja dan masih sempat ngobrol singkat bersama saya. Dari obrolan saya dengan dia, saya sempat kaget karena grup teman saya itu baru akan muncul lagi di peragaan busana Aguste Soesastro dan Oscar Lawalata yang seharusnya berlangsung pada pukul 17.00.

Kenapa saya kaget, karena ketika saya ngobrol dengan dia, yang sedang memperagakan busana di dalam tenda adalah grup A, mereka membawakan busana dari LaSalle College International Jakarta. Peragaan busana dari LaSalle itu seharusnya sudah usai sejak satu setengah jam lalu, tapi saat itu, dimulai saja belum. Kata teman saya, “Modelnya baru stand by Nin, show-nya belum”.

Finale "KROMO" oleh Aguste Soesastro

Finale “KROMO” oleh Aguste Soesastro

Finale "Mongoloid" oleh Oscar Lawalata

Finale “Mongoloid” oleh Oscar Lawalata

Peragaan busana dari Aguste Soesastro dan Oscar Lawalata yang disponsori oleh Samsung Galaxy Notes 10.1 dimulai sekitar pukul 19.00 WIB, hampir dua jam lewat dari jadwal seharusnya. Terlambat besar memang, tapi semua itu seolah termaafkan begitu rangkaian koleksi dari Aguste Soesastro dan Oscar Lawalata dipertontonkan. Kedua desainer muda yang selalu jadi buah bibir berkat karya-karya nya ini, sungguh memenuhi ekspetasi tentang apa lagi yang akan mereka tampilkan.

Awalnya saya kira, penyelenggaraan JFW 2013 hari ketiga ini akan berjalan seperti biasa, meski dengan keterlambatan yang cukup parah, namun setidaknya semua jadwal pergaan busana bisa berlangsung lancar di tenda. Tetapi saya salah, segera setelah peragaan busana usai, tim protokol JFW 2013 dan bagian pengamanan langsung meminta semua orang, termasuk para wartawan dan fotografer untuk meninggalkan area Fashion Tent. Hal ini tidak biasanya dilakukan, karena wartawan dan fotografer selama penyelenggaraan JFW seperti memiliki hak khusus untuk bisa tetap tinggal di dalam tenda untuk meliput peragaan busana selanjutnya atau tidak.

Dimintanya para fotografer dan wartawan untuk meninggalkan area tenda pada hari itu ternyata menjadi pertanda bahwa JFW 2013 kembali mengalami penundaan jadwal. Ya, terhitung sejak pukul 20.00 WIB tanggal 5 November 2012, JFW 2013 mengalami perubahan jadwal, dan Fashion Tent resmi ditutup. Sisa peragaan busana pada hari itu tidak ada yang dilangsungkan, selain Fashion Parade dari Matahari Dept Store yang mengalami pemindahan tempat di atrium.

Hari Keempat(Selasa, 6 November 2012):

Hari keempat penyelenggaraan JFW 2013 saya memutuskan untuk tidak hadir, dan saya punya dua alasan untuk itu. Pertama, kondisi tubuh saya yang mulai drop karena terlalu capek dan sempat kehujanan. Kedua, karena pada hari keempat JFW 2013, enam jadwal peragaan busana yang rencananya akan diadakan di Fashion Tent ditunda hingga batas waktu yang belum ditentukan. Sementara L’Oreal Professionnel “Retro Nouveau” yang menampilkan kolaborasi tata rambut dari L’Oreal dan busana dari Hian Tjen, Soko Wiyanto, dan Yogi Pratama tetap dilaksanakan pada pukul 13.00 di atrium.

Hari Kelima(Rabu, 7 November 2012):

Satu-satunya peragaan busana pindahan dari Fashion Tend yang diselenggarakan adalah peragaan busana dari Erasmus Huis, pusat kebudayaan Belanda, yang bekerja sama dengan tiga desainer muda berbakat, Lulu Lutfi Labibi, Sischaet Detta dan Iwan Amir. Peragaan busana ini tetap diselenggarakan di waktu yang sama, yakni pada pukul 13.00, hanya tempatnya saja yang pindah di atrium.

