Terimakasih Teman-Teman Model untuk ABG di Balik Runway

Delapan model bersama ABG di Balik Runway

Delapan model bersama ABG di Balik Runway

Terimakasih teman-teman model semua. Terimakasih delapan teman model dalam foto diatas:
1. Melinda Priskila, 2. Kelly Tandiono, 3. Christina Borries, 4. Whulandary Herman
5.Winny Christy, 6. Maria Margareth, 7. Ayu Faradilla, 8. Marcella Tanaya

Bersama ABG di Balik Runway

Bersama ABG di Balik Runway

Terimakasih juga untuk para model di dalam foto ini:
1. Simona Travnickova yang berpose seksi dengan ABG di Balik Runway :-p
2. Richard Fiando dan Hendy Bramantyo
3. Mareike Brenda
4. Renobulan Sanusi

Dan yang terakhir terimakasih banyak untuk seorang teman baik, si Model Pendiam:

Temen gue si Model Pendiam

Temen gue si Model Pendiam

ABG di Balik Runway Ada di Toko Buku!

Tanggal 21 Desember 2012 lalu, buku pertama gue rilis. Yup, setelah menunggu sekian lama, akhirnya “bayi” pertama gue yang unyu ini hadir di toko-toko buku.

Cover Buku ABG di Balik Runway

Cover Buku ABG di Balik Runway

Ketika buku ini resmi terbit dan ada di toko buku, perasaan gue campur aduk. Ramai sekali. Seperti ada karnaval disana, ada badut-badut lucu, ada kembang api, ada gulali. Penuh warna, penuh suara. Ramai. Mungkin yang bisa mengalahkan ramainya perasaan gue adalah ramai suara kembang api saat gue datang seharian penuh pada perayaan pesta ulang tahun Central Park karena percayalah puncak acara ini benar-benar ramai sekali, apalagi saat itu posisi gue ada tepat dibawah ledakan puluhan -atau mungkin ratusan- kembang api yang mewarnai langit diatas Tribeca Area Central Park.

Lalu jika yang jadi pertanyaan, cerita seperti apakah yang gue hadirkan di buku gue?. Gue nggak mau terlalu banyak bercerita, biar jadi kejutan ketika kalian membacanya. Hmmm…tapi gue akan memberi bocoran sedikit. Di buku gue kalian bisa menemukan kisah lain dari para model catwalk yang gue rasa baru pernah diungkapkan sekali, di buku gue. Salah satunya adalah kisah tentang masa lalu yang tidak menyenangkan. Jangan tanya kisah detilnya seperti apa, karena kalau yang itu biar gue ceritakan dalam buku saja, dan kalian bisa membacanya secara lengkap disana.

ABG di Balik Runway

ABG di Balik Runway

 

Ini dia sinopsis di belakang buku gue:

Umur gue baru lima belas tahun waktu hidup gue berubah 180 derajat, waktu gue mulai punya identitas ganda.

Ini gue di sekolah: objek keisengan anak-anak kelas sebelas. Gue bukan anak yang diem aja digituin, tapi mereka malah sering menjadikan respon gue sebagai bahan bercandaan lain, yang bikin gue eneg setengah mati. Gue di-bully, ya?

Ini gue yang satunya: sedang duduk manis di fashion show, di jejeran para pemburu berita. Sebagai wartawan gue jadi punya banyak teman baru yang bisa menghabiskan banyak waktu ngobrol sama gue, hang out sama gue, bercanda ketawa-tawa sama gue, kasih nasihat sampai mengajari banyak hal baru yang nggak gue tahu sebelumnya.

Sebentar, tadi gue sempat ngomong gue wartawan, ya?. Gue, wartawan?. Wartawan fashion?. Ini kayak mimpi, mimpi yang sejujurnya nggak pernah gue impikan akan terjadi.

