#JFW2012/2013 #1stStory Rangkai Feminitas Dalam Dua Cita Rasa Berbebeda

Bagi saya, malam pembukaan Jakarta Fashion Week selalu jadi daya tarik tersendiri. Peragaan busana pertama yang terselenggara ibarat first impression yang menentukan bagaimana terkaan ajang mode tahunan ini akan berlangsung. Dan pada malam pembukaannya, Jakarta Fashion Week sukses menyeret saya dalam pusaran daya tarik feminitas dalam dua cita rasa berbeda.

Finale Malam Pembukaan JFW 2012/2013 sekuens Sebastian Gunawan "Bella Pietra"

Finale Malam Pembukaan JFW 2012/2013 sekuens Sebastian Gunawan “Bella Pietra”

Malam pembukaan Jakarta Fashion Week(JFW) adalah momen yang tidak pernah saya lewatkan sejak tahun 2009 silam. Saya mulai jatuh cinta pada fesyen pada momen itu, dan tiap kali saya hadir kembali pada momen yang sama dalam waktu berbeda, rasanya seperti bernostalgia dengan sahabat lama. Bersemangat?, sudah pasti. Menyenangkan?, tentu saja. Penasaran?, rasanya hal itu sudah terpancar jelas dalam diri saya meski saya tidak mengatakannya.

Tepat setelah saya menerima ID khusus yang diberikan untuk pewarta berita di JFW 2012/2013, kertas agenda, dan buku yang berisi segala macam informasi mengenai JFW 2012/2013 kedua mata saya langsung menyisir halaman yang memuat tentang peragaan busana di hari pertama terselenggaranya JFW 2012/2013. Dua halaman penuh dalam buku informasi berisikan tentang dua nama. Sebastian Gunawan, dan Lie Sang Bong.

Diawali dengan sambutan dari Bapak Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Bapak Ahok, JFW 2012/2013 resmi dihelat pada Sabtu malam(3/11) pukul 20.00 WIB.
“Indonesia Today, The World Tomorrow” pun diumumkan sebagai tema besar pada penyelenggaraan JFW kali ini. Tema tersebut sekaligus dijadikan metamorfora mantra penyemangat bagi mimpi besar untuk mengantarkan para desainer kebanggaan Indonesia ke kancah mode dunia.

Dua desainer dari dua negara berbeda di dapuk pada peragaan busana perdana. Lie Sang Bong yang berasal dari Korea Selatan, dan Sebastian Gunawan sebagai desainer dari negeri tercinta.

The White Long Dress with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong. Model: Claudia Marcia

The White Long Dress with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong. Model: Claudia Marcia

Male Outfit with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong.

Male Outfit with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong.

I love this outfit, especially her butterfly pattern shirt. So pretty :)

I love this outfit, especially her butterfly pattern shirt. So pretty🙂

Lie Sang Bong mengawali karirnya di tahun 1993 dan ia kini menjadi salah satu desainer Asia yang telah mendunia. Peraih gelar “Best Designer of The Year” di Seoul pada tahun 1999 ini juga telah telah dikenal luas sebagai salah satu desainer andal di kota kiblat mode dunia, Paris. Garis desainnya yang selalu kaya detil serta sarat tekstur membuat karyanya dengan cepat di terima di kota mode tersebut. Hal ini kemudian melatarbelakanginya untuk memindahkan basis dalam berkarya dari Seoul ke Paris dan lebih mengeksplorasi bermacam karya busananya di kota mode tersebut.
Menjadi desainer pembuka pertama pada JFW 2012/2013, Lie Sang Bong menjadikan kupu-kupu sebagai ruh pada rangkaian koleksinya. Aneka warna, bentuk, hingga modifikasi motif hasil interpretasinya terhadap serangga cantik itu mewarnai deretan busana yang ia suguhkan. Mulai dari kemeja, rok, gaun cocktail, gaun malam, hingga busana pria ia tampilkan dengan bubuhan motif kupu-kupu yang indah disana-sini. Ketika melihat karya-karyanya itu, saya seakan diajak memasuki sebuah ruangan besar berisi ribuan kupu-kupu beraneka warna yang asik berterbangan di dalamnya. Sangat menyenangkan dan mengagumkan.

Black Long Dress with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong. Model: Kimberly Ryder

Black Long Dress with Butterfly Pattern by Lie Sang Bong. Model: Kimberly Ryder

The pattern of this dress is look like suriken ya? . Model: Listy

The pattern of this dress is look like suriken ya? . Model: Listy

I love that Umbrella, I want!