Sebenarnya saya ingin sekali menyaksikan peragaan busana ini, disamping tema menarik yang diangkat yakni “Revival of Batik Belanda”, saya juga penasaran dengan 24 set busana yang akan ditampilkan oleh Lulu Lutfi Labibi, seorang desainer pendatang baru yang bisa saya katakan sebagai “One of The Most Promising Newcomer Designer”. Tapi sayangnya saya tidak bisa datang pada peragaan busananya karena saya sekolah dan pas sekali ada jadwal les tambahan.

Hari Keenam(Kamis, 8 November 2012):

Finale ISIS

Finale ISIS

Finale Lenny Agustin "Paper Garden"

Finale Lenny Agustin “Paper Garden”

Toton The Label Bersama Dua Model-nya. Reti Ragil(kiri), dan Paula Verhoeven(kanan)

Toton The Label Bersama Dua Model-nya. Reti Ragil(kiri), dan Paula Verhoeven(kanan)

Di hari keenam JFW 2013 ada sebuah kabar baik yang resmi diterima. Kabar baik tersebut adalah kepastian tentang penyelenggaraan JFW 2013 dengan perubahan tempat dan pengumuman jadwal baru deretan peragaan busana yang sempat ditunda. Setelah Fashion Tent ditiadakan, panitia JFW 2013, memindahkan tempat peragaan busana di sebuah area baru yang dinamakan Fashion Loft. Fashion Loft bertempat di lantai 4 Plaza Senayan, satu lantai dengan XXI, dan menempati area eks. Bowling Plaza Senayan. Di area ini juga pernah dijadikan tempat terselenggaranya Brightspot Market.

Dengan diresmikannya “kamar baru” peragaan busana utama JFW 2013 ini, maka panitia juga resmi pengumumkan bahwa jadwal JFW 2013 untuk tanggal 8, dan 9 November tidak ada perubahan, hanya tempatnya saja yang berubah dari Fashion Tent ke Fashion Loft. Lalu bagaimana dengan deretan peragaan busana yang ditunda?. JFW 2013 membuat kebijakan bahwa pada tahun ini, JFW tidak diselenggarakan selama 7 hari tetapi mengalami pertambahan hari menjadi 10 hari pelaksanaan. Dengan ditambahnya hari penyelenggaraan JFW 2013, maka deretan peragaan busana yang sempat tertunda dibagi-bagi jadwalnya kedalam tiga hari penambahan tersebut.

Di hari keenam JFW 2013 saya datang baru pada peragaan busana dari ISIS, sebuah brand busana ready-to-wear yang dikepalai oleh Andrea Risjad dan Amot Syamsuri. Setelahnya pada hari itu berturut-turut saya menyaksikan peragaan busana dari Lenny Agustin yang dipersembahkan The Body Shop, Mazda Young Vibrant Designer yang menampilkan tiga nama desainer muda yaitu Friederich Herman, Toton The Label, dan Cynthia Tan, dan yang terakhir adalah peragaan busana dari Ardistia New York.

Hari Ketujuh(Jum’at, 9 November 2012):

IPMI "GLOBALINATION" oleh Liliana Lim

IPMI “GLOBALINATION” oleh Liliana Lim

IPMI "GLOBALINATION" oleh Denny Wirawan

IPMI “GLOBALINATION” oleh Denny Wirawan

Bagi saya, hari ketujuh ini adalah salah satu hari yang paling melelahkan. Saya sudah berada di Plaza Senayan sejak pukul 14.00, satu jam sebelum peragaan busana pertama dari LPM Graduates “The Stylemakers” berlangsung. Kenapa melelahkan?, karena belum apa-apa saya sudah harus berlari-lari kesana kemari, hari itu kebetulan saya ada tugas kecil-kecilan lain selain meliput, dan tugas itu yang membuat saya berlari kesana-kemari menunggu tamu-tamu undangan yang undangannya saya pegang.

Hari itu ada lima peragaan busana yang sedianya akan dilangsungkan di Fashion Loft, tetapi saya hanya menghadiri dua diantaranya, peragaan busana pertama dari LPM Graduates, IPMI “GLOBALINATION”, dan peragaan busana terakhir “Dewi Fashion Knights”. Hari itu saya memang sengaja tidak menyaksikan peragaan busana lainnya karena di hari itu ada tiga orang teman saya yang datang ikut menyaksikan JFW 2013. Saya sudah lama tidak bertemu dengan mereka, karena itu saya lebih memilih untuk menghabiskan waktu beberapa jam setelah peragaan busana bersama mereka, sebelum saya kembali lagi ke dalam Fashion Loft untuk melihat bagaimana peragaan busana karya para desainer IPMI dan peragaan busana pamungkas JFW akan berlangsung, Dewi Fashion Knight.

