Richard Fiando ; One of The Best Male Model and Lovely Daddy

Tubuh tinggi tegap, dengan kulit putih bersih serta raut wajah oriental yang khas membuat sosoknya begitu mudah dikenali. Karirnya di atas catwalk juga di depan kamera foto pun tidak perlu diragukan lagi. Ia sempat menyandang gelar The Best Male Model, namun kini ia tengah menikmati aktivitas barunya, menjadi seorang Ayah. 

 

Richard Antonius Fiando. Foto: Richo Fiando

Jika kita iseng membandingkan jumlah antara model pria dan wanita yang eksis di Indonesia, sudah barang tentu kita akan mendapatkan rasio yang sangat jauh berbeda diantara keduanya. Bukan lagi 1 berbanding 2, atau 1 berbanding 3, karena perbandingan jumlah model yang ada saat ini bisa mencapai perbandingan 1:5 antara model pria dan model wanita. Ketimpangan rasio diantara keduanya memang sudah bukan lagi hal baru di dalam dunia modeling, karena sejak dahulu pun perbandingan jumlah antara model pria dan model wanita sangat jauh berbeda.

Diantara sedikitnya nama model pria yang eksis di atas catwalk fashion show serta di depan lensa kamera para fotografer handal, tersebutlah nama Richard Fiando, seorang model pria dengan wajah oriental yang khas yang selama beberapa tahun belakangan menjadi salah satu model pria paling dicari di dunia fesyen tanah air.

Fashion Show EdBe oleh Eddy Betty “Love Is In The Air”. Foto: Andreas Dwi

Fashion Show BOSS di Plaza Indonesia Fashion Week.

Lahir di Palembang 23 April 1981, pria bernama lengkap Richard Antonius Fiando ini memulai karir modelingnya pada pertengahan tahun 2003 silam. Bergabung dengan Look Inc yang ketika itu menjadi agensi model nomor satu di Indonesia, Richard mulai menapaki karirnya sebagai model catwalk.

Perpaduan postur tubuhnya yang memiliki tinggi tak kurang dari 184cm, dan berat 74kg, serta wajah tampan yang begitu khas membuat sosok Richard segera mencuri perhatian para desainer, brand, dan fotografer untuk menggunakan jasanya sebagai model.

Hampir semua desainer Indonesia, mulai dari Priyo Oktaviano, Deden Siswanto, Ronald V Gaghana, Eddy Betty hingga Didiet Maulana pernah bekerjasama dengannya. Brand internasional semacam GAP, Aigner, Kenzo, SuperDry, Versace, sampai Zara, juga tak pernah absen meminta Richard turut serta memperagakan koleksi teranyarnya ketika menggelar fashion show di tanah air. Nama Richard pun termasuk dalam satu dari sekian model pilihan Jean Paul Gaultier ketika menggelar fashion show koleksi limited edition-nya di Indonesia yang dikirim langsung dari Paris.

Fashion Show Senayan City Fashion Nation 2012 Sekuens IKAT Indonesia oleh Didiet Maulana.

Fashion Show Jean Paul Gaultier di Plaza Indonesia Fashion Week.

Sederet pencapaian lain dibidang modeling pun pernah ia ukir apik. Menjadi wakil dari Indonesia untuk menerima piala Best Model Award pada Asia Model Festival 2010 di Seoul, Korea Selatan, dan melakukan satu sesi pemotretan untuk majalah Italy “UOMO COLLEZIONI” adalah dua pencapaian yang paling dikenang pria yang sering disapa “Koko” ini.

Namun terlepas dari karir modelingnya, Richard yang telah berumah tangga sejak beberapa tahun lalu, kini tengah menikmati aktivitas barunya sebagai bar manager sebuah Club di bilangan kuningan, marketing distribusi air mineral kemasan, sekaligus menjadi Ayah untuk buah hati pertamanya yang ia beri nama “Kimora Lovey Fiando”.

Piala The Best Male Model Award dari Asia Model Festival tahun 2010.

Richard dan Sang Buah Hati, Kimora. Foto: Richo Fiando

Meski menggeluti segudang aktivitas, pria yang menamatkan pendidikan Advanced Diploma Hotel Management-nya di William Blue Sydney, Australia ini nyatanya tetap memilih aktivitas sebagai Ayah merupakan hal yang paling ia nikmati.

Menyaksikan dengan mata kepala sendiri tahapan perkembangan Baby Kim adalah saat-saat terindah yang sangat menyenangkan baginya. Ia begitu menikmati ketika melihat putri kecilnya merangkak, berdiri, berjalan dan berlari dengan bimbingan kedua tangannya. Bagi Richard kehadiran Kimora merupakan semangat baru dan pemacu agar ia menjadi manusia yang lebih baik dari waktu ke waktu, baik dalam segi pekerjaan maupun kemampuan untuk lebih menghargai dan mensyukuri kehidupan yang ia jalani.

