Setelah Lima Tahun Berlalu

IMG-20160104-WA0002

Lima tahun lalu di pertengahan tahun seperti sekarang saya pertama kali bertemu dengannya. Saat itu saya masih berusia enambelas tahun, dan dia juga. Malam itu saya menemuinya di belakang panggung usai sebuah acara. Ia mengenakan gaun terusan berwarna merah muda dengan rambut terkepang rapi. Perkenalan kami singkat, hanya bertukar nama, berbincang sebentar, lalu berpisah begitu saya meminta nomor telepon genggamnya yang sampai hari ini tidak pernah berubah. Hari-hari berlalu, waktu berganti, tidak ada yang berbeda, saya tidak pernah lagi mendengar kabarnya, tidak juga mencoba menghubunginya setelah perkenalan pertama kami, tapi hidup siapa yang tahu? Singkat cerita, kami kembali bertemu, lalu saling bertukar cerita, menghadiri beberapa acara peragaan busana saat saya masih begitu aktif wara-wiri di “balik runway” dan acara yang diselenggarakan salah satu majalah remaja terkemuka saat saya ‘kebetulan’ mengisi acara disana.

Lima tahun berlalu dan hingga saat ini gadis remaja bergaun merah muda dengan rambut terkepang rapi yang saya temui lima tahun lalu itu menjadi teman baik saya, atau lebih tepatnya teman gila saya, istilah yang kami ciptakan berdua. Ada banyak kenangan terhadap waktu-waktu yang telah lalu. Ada banyak kenangan akan pertemanan gila saya dan dia yang selalu absurd. Kami sering tertawa terbahak-bahak berdua tanpa sebab yang jelas. Kami kadang membicarakan hal-hal paling filosofis, tapi lebih sering berseloroh akan hal-hal yang konyol dan tidak ada artinya sama sekali. Pada waktu-waktu tertentu kami membicarakan mimpi, berbagi rencana yang begitu ingin dijadikan nyata, dan pada saat lainnya kami pusing sendiri dengan urusan hati yang kadang lebih rumit daripada teka-teki silang diseluruh dunia.

Kamu tahu? Ada begitu banyak hal yang terjadi setelah lima tahun berlalu. Ada banyak hal dari saya yang berubah, dan dia pun juga. Saya yakin sedikit banyak dia menyadari perubahan itu, karena saya pun begitu. Dia berbeda, mulai dari hal-hal sederhana seperti semua mata yang memandang ke arahnya saat kami berdua di keramaian atau orang-orang yang menghampirinya untuk menyapa seakan bertemu kenalan lama, atau mereka yang sering mencuri waktu untuk berfoto bersama. Semua hal sederhana itu kadang terasa lucu bagi saya, rasanya seperti semua orang mengenalinya saat ini, atau memang begitu ya?

Siang ini saya membawakan sebuah kue tart rasa moka dengan lilin berbentuk angka 2 dan 1. Berdua dengan salah seorang “teman baiknya” saya mengendap-endap, menyalakan lilin dan berjalan perlahan. Dalam setiap langkah menuju ruangan tempat dia berada ingatan saya berputar tentang dirinya. Seperti roll film rusak yang secara acak memutar semua hal yang bisa saya ingat tentang dia.

IMG-20160104-WA0001Dia adalah salah satu orang paling menyebalkan dan absurd yang pernah saya kenal. Dia bisa menjadi orang paling bawel dan rewel dalam satu waktu. Dia bisa merajuk seperti anak kecil hanya untuk meminta saya menemaninya. Dia bisa berbicara dan bermain peran yang tidak jelas juntrungannya sampai saya bosan melihat dan mendengarkan. Dia bisa dengan konyolnya menirukan suara kuda di kamar mandi dan menimbulkan kegaduhan. Dia bisa dengan bodohnya memberikan kado sesuatu yang dapat dikenakan tanpa menanyakan ukurannya sampai-sampai saya harus memintanya membawa pulang kado itu lagi. Dia bisa menelepon saya dari tengah malam sampai pagi dan tidak ingin ditinggal tidur sendirian. Dia bisa berulang-ulang kali meminta maaf seperti anak kecil saat saya marah padanya. Dia bisa membuat saya kesal setengah mati, tertawa terpingkal-pingkal dan luluh seketika.

Kamu tahu? Dia salah satu orang paling menyebalkan, absurd dan tambah satu lagi, keras kepala yang saya pernah saya kenal. Tapi, kamu tahu? Sebenarnya saya pun begitu, mungkin baginya saya juga salah satu orang paling menyebalkan, absurd dan keras kepala yang pernah dia kenal, oh ya, tambah satu lagi juga, saya galak, mungkin sering kelewat galak dan sinis kepadanya, untuk hal-hal tertentu, tentu saja. Tapi tetap saja dia mungkin salah satu orang paling menyebalkan, absurd dan keras kepala yang pernah saya kenal, namun diam-diam saya mengaguminya. Dia punya hati yang begitu lembut. Dia punya kemauan yang sangat kuat. Dia punya prinsip hidup dan terus mempertahankannya sepenuh hati. Dia cerdas. Dia sangat menghargai orang-orang disekitarnya. Dia sangat menyayangi teman-temannya. Ya saya tahu itu.

Saya mungkin bukan teman yang baik untuk dia. Pertemanan kita tidak pernah selalu baik-baik saja. Pertemanan kita tidak pernah sempurna, tidak akan pernah. Tapi bukan itu intinya, karena yang terpenting bagi saya, dan semoga saja juga bagi dia, kami selalu mencoba saling berkompromi, memahami segala kekurangan. Saling jujur dan mengingatkan, bila salah katakan salah dengan berbesar hati, dan menerimanya dengan berbesar hati pula. Itu yang selalu kami coba untuk lakukan. Berteman dengan jujur tanpa memandang siapa saya dan siapa dia. Berteman dengan apa adanya, dan dengan gila, karena kami Teman Gila, tentu saja!

Selamat mengulang hari pertama di Bumi, Teman Gila!

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s