 

“Ia menunjukan kejujurannya dari kacamata seorang ABG yang berada di antara kerumunan para fashionista dan dunia kami sebenarnya. Ringan dan renyah untuk dibaca”Dominique Diyose, Model

 

“Sebuah cerita yang membawa kita seakan-akan ikut merasakan petualangan si ABG in a wonderland. Polos, lugas, menarik dan berbeda…Wajib baca!!” –Renata Kusmanto, Model-

 

FYI: Buku gue sudah tersedia di toko-toko buku terdekat, termasuk Gramedia. Yup, kalian bisa ke toko buku Gramedia terdekat dan menemukan buku gue disana. Tetapi kalau kalian terbiasa membeli barang secara online atau sulit menemukannya di toko buku, kalian bisa coba membelinya di toko-toko buku online, bukabuku.com, kutubuku.com, inibuku.com, bukukita.com, starbuku.com, mizan.com dan lain sebagainya. Terimakasih 😀

Balada Ching-Ching ; Sebuah Rangkaian Balada Keseharian

Balada Ching-Ching

Sebuah Rangkaian Balada Keseharian

Balada Ching-Ching adalah sebuah kumpulan cerpen karya Maggie Tiojakin yang untuk pertama kalinya diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Sebelumnya Maggie Tiojakin pernah menerbitkan sebuah kumpulan cerpen bertajuk “Homecoming” yang kesemua cerpennya ia tulis dalam bahasa Inggris. Awalnya, cerpen-cerpen karya Maggie Tiojakin dalam Balada Ching-Ching ditulis dalam bahasa Inggris oleh Maggie, namun akhirnya semua cerpen-cerpen itu ia terjemahkan sendiri dalam bahasa Indonesia dengan harapan dapat lebih banyak menjangkau pembaca di Indonesia, seperti yang diungkapkannya pada saat peluncuran Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching beberapa waktu lalu bertempat di Fab Café Gramedia Grand Indonesia.
Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching terdiri atas 13 judul cerpen yang beberapa diantaranya pernah diterbitkan di beberapa media seperti Femina, Kompas dan The Jakarta Post. Sementara judul dari Kumpulan Cerpen ini yakni “Balada Ching-Ching” diambil dari Cerpen ke-5 dalam KumCer ini yang berjudul sama.
Beberapa hal yang menjadi garis besar dalam KumCer Balada Ching-Ching yang dapat saya ambil, cerita-cerita yang ada dalam cerpen-cerpen ini adalah sebuah rangkaian cerita keseharian yang cenderung sederhana dan sebenarnya bisa kita temui dalam kehidupan saya, kamu, atau orang-orang disekitar kita lainnya. Ide-ide cerita yang diusung dalam beberapa cerpen didalamnya terasa sangat sederhana, dengan potongan-potongan kejadian yang seperti saya katakan tadi, bisa terjadi pada siapapun disekitar kita. Namun tentu ada yang membuat Balada Ching-Ching begitu spesial sehingga Gramedia Pustaka Utama bersedia menerbitkannya.
Kekuatan penceritaan dalam sebuah keserdahanaan, saya rasa adalah salah satu hal yang membuat Balada Ching-Ching memiliki “nyawanya”. Maggie yang juga seorang jurnalis, terasa sangat pandai mengolah cerita sederhana dengan rangkaian kata yang tidak terlalu rumit menjadi satu rangkaian cerita. Tapi, sebuah Balada keseharian itu kadang terasa datar oleh kurangnya drama dan kejutan-kejutan di sepanjang rangkaian ceritanya, meski harus diakui, tidak kesemuanya seperti itu, namun ada saja yang terasa begitu.

Sinopsis Bagian Belakang Buku :

Tentang “Balada Ching-Ching”

Masing-masing dari 13 cerita dalam koleksi fiksi pendek ini merupakan sebuah vignette tentang apa artinya hidup yang kerap diselingi oleh dilemma sedih, senang, hidup, mati, gila, waras. Lebih dari itu, dunia fiksi yang dipersembahkan dalam koleksi ini juga mengekspresikan kegelisahan internal semua orang, di mana karakter-karakter tumbuh dewasa lewat kegagalan dan kekeliruan, obsesi dan pilihan, harapan dan keputusasaan.

Andari Maimar menyaksikan runtuhnya Menara Kembar WTC di New York, bertemu dengan Aysha seorang gadis asal Beirut yang menuntut simpatinya.

Liana menunggu ibunya yang tak kunjung pulang dari supermarket. Tak biasanya beliau telat berjam-jam seperti ini. Headline surat kabar mengabarkan kematian seorang pengemudi wanita karena ditabrak truk pengangkut bahan bakar.

Ching-Ching adalah seorang gadis keturunan. Ia selalu dijadikan bulan-bulanan di sekolah. Ayahnya seorang pedagang kwetiau pinggiran. Ini adalah baladanya.

Dua remaja memutuskan kawin lari. Pergi ke Las Vegas naik bus Greyhound. Separuh jalan, mereka sadar tak ada jalan kembali.