I love that Umbrella, I want!. Model: Dea Nabila

Dalam pemilihan warna, Lie Sang Bong menerapkan semacam peraturan yang cukup unik. Ia menciptakan motif kupu-kupu dengan warna-warna cerah yang mencolok hanya di atas busana berwarna dasar putih dan hitam. Sementara ketika menghadirkan warna cerah sebagai warna utama busana, desainer langganan penyanyi nyentrik Lady Gaga ini tidak membubuhkannya dengan motif kupu-kupu yang sejak awal telah mencuri perhatian. Tidak hanya motif kupu-kupu yang meramaikan koleksi busana, motif yang menyerupai senjata lempar yang biasa digunakan para ninja, suriken, juga turut ia jadikan andalan pada beberapa busana dengan warna-warna kontras.

Lalu, sebuah kejutan lain diberikan Lie Sang Bong menjelang akhir peragaan busana miliknya, ia memakaikan para model dengan jas hujan serta payung-payung transparan yang penuh motif kupu-kupu beraneka warna. Hal ini sontak menjadi pemandangan yang tidak biasa sekaligus sangat menarik. Jas hujan dan payung yang merupakan benda yang sangat biasa kita jumpai terutama di kala musim penghujan tiba, mendadak seperti bertransformasi menjadi The “It” New Fashion Items di atas panggung peragaan busana.

Bella Pietra Collection by Sebastian Gunawan. Model: Sarah Azka

Bella Pietra Collection by Sebastian Gunawan. Model: Sarah Azka

Rekonstruksi feminitas dalam garis rancang tegas, me love it!. Model: Adivina Ratnaningsih.

Rekonstruksi feminitas dalam garis rancang tegas, me love it!. Model: Adivina Ratnaningsih.

The Black Dress by Sebastian Gunawan. Model: Christina Borries

The Black Dress by Sebastian Gunawan. Model: Christina Borries

Selesai dengan Lie Sang Bong, kini waktunya untuk menyimak karya Sebastian Gunawan. Desainer yang pernah bekerja paruh waktu di Egon von Fusternberg, Milan, ini rasanya layak dinobatkan sebagai salah satu desainer Indonesia paling produktif. Setelah beberapa waktu lalu ia melansir 101 koleksi yang terangkum dalam “Club Dahlia”, kali ini ia menjadikan “Bella Pietra” sebagai persembahan spesial di malam pembukan JFW 2012/2013.
Pada “Bella Pietra”, Sebastian yang dikenal begitu setia dengan garis rancang penuh aura feminine dalam tiap karyanya, kali ini menampilkan bentuk feminitas-nya dalam konstruksi yang lebih tegas. Desainer penerima penghargaan “International Apparel Federation World Young Designer Award” ini terlihat asik bermain-main dengan tekstur dan volume yang dibuat beragam, seperti misalnya bagian atas yang lekat memeluk tubuh namun bagian pinggul ke bawah menggembung kaku, celana yang longgar, gaun panjang yang feminine dan cantik serta coat yang kaku.

Bella Pietra by Sebastian Gunawan. Model: Kimmy Jayanti

Bella Pietra by Sebastian Gunawan. Model: Kimmy Jayanti

Bella Pietra Collection by Sebastian Gunawan. Model: Ilmira

Bella Pietra Collection by Sebastian Gunawan. Model: Ilmira

The Last Collection of Bella Pietra by Sebastian Gunawan. Model: Laura Muljadi

The Last Collection of Bella Pietra by Sebastian Gunawan. Model: Laura Muljadi

Pemilihan motif pecah seperti mozaik-mozaik keramik pada tiap potong busana serta pemilihan warna yang ada pada zona waran netral semisal hitam, putih gading, coklat muda hingga abu-abu yang seperti bebatuan menambah kesan bahwa Sebastian memang sedang asik bermain-main pada konstruksi busana yang terlihat tegas, kuat, independen, namun masih dalam koridor feminitas yang selalu jadi ciri khasnya.
Secara keseluruhan, jika malam pembukaan JFW 2012/2013 seumpama first impression yang dapat menjadi perkiraan bagaimana karakteristik seseorang atau sesuatu. Maka, first impression saya pada JFW 2012/2013 -dalam hal ini adalah karakteristik busana yang ditampilkan- adalah wujud dualisme feminitas. JFW 2012/2013 seperti mata uang yang menghadirkan dua sisi berbeda. Satu sisi seperti spektrum warna-warna cerah yang hangat hingga pastel yang lembut, sementara sisi lainnya berwarna lebih gelap serta dengan kesan yang lebih kuat. Seperti seorang perempuan yang selalu menyimpan dua sisi berbeda dalam dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s