Sepuluh tahun kedepan ia membayangkan dirinya menjadi seorang Ayah berusia 41 tahun yang sukses, tinggal bersama seorang istri yang hebat dan dua anak yang sangat menyenangkan.

Ines Arieza ; Model Berwajah Manis Dengan Struktur Tajam Asal Kota Kembang

Ia memang tidak memiliki tinggi yang terlampau menjulang seperti para model catwalk lainnya, namun kecantikkannya yang khas menjadi suatu daya tarik besar. Wajahnya sangat manis, namun ia memiliki garis rahang hingga dagu yang tajam. Dua perpaduan yang membuatnya terlihat begitu manis di satu waktu, dan tegas di waktu lain.

Fashion Show Just Cavalli di JFW 2011-2012. Foto: Psicillia Feminagroup.

Kota Kembang Bandung sejak dulu dikenal sebagai salah satu kota besar di Indonesia yang banyak mencetak generasi baru di dunia modeling Indonesia. Setiap tahunnya, belasan, hingga puluhan perempuan-perempuan bertubuh tinggi menjulang dari kota Bandung saling berlomba untuk mendapatkan tempat di peta modeling Indonesia. Beragam cara pun dilakukan, mulai dari mengikuti sekolah-sekolah modeling yang ada hingga menyertakan diri di berbagai ajang pencarian bakat atau kontes modeling lainnya.

Tersebutlah nama Ines Arieza, seorang gadis manis asal kota Bandung yang namanya kini melesat masuk ke dalam jajaran model catwalk ternama tanah air. Dalam dunia mode dewasa ini, sosok Ines telah mencuri perhatian tersendiri. Tubuhnya mungkin tidak setinggi model-model catwalk lainnya. Ia hanya memiliki tinggi 173cm dan berat 49kg, tetapi ada sesuatu yang lain pada dirinya yang berhasil mengantarkan Ines sebagai salah satu model kesayangan para desainer Indonesia.

Darah Padang-Sunda yang mengalir dalam dirinya membuat Ines mempunyai wajah cantik nan manis khas wanita Indonesia, tetapi garis rahang hingga dagu yang tegas serta tulang pipi yang tinggi membuat wajahnya terkesan tajam. Sebuah paduan raut wajah yang sangat menarik.

Ines Arieza. Dok: Foto Composite JIM Models.

Fashion Spread Majalah Cita Cinta oleh Denie Ramon. Foto: Serbagadsam.blogspot.com

Ines untuk Majalah Kartini Edisi Khusus Rambut Nov 2011. Foto: Serbagadsam.blogspot.com

 

Berawal dari ajang pemilihan Gadis Sampul di tahun 2002, gadis kelahiran Bandung, 2 Januari 1988 dan memiliki nama lengkap Ines Arieza Rahmaniar ini mulai mengenal dunia modeling. Menjalani masa karantina Gadis Sampul selama satu minggu di Ibukota, Ines belajar banyak tentang berbagai hal berkaitan dengan dunia modeling.

Kembali ke kota kelahiran seusai pemilihan Gadis Sampul, Ines mulai mendapatkan tawaran di beberapa pagelaran busana. Salah satunya adalah pagelaran busana miliki Malik Moestaram, seorang desainer kenamaan asal kota kembang yang dikenal bertangan dingin mendidik banyak model pendatang baru. Dari sanalah karir dara yang pernah menjuarai perlombaan lari estafet tingkat provinsi ini makin berkembang pesat.

Sekuens Obin di Bazaar Fashion Celebration “Langgam Tiga Hati” 2011.

Fashion Show Priyo Oktaviano di Plaza Indonesia Fashion Week 2012.

Fashion Show Stradivarius di Plaza Indonesia Fashion Week 2011.

Pemotretan fashion spread untuk majalah mode terkemuka serta booklet koleksi desainer-desainer kondang dilakoni. Kedua kakinya pun telah melangkah di banyak pagelaran busana desainer ternama semisal Obin, Ghea Panggabean, Oscar Lawalata, Sebastian Gunawan hingga Barli Asmara. Beberapa pekan mode seperti Jakarta Fashion Week, dan Jakarta Fashion and Food Festival juga rajin memasukan nama model yang bernaung dalam JIM Models dalam daftar peraga.

Bisa mengenakan busana-busana yang indah karya desainer terkenal, bertemu orang baru dan mempunyai banyak teman adalah sebagian kecil hal-hal menyenangkan yang Ines peroleh sepanjang perjalanan karirnya. Ines yang belum lama ini menyelesaikan pendidikan Fakultas Ekonomi di Universitas Katholik Parahiyangan membayangkan dirinya akan menjadi Bussiness Woman satu hari nanti. Sementara simple, loyal dan introvert adalah tiga kata yang ia pilih untuk merangkumkan pribadinya.