Hari Kedelapan(Sabtu, 10 November 2012):

Tadinya saya tidak ingin meliput “beneran” peragaan busana yang terselenggara hari kedelapan JFW 2013 ini. Maksud saya meliput “beneran” adalah mengambil posisi di fotografer pit, mengabadikan gambar dan sekalian memerhatikan secara seksama apa saja yang terjadi di atas panggung peragaan busana untuk kemudian saya dokumentasikan dalam bentuk tulisan.

Ya, tadinya niat saya seperti itu, tetapi ternyata saya gagal memenuhi keinginan saya untuk duduk manis saja pada peragaan busana dari ESMOD karena saya sedikit telat. Lalu kembali gagal setelah peragaan busana “Puspawarni” dari sang maestro kebaya, Anne Avantie terlalu menggoda untuk dilewatkan hanya dengan duduk manis saja. Karena itu maka saya putuskan untuk tidak hanya duduk manis di satu blok khusus yang diperuntukkan bagi para pemburu berita. Dan hari kedelapan saya berada di JFW 2013 berakhir setelah peragaan busana “Puspawarni” oleh Anne Avantie.

Hari Kesembilan(Minggu, 11 November 2012):

Datang dan menyaksikan Pia Alisjahbana Award sebenarnya tidak menjadi salah satu agenda wajib bagi saya. Jujur, saya tidak begitu tertarik untuk menghadiri acara ini, meski saya pribadi sangat mengagumi sosok beliau sebagai salah satu penggerak industri mode di Indonesia. Tapi saya berubah pikiran ketika tahu dua orang teman baik saya, Gandis dan Merdi, akan hadir pada acara itu karena undangan khusus dari Femina Grup sebagai alumni ajang pemilihan Gadis Sampul. Karena saya jadi merasa “punya teman” jadi saya akhirnya datang dan menyaksikan Pia Alisjahbana Award.

Setelahnya secara berturut-turut saya melihat deretan koleksi teranyar dari Ivan Gunawan yang diberi judul “Mysterious Regal” dan peragaan busana dari Benten. Pada kedua peragaan busana itu, saya masih ditemani oleh kedua teman saya. Ah, harusnya mereka sering-sering datang ke JFW 2013 kemarin, setidaknya saat ada mereka saya jadi lebih semangat. Maklum, biasanya saya hanya sendirian saja ditengah keramaian…hahahaaa.

Hari Kesepuluh(Senin 12 November 2012):

Jakarta Fashion Week 2013 resmi sudah tidak menjadi “week” lagi dengan penyelenggaraan yang genap sepuluh hari. Beberapa hari sebelumnya, Pia Alisjahbana selaku CEO Femina Grup sempat mengatakan, Jakarta Fashion Week tahun ini mungkin memang tidak lagi jadi Fashion Week, beliau lebih senang mengatakannya sebagai “Ten Days of Fashion”.

Di hari kesepuluh ini, ada empat peragaan busana yang dilangsungkan. Keempatnya yaitu peragaan busana dari Hengky Kawilarang, CLEO Fashion Award, Sebastian Gunawan untuk Yayasan Jantung Indonesia dan IKAT Ind oleh Didiet Maulana. Di hari terakhir penyelenggaraan JFW 2013 ini, saya tidak sempat menghadiri semua sesi peragaan busana, saya hanya datang pada CLEO Fashion Award dan Sebastian Gunawan untuk Yayasan Jantung Indonesia. Setelahnya, saya lebih memilih untuk ngobrol macam-macam dengan teman saya yang sudah menyelesaikan tugasnya sebagai model grup B untuk peragaan busana Sebastian Gunawan.

Sekian rangkuman JFW 2013 dari saya. Untuk lebih detilnya, semoga bisa saya tuliskan segera. Ya, saya ingin sekali menulis tentang JFW 2013 per-peragaan busana. Doakan semoga lekas sempat ya.🙂

3 thoughts on “Rangkuman Kabar Dari Jakarta Fashion Week 2013

  1. Mantap…. tetap do your best yah… moga2 suatu hari pas kerja sudah ada teman sekerja yang mendampingi. Jadi tetap semangat kerjanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s