TAKOR

P1120773

Senja habis di tempat ini sementara saya masih menikmati setiap perbincangan dan tawa. Tempat ini adalah ruang terbuka dengan meja-kursi yang dirancang menyatu, terbuat dari kayu, besi, dan fiber karbon (?). Sekilas tidak istimewa, bahkan sebagian orang membencinya. Mereka bilang tempat ini jorok, membuat selera makan hilang, tidak nyaman sebagai kantin. Belum lagi kucing-kucing yang berseliweran, mengeong dengan rajin, dan teliti mengintai setiap piring makanan dari masing-masing orang. Lalu, semua itu diperparah dengan kepulan asap rokok yang seakan tidak ada habis-habisnya dihembuskan dari sela bibir puluhan orang disana. Jadi, tidak heran memang bila ada yang membenci tempat ini sampai-sampai mereka enggan makan, mampir, atau bahkan sekadar menginjakan kaki di sana. Sebuah kantin yang punya nama cukup unik, Takor, singkatan dari Taman Korea.

Perihal nama, jangan buru-buru bertanya dengan pertanyaan semacam “Banyak ya orang Korea disana?”, atau “Oh kantinnya bernuansa Korea ya?”, atau “Ada makanan Korea di situ?”. Mulailah dari pertanyaan “Kenapa namanya Taman Korea?”. Jawabannya sederhana, karena kantin ini dahulu dibangun atas sponsor sebuah perusahaan dari Korea Selatan dan semenjak itu mahasiswa-mahasiswa di FISIP menamainya Taman Korea, ringkasnya Takor. Sedikit tambahan informasi, nama perusahaan Korea Selatan yang mensponsori pembangunan juga masih terabadikan sebagai nama salah satu ruangan di lantai dua kantin ini, Yongma.

P1120781

P1120783

Takor bagi saya bukan sekadar kantin tempat saya menuntaskan lapar dan dahaga atau mengunyah bekal makanan yang terkadang dibawa dari rumah. Di tempat ini saya mengerjakan tugas kuliah baik tugas individual maupun berkelompok. Di tempat ini dahulu saya terbiasa mengerjakan pekerjaan saya seorang diri saat masih menjadi pekerja lepas. Di tempat ini saya bercengkrama, bercanda, berbincang santai, hingga berdiskusi serius dengan teman-teman saya hingga larut malam. Di tempat ini pula saya menemukan banyak teman baru selama masa perkuliahan. Takor bagi saya begitu kompleks, tapi juga begitu sederhana, sesederhana anggapan saya bahwa kantin ini serasa rumah kedua.

Selasa, 20 Juni 2017. Hari ini adalah salah satu hari paling bersejarah dalam hidup saya. Di sore yang sedikit mendung ini, saya dinyatakan lulus sidang karya tulis ilmiah akhir, skripsi. Saya senang, tentu saja, tapi bukan perasaan senang yang meluap-luap, hanya senang saja, karena satu tahapan di dalam hidup bisa saya lewati dengan cukup baik. Walaupun perasaan senang yang saya rasakan tidak meluap-luap namun itu justru lebih menyenangkan karena terasa nyaman dan tidak terlalu emosional. Singkat cerita, seusai sidang skripsi hanya ada satu tempat yang ingin saya tuju, Takor. Rasanya saya sudah tidak sabar untuk menyesap segelas minuman dingin dari Mang Ari atau Bu Cil, dua orang pedagang minuman di Takor, dan berbincang diantara riuh tawa dan asap tembakau.

Mungkin kamu merasa aneh dengan tulisan ini. Lama saya tidak menulis apa-apa di laman blog ini lalu tahu-tahu kembali muncul hanya dengan membicarakan hal yang membingungkan seperti Takor si Kantin FISIP. Tidak apa, kamu toh tidak perlu benar-benar mengerti bila tulisan ini memang hakikatnya saya paksakan agar saya dapat menulis lagi. Sudah lama rasanya kemampuan menulis saya sekarat dan nyaris mati. Jadi, mungkin ini waktunya untuk menuliskan apa saja yang terpikir dan ingin ditulis walau tidak akan banyak yang mengerti.

P1120777

Salah satu sudut paling khas di Takor untuk mahasiswa dan alumni Antropologi, Meja Bunder.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s