Aku Suka Balada Ching-Ching :

-Cerita Keseharian yang kadang sering luput dari pengamatan banyak yang menarik ya…J
-Nggak usah ribet cari ide cerita ternyata, apa saja kalau kita pinter ngolahnya bisa jadi cerita…uhuyyyJ
-Yeaayyy…Ternyata nggak masalah satu kalimat panjang banget sampe jadi satu paragraph…J
-Covernya keren, merah ada jendelanya…Katanya mau dibikin kaos, jadi nggak ya?…hehehe:-P

Aku Kurang Suka Balada Ching-Ching :

-Kadang di beberapa cerita terlalu sederhana, jadi pas selesai komentarnya… “Apasehhh?”(ehmmm…I meant apasih maksudnya?, jadi?, so…terus terus?)
-Kurang bikin degdeg serrrr…Kalau menurut istilah saya, panasnya lama, eh pas udah panas selesai ceritanya…
-Kalimatnya panjang-panjang jadi kadang bikin bingung banyak komanya(yeelah padahal sendirinya juga suka bikin kalimat kayak gitu:p)

Aku Nggakkk suka Balada Ching-Ching :

-Ehmmm…nggak ada tuh, Over All I Like It…

Bisa Dibeli Dimana ya Bukunya? :
Kumpulan Cerpen Balada Ching-Ching bisa didapatkan di Toko-Toko Buku Terdekat, dan juga di beberapa Toko Buku Online

Harganya Berapa Ya? :
Cukup dengan uang pass Rp 40.000; Balada Ching-Ching sudah akan duduk-duduk manis dipangkuan Anda…

Selamat Membaca…J

AAZ

AKU my First Favorite Book

uku ini berkisah tentang perjalan hidup seorang Chairil Anwar. Nama Chairil mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta sajak di Indonesia. Dialah si penyair Aku Ini Binatang Jalang. Chairil juga dikenal sebagi salah satu orang yang berperan penting dalam perkembangan sastra di Indonesia. Sajak-sajaknya banyak membawa perubahan dalam perkembangan sastra di Indonesia.
Buku ini menceritakan bagaimana seorang Chairil Anwar dalam menjalankan hidupnya yang berliku-liku. Perjalanan hidup Chairil tidak semudah yang dibayangkan, perjalanan hidup Chairil cukup rumit walaupun ia tidak lama menikmati dunia, sebab ia telah dipanggil Yang MAHA KUASA pada usia yang cukup muda yakni 27 tahun.
Perjalanan hidup yang harus dilalui Chairil cukuplah berat. Mulai dari masa kecilnya yang harus menghadapi kenyataan bahwa Ibunya harus Berpisah dengan Ayahnya, Kehidupan malam yang dilalui Chairil, Wanita-wanita yang pernah singgah di kehidupan Chairil, pernikahannya yang harus berakhir dengan perceraian, penyakit akut yang ia derita yang akhirnya mengantarkan Chairil pada Sang Maut.
Buat Gw buku ini bagus banget, sebenernya buku ini adalah skenario film yang ditulis oleh Sjuman Djaya untuk mengenang Chairil Anwar yang juga merupakan Idola Bung Sjuman. Tetapi sebelum skenario itu dapat dijuwudkan menjadi sebuah film oleh Bung Sjuman, sutradara yang tlah mengahasilkan beberapa film diantaranya Si Doel Anak Modern,Kabut Sutra Ungu,Si Doel Anak Sekolahan dll keburu dipanggil Yang MAHA KUASA.

Review Pribadi mengatakan bahwa buku ini:

1. Buku ini memiliki bahasa yang padat…dat…dat…ya seenggaknya itu yang saya rasakan saat membaca buku ini…

2.  Saat aya membaca buku ini saya seolah-olah bisa masuk dan ikut turut serta dalam kehidupan Chairil karena penceritaanya yang nggak mengawang-awang dan terasa sangat real….

3. Kehidupan seorang Chairil Anwar bagi saya bukanlah suatu hal yang membosankan, bahkan sangat menarik untuk diikuti, rangkaian sajak2 Chairil dalam buku ini juga menambahkan kekuatan daripada bukunya sendiri yang memang bagus….

4. Alur cerita yang disajikan dalam buku ini cenderung cepat dan nggak bertele-tele sampai pada permasalahan dan akhir….

5.  Saya sangat berharap suatu saat bisa menikmati sebuah Film Layar Lebar yang terinspirasi dari buku ini….ya…semoga saja….

Dan yang terakhir….

I Really….really love this book….